
"Assalamualaikum Ayah Ibu, Bagas pulang." Salam Bagas dengan semangat 45 dan langsung mencium punggun tangan kedua Orang Tuanya tersebut.
"Nak kesini sebentar Ayah sama Ibu mau bicara sesuatu ke kamu." Ujar Ayah saat aku ingin masuk keKamar untuk mengganti pakaianku.
"Iya Yah ada apa?." Tanya ku.
"Begini Nak nanti Ayah dan Ibumu ini mau Honeymoon nya Kamis besok, kamu kasih tau ke Sahabat - Sahabat kamu itu kalau Ayah sama Ibu mau berangkat Kamis jadi mereka bisa nginep dan nemenin kamu disini." Ujar Ayah.
"Maaf Yah, boleh Bagas tanya?." Ayah mengangguk.
"Eee...berapa lama Ayah sama Ibu Honeymoon nya?." Tanyaku.
"Paling tidak 1 Minggu, kamu tidak papa kan Nak?." Tanya Ayah ragu - ragu.
"Tidak papa kok Yah, euhm makanan Rumah selama Ibu disana udah ada kan Yah?." Ujarku.
"Ada kok kamu tenang aja, cukup buat kamu sama ketiga Sahabatmu selama 1 Minggu disini.
"Kamu nggak papa kan Ibu tinggal sendirian bareng Sahabatmu itu?." Tanya Ibu dengan nada sendu.
Terlihat Ibu tidak ingin berjauhan dengan ku, dan akupun paham akan hal itu mengingat Ibu itu sayang banget sama aku.
"Enggak kok Bu, udah Ibu sama Ayah fokus buat Adik untuk aku aja." Ucapku.
Spontan wajah Ayah dan Ibu pun berubah jadi merah dan merona, mereka jadi salah tingkah.
Akupun langsung bergegas masuk ke dalam Kamarku.
Didalam Kamar aku sempat berpikir tentang cowok yang dipantai bersama Putri itu.
Aku sepertinya mengenal sosok Pria itu namun dimana ya? pikirku.
Ya ampun aku malah jadi mikirin hal yang enggak - enggak.
Akupun langsung menghubungi ketiga Sahabatku untuk memberitahu kalau Ayah dan Ibuku berangkat besok Kamis.
Tringgg...hp ketiga Sahabatku berbunyi secara bersamaan dan mereka langsung mengangkat telpon dariku.
Bagas: Oi bro tadi gua dikasih tau Nyokap sama Bokap gua kalau mereka berangkatnya hari Kamis.
Rendy: Siap bro habis ini aku siap - siap dulu.
Gilang: Kami juga mau siap - siap dulu.
Bagas: Emang kalian udah bilang sama Orang Tua kalian kalau mau nginep diRumah ku?.
Rendy: Kalau gua sih udah bre.
Galang: Kami juga udah kok santai aja.
Gilang: Yoi bro santai aja, besok Kamis kita nonton film horror aja gimana mumpung besok Kamis itu malam Jum'at Kliwon.
Rendy: Kalau gua sih gas aja bro.
Bagas: Boleh juga tuh biar seru hihi.
Galang: Ayo aja mah gua.
Note: Walau Gilang sama Galang itu kembar tapi Kamar mereka terpisah ya Teman - Teman.
Setelah memberitahu ketiga Sahabatku dan bercengkrama sebentar akupun langsung menutup telponnya karna makan malamku sudah siap.
.
.
.
.
.
🌄Pagi Hari pun Tiba🌄
Bagas melihat Ayah dan Ibunya sudah siap - siap mau berangkat ke kesuatu tempat untuk Honeymoon.
"Jaga diri baik - baik ya Nak saat kami nggak ada." Ucap Ibu sambil memeluk diriku.
"Kalian bertiga nginep dulu diRumah Om ya, Om mau liburan dulu satu Minggu." Ujar Ayah.
__ADS_1
"Siap Om" Ucap ketiga Sahabatku dengan serentak.
Note: Ketiga Sahabatku ini sudah sampai diRumah setelah Adzan subuh.
"Baik - baik diRumah ya Nak." Ucap Ayah sambil memelukku.
"Kami berangkat dulu ya Nak." Ucap Ibu.
Aku dan ketiga Sahabatku menyaksikan perginya kedua Orang Tuaku dengan mobil mereka.
Kami ber-empat pun segera berangkat ke Sekolah karna sudah terlambat.
.
.
.
.
.
Sesampainya diSekolah kami ber-empat langsung masuk ke Kelas dan tepat setelah kami masuk Guru pun juga sudah masuk.
Saat pelajaran dimulai aku tidak fokus karna posisi bangku Putri ada didepanku.
Note: Bangku Kelas selalu berubah tiap Minggu.
'Duh kok bisa ada Putri didepan ku ya, apa jangan - jangan kami memang berjodoh. Eh eh eh apa yang kupikirkan mana mungkin kami berjodoh, mengingat Putri sudah punya pasangan. Sadar Gas sadar.' Pikir ku.
💧💧💧💧💧
Pas bell istirahat aku dan ketiga Sahabatku bergegas ketempat makan favorit kami yaitu Bakso Pak Mamat.
Disitu memang tempat Bakso satu - satunya diSekolah serta yang paling enak *menurutku.
Disana sudah sangat ramai bahkan aku sampai berdesakan dengan yang lainnya untuk memesan Bakso.
💧💧💧💧💧
Fyuuhh aku sudah dapat baksonya dan tinggal menunggu ke tiga Sahabatku.
