
Disisi lain Ayah dan Ibu baru saja selesai melakukan hubungan intim dan setelah mereka mandi mereka bersiap - siap untuk makan.
"Mas Mbak mari makan bareng kita." Ucap Nuri dengan nada lembut.
"Enggak perlu Ri, kita mah udah makan, ya kan Pak?." Tanya Sumini pada Suaminya.
"Iya Buk." Ucap Jarwo sambil tersenyum kearah sang Istri.
"Yaudah kami tinggal dulu ya." Ucap Sumini dan diikuti oleh Jarwo.
Seperti biasa Nuri melayani Suaminya di meja makan dengan mengambilkan makanan untuknya.
"Semoga jadi ya Bu." Celetuk Puji tiba - tiba.
"Apanya Yah?." Ucap Nuri dengan nada bingung.
"Itu benih yang kutanam di rahim mu." Ucap Puji sambil menunjuk perut Istrinya.
"Aminnn...Yah." Ucap Nuri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Balik lagi ke Bagas dan ketiga Sahabatnya.
*Maaf kalo cerita tidak berfokus ke Ayah dan Ibu, karna seperti yang sudah dibilang ini bukan novel +21 ditambah lagi Umur Author belum nyampe 21, jadi author minta maaf belum bisa nyediain cerita yang hot +21😔🙏.
Bagas dan ketiga Sahabatnya sudah sampai diRumah Bagas dan mereka segera bergegas naik ke atas untuk mandi dan ganti baju.
Setelah mereka mandi ke-empat Sahabat itu berkumpul diRuang tengah untuk menonton Televisi.
Mereka kembali bercerita soal kehidupan masing - masing.
Note: Bagas dan ketiga Sahabatnya ini lebih suka bercerita ketimbang bermain Handphone kalau sedang bersama.
"Oi menurut kalian gimana kalau gue nembak Dewi?." Ucap Rendy untuk memulai perbincangan.
"Ehmm menurut gue sih oke - oke aja." Ucapku dan diangguki oleh dua GG.
"Tapi kalau gue ditolak gimana?." Tanya Rendy dengan memasang wajah sedih.
"Gua takut cinta gua bertepuk sebelah tangan kayak lo dan Putri, gua takut dia suka sama Vino." Ucap Rendy yang semakin memasang wajah sedih.
Note: Vino itu salah satu temen dekatnya dewi dari kecil ya Teman - Teman🤗.
"Hmmm...gini biar lo nggak malu saat nembak dia trus ditolak mending lo nembaknya 4 mata aja." Celetuk Gilang.
"Boleh juga tu, ntar gue bisa mastiin perasaan gue." Ucap Rendy yang berubah ceria.
"Maksudnya mastiin perasaan gimana sih Ren kok gue nggak paham." Ucap Galang.
"Mastiin kalo gue harus mencintai dia atau tidak, kalau ditolak gue bakal ngehapus rasa cinta gue ke Dewi yang udah lama gue pendem. Dan kalo dia nerima gue, pas lulus nanti gue langsung nikahin dia agar dia nggak dilirik Cowok lain." Ucap Rendy yakin.
"Wah g*la lo Ren langsung diajak nikah, tapi bener juga apa kata lo, biar nanti si Dewi nggak dilirik sama Cowok lain mending lo cepet - cepet nikahin dia aja." Ucap Gilang.
__ADS_1
Mendengar hal itu aku dan Galang mengangguk tanda setuju.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu Subuh pun tiba.
Aku bergegas untuk membangunkan ketiga Sahabat ku yang tidur disampingku layaknya hewan yang sedang hibernasi.
Bagaimana tidak mereka tetap tertidur meski alarm yang sangat keras berbunyi di dekat mereka.
"Woii! bangun kita Shalat subuh dulu udah Adzan tuh." Ucapku sambil membangunkan ketiga Sahabatku.
"Iya iya ini udah bangun kok." Ucap Rendy dengan mata yang masih tertutup.
Mereka menggeliat bagai cacing yang kena garam.
"Cepet bangun trus mandi, Hari ini yang masak harus Rendy." Ucapku.
"Iya iya bawel." Ucap Rendy yang langsung bangun dan membuka matanya.
Mereka menunggu giliran masuk Kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mereka selesai mandi, mereka langsung berjalan menuju meja makan.
Dan seperti jadwal yang dibuat Bagas hari ini, ini adalah giliran Rendy untuk memasak.
