Memang Jodohku

Memang Jodohku
#11


__ADS_3

Rahma datang dengan membawa nampan berisikan air dan cemilan untuk mertuanya.


Kemudian Rahma ikut duduk bersama dengan mertuanya.


Namun Rahma merasa heran kenapa mertua nya senyum begitu bahagia.


"Kamu kok punya kabar bahagia gak langsung di kasih tau ke kita sih sayang."Masih dengan senyuman bahagianya.


"Kabar apa ya bu,?"Rahma bingung.


"Gak usah pura-pura gitu dong sayang."Lanjut bu Laksmi.


Rahma masih bingung apa yang di katakan mertuanya.


"Nih ibu udah lihat jadi kamu gak bisa bohong sama ibu.Lagian kabar bahagia gini kok gak langsing kasih tau ibu,"


Rahma melihat tespack itu di pegang oleh mertuanya pun terbelalak kaget.


Aduh itu kan tespack punya Dini.Kok bisa ada sama Ibu sih.gimana aku jelasinnya.


"sebenarnya itu bu..emm."Belum selesai berbicara terdengar suara langkah kaki mendekat.


Mereka bertiga menoleh ke arah suara langkah kaki itu.


Bu Laksmi langsung berdiri menghampiri Arman.


"Eh Anak ibu udah datang.Liat nih ibu punya kabar bahagia.Rahma hamil sayang."Sambil menyodorkan tespack itu ke Arman.


"Itu punya siapa bu.?"Tanya Arman bingung.


"Ya punya siapa lagi.Ya pasti punya istri kamu lah."


"Oh"Membulat kan bibir nya.

__ADS_1


Sebenarnya Arman bingung harus berbicara apa kepada kedua orang tua nya.Masa iya dia harus bilang kalau dia belum pernah melakukan itu dengan Rahma kan gak mungkin.!


Rahma masih bingung bagaimana dia mengatakannya.Sedangkan mertuanya sudah terlanjur bahagia.


Arman dan Rahma menunduk mendengarkan ocehan mertuanya.Maklum orang tua kalo hamil gak boleh ini gak boleh itu menasehati Rahma.


Bu Laksmi dan pak Kamal berpamitan pulang tak lupa membawa cucu kesayangannya.Padahal Kevin baru 2 hari tinggal bersama Rahma dan Arman,namun bu Laksmi keukeuh takut Rahma kecapean pada hamil mudanya.


Rahma harus banyak istirahat menurutnya.


Arman hanya mengiyakan karena percuma seorang Bu Laksmi harus di bantah.Gak akan bisa!


Setelah kepergian Bu Laksmi dan pak Kamal.


"Apa benar kamu hamil?"tanya Arman.


"Aku bisa jelasin Mas."Sahut Rahma


"Tespack itu bukan punya aku."


"Itu punya Dini,tadi siang dia kesini ngasih tau aku kalo dia hamil.!"


"Aku kira kamu beneran hamil."


"Mana mungkin aku hamil..!"Bantah Rahma.


"Jadi kamu ingin hamil.Kamu bisa memintanya kepadaku."Ledek Arman.


Rahma benar tak habis pikir atas ucapan suaminya.


"Ya ampun mas mana ada wanita minta di hamili kepada lelaki.Emang nya aku cewe apaan."


Arman tersenyum meledek.

__ADS_1


"Kenapa ?Bukannya kita suami istri."


Ya ampun ada angin apa dia ngomong kaya gitu.biasanya juga cuma Linda yg dia pikirkan.


aku kan cuma boneka berkedok istri.


"Lagi pula aku belum meminta hak ku kan."Arman mendekat ke arah Rahma mulai memeluk Rahma dari belakang.


Rahma mencoba melepaskan pelukan Arman.


"Kamu jangan aneh-aneh deh Mas."


Rahma menolak karena tidak mau kejadian sebelumnya terulang lagi.


Pada saat Arman menciumnya ,namun setelah mencium nya Arman justru menjauhinya.


Rahma tak mau itu terjadi.


"Oh jadi kamu menolak aku.?"Membalikan tubuh Rahma menghadap padanya.


"Apa karena lelaki itu.?"


Rahma masih bingung tak mengerti ucapan suaminya.


"Apa karena Hendra sudah kembali."


Apa!!!Kenapa dia bawa bawa Hendra sih.


Aku kaya gini kan karena kamu,bukan karena Hendra.


Minta dukungannya kakak kakak.


Jangan lupa like komen dan votenya.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2