
"Sayang kita makan siang di Cafe deket kantor Papah yuk.Nanti kalo kita udah sampe di Cafe kita telpon Papah buat makan siang bareng."Ajak Rahma pada Kevin yang sedang sibuk dengan video gamenya.Kevin hanya mengangguk menerima ajakan Mamahnya.Mereka pergi menuju Cafe dekat kantor Arman menaiki taxi online ,yang beberapa menit lalu di pesan oleh Rahma.
Setibanya di depan Cafe Rahma menghentikan langkahnya ketika melihat sosok yang ia kenal tengah di peluk oleh seorang wanita.
Rahma mengenal betul wajah wanita yang sedang memeluk suaminya itu,betul itu Lidya wajah yang sama dengan seorang wanita yang dulu pernah menawarinya bantuan.
Tapi kenapa mereka harus berpelukan di depan umum seperti ini.?
Apakah mas Arman memiliki hubungan yang rumit dengan kedua wanita itu sebelum aku masuk kedalam hidupnya?
Sebaiknya aku tidak mengganggu mereka.Mungkin banyak yang harus mereka selesaikan,sebaiknya aku tak purlu ikut campur.Batin Rahma
Kemudian Rahma mengeluarkan HP nya dan menelpon suaminya.Jika suaminya tidak merasa terganggu akan kehadirannya, Rahma berniat akan menghampiri suaminya dan makan siang bersama.Rahma menelpon untuk memastikan suaminya tidak akan terganggu jika Rahma menghampirinya.
Tuutt...tuuutt.
Tak lama kemudian terdengar suara di seberang sana mengangkat panggilan Rahma.
Arman;Assalamualaikum.
Rahma;Wa'alaikum salam mas.
Arman;Ada apa Rahma.?
Rahma;Kamu lagi dimana mas,udah makan siang belum?
__ADS_1
Arman;Aku udah makan tadi,sekarang aku lagi ada meeting penting.
Rahma;Oh ya sudah met kerja ya.
Mereka pun mematikan panggilan telponnya.
Kenapa mas Arman harus berbohong.
Tak terasa air bening pun berhasil mengalir di pelupuk mata Rahma.
"Mah kok gak diem disini,ayo masuk dede udah laper nih."Rengek kevin sambil menggoyang-goyangkan lengan Mamahnya.Kevin yang menyadari Rahma menangis ,Ia langsung menoleh ke arah yang Rahma lihat.
"Papah?"Ucap Kecin pelan.Kevin merasa aneh ketika Papah nya tengah di peluk seorang wanita.
Rahma langsung menghapus air matanya dan mengalihkan pandangan Kevin.
"Apa mah.?"
"Kayanya kita beli ice cream dulu deh.Buat nanti selesai kita makan biar langsung makan ice cream."
Wajah Kevin yang sempat bingung seketika tersenyum riang mendengar akan beli ice cream.Jarang jarang karena biasanya Rahma sering membatasi Kevin untuk makan ice cream.
Kevin menganggukan kepalanya senang.Rahmapun langsung bergegas pergi meninggalkan Cafe itu dan mencari Taxi.Tak menunggu waktu lama Taxi berhenti dan Rahma segera menaiki Taxi itu.
****
__ADS_1
"Cepat aku sudah banyak membuang waktu.Sampai harus berbohong pada istriku juga."Sedikit membentak.
"Mas tidak kah kamu bisa membedakan wajah antara aku dan Lidya."
"Apa maksud kamu Lidya.!"Jawab Arman kesal karena Lidya sangat bertele-tele.
"Iya kamu begitu bodoh mas hingga tak bisa mengenali wajah kami.Mana rasa cinta yang kamu katakan,hingga untuk membedakan wajah kami pun kamu tak bisa mas ,kamu jahat mas."Tangis wanita itu pecah,sedari tdi ia berusaha agar tidak menangis didepan Arman namun air matanya sudah tak terbendung lagi.
Arman masih kebingungan tidak bisa mencerna apa yang Lidya katakan.
"Bicara yang jelas.!"Bentak Arman karena Ia sudah gusar dengan wanita yang ada di hadapannya.
"Aku Linda mas,Linda yang kamu cintai.!"
Arman mematung masih tidak mengerti.
Ia pun meremar kedua lengan Lidya dengan kasar.
"Aapa kau sudah gila.Hentikan kekonyolanmu Lidya.!"Bentak Arman.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.