Panjang umur mereka, baru saja kubicarakan mereka sudah datang.
"Iya Ren gua sampe keringet'an." Sambung Gilang.
"Ho'oh emang jos Bakso Pak Mamat." Ujar Galang.
"Untung aja gua dapet yang pertama hahaha." Ucapku senang.
Ketiga Sahabatku memandangku dengan ekspresi masam.
"Udah yok makan." Ucapku.
"Eh...nanti malam jadi kan nonton film horrornya mumpung Hari Jum'at." Ujar Rendy.
Aku dan duo GG saling melirik lalu berkata dengan serentak.
"JADI DONK." Ucapku dan duo GG secara serentak.
.
.
.
.
.
Disisi lain Ayah dan Ibu telah sampai di Villa pribadi milik sang Suami.
Note: Sebenarnya Ayah punya Villa mewah namun tidak pernah dia tinggali bersama Keluarganya karna mereka ingin hidup sederhana.
Villa ini sepi dan tenang dengan pemandangan hutan yang masih asri.
"Bu kita sampai." Ucap Ayah sambil menggoyangkan pelan tubuh Ibu supaya tidak terkejut.
"Emmm...kita sudah sampai Yah? hoamm." Tanya Ibu yang masih setengah mengantuk.
__ADS_1
"Sudah Bu coba buka matanya." Ujar Ayah.
Ibu yang masih mengucek matanya itu seketika terkejut dengan Villa yang dulu ditempatinya bersama sang Suami.
"I-ini kan Villa kita dulu Yah." Ucap Ibu dengan nada terbata - bata.
"Iya Bu ini Rumah kita dulu pas Bagas masih berusia 5 Tahun." Ujar Ayah.
"Kita akan honeymoon disini Yah?." Tanya Ibu lagi.
"Iya Bu, Ayah tau Ibu merindukan Villa ini mangkanya Ibu memilih Villa ini sebagai destinasi honeymoon kita. Gimana Ibu suka?." Tanya Ayah.
"Suka Yah suka banget malah, makasih ya Yah sudah mau berubah." Ucap Ibu sambil memeluk sang Suami.
"Ayah juga lagi berusaha untuk berubah kok Bu, doain Ayah ya Bu." Ucap Ayah yang membalas pelukan Ibu.
"Ayo kita masuk." Ucap Ayah sambil menggandeng tangan Sang Istri.
Ibu mengangguk dan berjalan disamping sang Suami sambil menggenggam tangan Suaminya.
Kriieet...pintu Villa terbuka dan mereka berdua disambut oleh pekerja disana yang tak lain adalah pasangan Pak Jarwo dan Bu Sumini.
Kedua pasangan berusia 50 Tahun tersebut bekerja di Villa sejak dulu.
Nuri yang melihat kedua pasangan lansia ini langsung memeluk mereka untuk melepas rasa rindu setelah puluhan Tahun tak bertemu.
"Aku kangen banget sama kalian berdua." Ucap Nuri sambil memeluk mereka.
"Kami juga Nyonya." Ujar Sumini.
"Aa...jangan panggil Nyonya, panggil aja seperti biasanya Nuri, Mbak sudah Nuri anggep seperti Mbak Nuri sendiri." Ujar Nuri.
"Yaudah yang mau nambah momongan kami tinggal dulu ya." Ucap Jarwo.
Kedua pasangan yang tak lagi muda tersebut tersipu malu mendengar penuturan dari ART mereka.
Puji berdehem untuk mencairkan suasana yang canggung.
"Ehem jadi karna ini sudah malam kita keKamar yuk Bu." Aja Puji.
"Eh...i-iya Yah ayo." Ucap Nuri malu - malu.
💧💧💧💧💧
Sesampainya didalam Kamar Puji mandi terlebih dahulu sementara Nuri gugup karna baru pertama kali dia mengalami hal ini.
Ceklek...pintu Kamar mandi terbuka dan keluarlah Puji dengan baju tidurnya. Btw Puji walau udah Tua tapi dia tetap kekar dengan dada yang bidang karna sering berolahraga di Hari liburnya.
"Ehmm...Ibu nggak mandi?." Tanya Puji.
"Eh Iya Yah." Ucap Nuri yang langsung mengambil baju ganti dan bergegas ke Kamar mandi.
Puji yang melihat hal itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis melihat Istrinya tersebut salah tingkah.
Setelah cukup lama Nuri mandi yaitu sekitar 20 menitan keluarlah Nuri dengan menggunakan lingerie dengan warna merah.
Hal itu sontak membuat mata Puji melebar dan dengan susah payah dia menelan salivanya.
Nuri yang malu ditatap seperti itu oleh Suaminya sonta menutup d*danya dengan tangannya.
Puji berjalan mendekat ke arah Nuri seraya berbisik disamping telinga Istrinya itu.
"Kau siap Sayang?." Bisik Puji dengan nada pelan.
Hal itu membuat Nuri menelan salivanya sendiri seraya mengangguk pelan.
Bersambung..
.
.
.
.
.
...Hai semua, maaf kalau episode ini nggak ada adegan dewasanya karna emang ini bukan novel +21 author aja belum umur segitu😶🙏jadi maaf ya teman - teman kalau belum bisa nyediain adegan +21nya karna author sendiri belum nonton>///<...
__ADS_1
...Segini dulu untuk episode hari ini terus dukung Author dengan cara Like dan klik favoritnya ya teman - teman🙏🙏🙏...
...See You In The Next Episode...