
'Eh ini ada yang ngirim pesan. Tapi siapa ya, nomernya juga belum ke save. Aku liat dulu lah.' Batin Bagas dengan curiga.
08**********: Halo Bagas.
Bagas: Maaf anda siapa ya?
08**********: Save Susi Kakaknya Rend.
Bagas: Ohhh...Kak Susi ya, Kakak dapet nomerku dari siapa?
Susi: Tadi dari Rendy. Aku sempet minta ke dia nomer kamu.
Bagas: Oh iya Kak, Kakak apa kabar?
Susi: Alhamdulillah baik Gas. Kamu sendiri apa kabar?.
Bagas: Alhamdulillah baik juga Kak. Oh iya kak btw aku mau punya Adik 2 lho Kak.
Susi: Wah selamat ya Bagas. Udah berapa usia kandungan Ibu kamu?
Bagas: Baru 1 Minggu Kak hehe.
Bla...bla...bla.
Mereka berdua chat - chat-an sampai tak kenal waktu. Bahkan jam sudah menunjukan angka 11:00.
Bagas yang tersardar akan waktu yang sudah Malam berkat Kak Susi segera mengakhiri percakapannya dengan Kak Susi mengingat besok dia ada ulangan.
Tak lupa juga dia membaca doa sebelum tidur itu sudah menjadi rutinitas biasanya.
...----------------...
Keesokan Paginya Bagas sudah akan bersiap - siap untuk berangkat ke Sekolah karna akan ada Ulangan akhir semester.
Tak lupa juga Bagas pamit ke Ayah, Ibu, serta Eyang Putri.
"Yah, Bu. Bagas berangkat dulu ya. Assalamualaikum." Ucap Bagas sambil mencium punggung tangan kedua Orang Tuanya.
Lalu dia mencari sang Eyang yang ternyata sedang menyirami bunga di halaman depan.
"Eyang kulo tindak riyen nggih. Assalamualaikum." Ujar Bagas sambil mencium punggung Eyangnya.
(Eyang saya berangkat dulu ya)
"Ohhh...iyo Le. Belajar yang bener yo di Sekolah." Tutur Eyang Putri.
"Nggih Eyang Putri." Ucap Bagas.
Bagas pun segera bergegas untuk berangkat ke Sekolah mengingat waktu sudah mepet.
...----------------...
Oke kita balik lagi ke kegiatan dua pasangan Puji Aditara dan Nuri Septiawan.
Terlihat Puji tidak masuk ke Kantor karna ingin menjaga sang Istri yang sedang mengandung buah hatinya.
Karna selama 1 Minggu Puji tidak ada jadwal meeting di Kantor. Jadi masalah Perusahaan bisa diurus sementara oleh Wisnu.
__ADS_1
Note: Bagi yang nggak tau Wisnu itu siapa kalian bisa cek di episode -Terima Kasih Ibu- disana bakal dijelasin siapa itu Wisnu🤗.
Oke lanjut...
"Ibuk mana Yah?" tanya Ibu sambil mengunyah buah apel yang ada di tangannya karna saat ini dia sedang ngidam buah apel.
"Ibuk sedang di halaman depan nyiram bunga. Emang kenapa Bu?" tanya Ayah.
"Enggak papa Yah. Cuman pengen ngobrol aja sama Ibuk, udah lama nggak ketemu jadinya mau kangen - kangenan." Ujar Ibu.
Ayah hanya ber-oh ria saja. Dan tak lama berselang datang lah Eyang Putri.
Wanita paruh baya yang kehadirannya sangat dinanti oleh Nuri Septiawan.
"Ibukk....!!!" teriak Nuri bahagia sambil berlari kecil untuk menuju ke sang Mertua.
"Eh Nuri." Ucap Eyang.
"Nuri kangen sama Ibuk." Ucap Nuri bagaikan Anak Kecil.
"Kenapa kangen. Kan selama dua Anak kamu belum lahir Ibuk pasti akan disini terus." Ujar Eyang Putri sambil mengelus kepala sang Menantu.
"Tapi tetep aja Nuri masih kangen sama Ibuk." Ucap Nuri.
"Yaudah ayo kita ngobrol - ngobrol sambil nonton tv disana." Ucap Eyang Putri sambil menujuk kearah Ruang tv.
Nuri hanya mengangguk dengan antusias.
Puji yang ada disana bak nyamuk karna Nuri dan Ibuknya hanya bercakap ria tanpa memperhatikan dirinya.
Puji hanya memanyunkan bibirnya karna dia seakan tak dianggap disana.
...----------------...
"Eh Ren gue mau nanya nih." Ucap Bagas.