Bawah Pria yang suka bercanda itu pintar sekali memasak, terbukti dari makanan yang dibuat Rendy sangatlah enak, bahkan lebih enak dari buatan Bagas.
"GG lo Ren masakan lo enak banget, bahkan lebih enak dari masakan gue kemarin." Ucapku sambil menyamtap makananku dengan lahap.
"Ho'oh Ren, ini sih enak banget, nggak nyangka Bocah ingusan kayak lo bisa bikin masakan seenak ini." Celetuk Gilang.
"Enak aja bilang gue Bocah ingusan, gua ini dari kecil udah diajarin masak sama Bunda, jadi wajar kalo masakan gue enak." Ucap Rendy sambil membangga - banggakan dirinya sendiri.
Sangking enaknya Galang sampe nambah lagi, aku dan Gilang pun tak luput nambah makan.
Meskipun masakan Rendy terbilang sederhana yaitu cuma Nasi Goreng, tapi masakannya sangatlah enak dan lezat.
*Author jadi ngiler😆
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayah dan Ibu juga masih mesra dan nampak menikmati Honeymoon mereka ini.
Nuri sendiri bingung, kenapa tenaga sang Suami sangat Kuat bagai Kuda.
Padahal sang Suami tidak memakai obat kuat dan sejenisnya.
*Kira - kira kenapa ya?, Author jadi kepikiran deh😅
"Yah apa kita masih lama disini?." Tanya Ibu untuk memulai percakapan mereka di meja makan.
__ADS_1
"5 Hari lagi Bu, kenapa Ibu bosen disini?." Tanya Ayah.
"Bukan bosen Yah, cuman Ibu-" Belum sempat Sang Istri meneruskan kata - katanya sang Suami terlebih dulu memotongnya
"Ibu khawatir sama Bagas?, Ibu tenang aja kan disana ada Rendy, Gilang sama Galang. Jadi Bagas pasti aman kok Bu." Ucap Puji untuk menenangkan sang Istri.
"Bukan itu Yah, Ibu cuman takut aja sama Ayah yang kuat nya bukan main pas diKamar kayak kuda. Ehmm emang Ayah pakai obat kuat ya?." Ucap Nuri.
"Hah obat kuat?, buat apa obat begituan, Bu dengerin Ayah, Ayah nggak perlu obat semacam itu buat muasin Ibu jadi Ibu tenang aja nggak perlu mikir yang enggak - enggak." Ucap Puji.
"Semoga jadi ya Yah kita bikin Adik buat Bagas." Ucap Nuri sambil mengelus - elus perutnya yang masih datar.
"Aminnn...mangkanya banyak berdoa Bu semoga kita bisa cepat dikasih momongan sama Tuhan." Ucap Puji sambil mencium puncak kepala sang Istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Gas Nyokap sama Bokap lo masih 5 Hari lagi kan disana?." Tanya Rendy saat kita menonton Televisi bersama - sama.
"Iya bro, emang kenapa?, lo nggak suka ya diRumah gue?." Ucapku dengan nada dibuat sedih.
Gilang dan Galang juga menatap Rendy dengan wajah sedih.
"Eh eh eh bukan gitu bro maksud gue, haduh gue tuh cuman lagi bosen aja, kita selama 5 Hari mau ngapain ya?." Ucap Rendy.
"Iya juga ya, gue juga bingung mau ngapain aja disini." Ucap Gilang.
"Gimana kalo kita mampir ke Rumah Rendy." Ucapku sambil memberi ide.
"Eh si Bujang, gini bre kan gue ni nginep ya diRumah lo, nah terus kenapa lo malah mau keRumah gue bujang?." Celetuk Rendy.
"Ya...ngasih ide aja bro siapa tau kan, namanya juga bosen ya nggak Lang?." Ucapku sambil melihat kearah Gilang dan Galang.
"Yaudah deh besok kita ke Rumah gue, tapi nggak nginep ya. Soalnya Rumah gue juga biasa - biasa aja." Ucp Rendy.
"SIAP REN." Ucapku dan duo GG secara serentak.
Bersambung..
.
.
.
.
.
...Halo teman - teman yang membaca novel ini, jangan lupa like, vote, sama masukin ke list favorit kalian ya.....
...Semoga kalian diberi kesehatan sama Tuhan🙏...
...See You In The Next Episode...
__ADS_1