"Nanya apaan Gas?" tanya Rendy.
"Gue mau nanya, emang lo ngasih nomer gue ke Kak Susi ya?" tanya Bagas.
"Iya, kemarin katanya dia minta nomer lo. Mungkin karna dia suka kali sama lo." Celetuk Rendy.
"Eh d-dih ya nggak mungkin lah, masak Kak Susi suka sama Bocah ingusan kayak gue." Ujar Bagas dengan malu - malu.
"Emang lo nggak suka sama Kak Susi?" tanya Rendy dengan nada menggoda.
"S-suka sih t-tapi kan belum tentu Kak Susi suka sama gue." Ucap Bagas dengan wajah memerah bak tomat matang.
"Gue sih yakin ya kalo Kakak gue itu suka sama lo. Keliatan dari raut wajahnya yang kayak nyaman banget deket sama lo." Ujar Rendy.
Blushh...ucapan Rendy barusan sontak membuat wajah Bagas semakin memerah karna malu.
dan duo GG hanya menyimak percakapan kedua Sahabatnya tersebut sambil menyeruput Es Dawet yang tadi dibeli mereka.
"Oh iya gimana, lo udah nembak Dewi belom?" tanya Bagas pada Rendy sambil menyeruput Es Dawet miliknya.
"Ya nggak gimana - gimana sih. beberapa Hari yang lalu aku pernah nembak dia, trus dia bilang suruh jauh - jauh dari dia karna aku itu kaya brandalan. Trus dia bilang aku nggak perlu belajar aja udah bisa lulus gitu." Ujar Rendy dengan menunjukan raut wajah sedih.
__ADS_1
Spontan Bagas dan duo GG menghentikan kegiatan kami yaitu menyeruput Es Dawet dan langsung melihat ke arah Rendy dengan tatapan sendu.
"Yang sabar Bre. Hidup itu penuh dengan cobaan apalagi masalah cinta." Tutur Galang.
Bagas dan duo GG memberikan semangat kepada Rendy Sahabatnya tersebut.
"Sabar ya Bro." Ucap Bagas.
"Iya lo yang sabar ya, didunia ini banyak kok Cewek cantik dan baik. Cuman lo belum nemu aja." Ujar Gilang.
"Iya makasih ya Teman - Teman. Gue bener - bener beruntung punya Sahabat kaya kalian." Ujar Rendy.
...----------------...
Kita balik lagi ke Nuri yang ngidamnya mulai nggak lazim.
Seperti nyuruh Puji untuk ganti pakaian bak Anak kecil yang tentu membuat Puji malu setengah mati.
Trus bilang I Love You di setiap akhir kata yang diucapkan Puji.
Sama menyuruh Puji untuk jangan menyentuh dirinya waktu malam dan tentu hal itu akan membuat Puji jadi uring - uringan karna tidak dapat menyentuh Istrinya2.
Eyang yang melihat hal itu sontak tersenyum bahagia.
Bagaimana tidak Puji Aditara yang terkenal dingin dan angkuh kini berubah menjadi budak cinta untuk Nuri Septiawan.
"Semoga Allah SWT terus melindungi kalian semua." Ucap Eyang Putri dengan nada pelan.
"Assalamualaikum Yah, Bu, Eyang." Ujar Bagas dengan bahagia.
"Waalaikumsalam Nak/Le." Ujar Ayah, Ibu serta Eyang Putri secara serentak.
"Hahaha! Ya ampun Ayah kenapa penampilan Ayah seperti itu, itu benar - benar tidak cocok dengan Ayah yang terkenal dingin dan angkuh hahaha!!" ucap Bagas disertai tawa yang menggelegar ke seluruh penjuru Rumah.
"Diam lah Nak, ini juga karna Ibu mu yang ngidam." Ucap Ayah dengan kesal.
"Eyang panjenengan nembe nopo?" tanya Bagas.
(Eyang kamu sedang apa?)
"Iki lho Le. Eyang lagi liat sosmed." Ucap Eyang Putri.
Memang Eyang Putri itu suka media sosial terutama Instagram.
"Eyang saget dolanan sosmed?" ucap Bagas dengan nada tak percaya.
(Eyang bisa mainan sosmed?)
"Bisa dong, Eyang kan gaul." Ucap Eyang yang sontak membuat semua Orang yang ada disana tertawa terbahak - bahak.
Beginilah keharmonisan Keluarga Aditara yang hangat.
Bersambung..
...
...Jangan lupa tekan Like, Vote dan masukin Novel Si Ayah Dingin ke list Favorit kalian ya Teman - Teman....
__ADS_1
...See you in the next episode....