Membongkar Rahasia Sang Ayah

Membongkar Rahasia Sang Ayah
Hamil?


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu sejak Ayah dan Ibu pergi untuk Honeymoon.


Ibu sepertinya hamil mengingat tanda - tanda selama satu Minggu dia muntah - muntah setiap Pagi.


*Apasih muntah - muntah cuman pas Pagi itu?, author bingung😅.


"Bu kita periksa ke Dokter ya?, Ayah nggak mau Ibu kenapa - napa." Ucap Ayah sambil memijat pelan tengkuk Ibu yang sedang muntah.


"Enggak papa Yah, palingan cuman masuk angin bisa doang." Ucap Ibu sambil membasuh muka karna habis muntah.


"Tapi setiap Pagi Ibu pasti selalu muntah, Ayah jadi khawatir Bu." Ucap Ayah dengan nada khawatir.


"Udah Ayah nggak perlu merasa khawatir." Ucap Ibu sambil menatap sendu wajah Ayah.


Lama - kelamaan mata Ibu mulai menutup seraya ditambah pusing.


Ya sepertinya Ibu akan pingsan.


"Astaghfirullah Bu, bangun Bu." Ucap Ayah sambil menupuk - nepuk pelan pipi sang Istri.


Ayah dengan cekatan langsung menelepon Ambulan untuk sang Istri yang sedang pingsan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di Rumah Sakit Ayah menunggu Ibu di Ruang Perawatan dengan perasaan tak karuan karna khawatir tentang keadaan sang Istri.


Tak lama berselang Dokter yang menangani sang Istri keluar dari Ruang Perawatan.


Sang Dokter langsung menghadap ke Pak Puji selaku Suami dari Nuri seraya berkata.


"Selamat ya Pak." Ucap sang Dokter sembari mengulurkan tangannya.


Puji yang melihat adegan tersebut merasa bingung karna sang Dokter mengulurkan tangannya.


"Memangnya kenapa Dok?." Ucap Puji dengan raut wajah bingung.


"Begini Pak Istri Bapak kini...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*Oke kita skip ya kabar yang diberikan Dokter, biar kalian yang menebak kabar apa yang akan diberikan oleh si Dokter😁🙏tenang aja kok, di episode ini tetep bakal dijelasin kabar apa yang diberikan si Dokter. Author cuman mau bikin kalian mikir dulu🤗🙏


"Eh Gas, ngomong - ngomong abis lulus lu lanjut kuliah atau langsung kerja?." Celetuk Rendy dengan tiba - tiba.


"Emmm...gue sih kayaknya langsung kerja aja ya, buat nerusin usaha Bokap gue." Ucapku.


"Yah...berarti kita pisah dong." Ucap Rendy dengan memasang raut wajah sedih.


"Ya udah ntar gue ikut elo deh kuliah, toh Bokap gue masih sanggup buat kerja." Ucap ku sembari menepuk - nepuk pundak Sahabatku.


"Seriusan?, Yes kita bareng. Tapi duo GG gimana?." Tanya Rendy sambil melihat kearah Gilang dan Galang.


"Kita sih juga ikut aja bro, ya kan Lang?." Tanya Gilang pada Galang.


"Yoi." Ucap Galang singkat sambil menunjukan jempol kanannya.


"Yes kita empat berSahabat takkan pernah terpisahkan." Ucap ku pada ketiga Sahabatku.


"YOI." Ucap mereka bertiga secara serentak.

__ADS_1


Aku dan ketiga Sahabatku melihat pedagang Es Dawet langgan kami, dan kami pun langsung menyambar Es Dawet yang masih sepi karna baru masuk waktu istirahat.


Dan benar apa pikir kami, tak lama kami selesai membeli Anak - Anak dari semua Kelas langsung membeli Es Dawet langganan kami.


"Eh Gas gimana kabar Nyokap lo?, udah kembung belum?." Ucap Rendy sambil menyeruput Es Dawet miliknya.


"Belum tau juga sih, namun 1 Minggu ini Nyokap gue muntah - muntah mulu." Ucap ku.


"Nah itumah tanda - tanda Orang hamil bre." Celetuk Rendy.


"Emang iya?." Tanyaku dengan nada tak percaya.


"Dih coba deh search di Google pasti ada." Ucap Rendy sambil menjelaskan kepadaku.


"Semoga aja deh Ren apa yang lo ucapin jadi kenyataan." Ucapku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak selang beberapa lama ada telpon yang masuk ke handphoneku yang tak lain dan tak bukan yang menelepon ada Ibu.


"Halo Assalamuailaikum Bu, ada apa?." Tanya ku dari telpon.


"Waalaikumsalam Nak, ini Ayah." Ucap Ayah dari telpon.


"Lho kok Ayah pake handphone Ibu?. Ibu mana Yah?." Tanyaku.


"Ibu lagi di Rumah kok Nak." Ucap Ayah.


"Ohh...terus Ayah ada apa menelepon aku?." Tanyaku pada Ayah.


"Ini Nak Ayah mau ngasih kabar bahagia ini ke kamu." Ujar Ayah dengan nada semangat 45.


"Ibu Nak, Ibu lagi hamil Adik kamu." Ucap Ayah dengan nada bahagia.


"Apa Yah?!, Ibu hamil?. Alhamdulillah ya Allah." Ucap ku yang tak kalah bahagianya dari Ayah.


"Ayah emang tau dari mana kalo Ibu hamil?." Tanyaku pada Ayah.


"Begini Nak Ayah ceritain dulu ke kamu."


"Flash Back On"


"Begini Pak Istri Bapak kini telah mengandung Anak Bapak." Ucap Dokter sambil menepuk pundak Puji.


"Hah?!, Istri saya hamil Pak?." Tanya Puji dengan muka terkejut.


"Iya Pak, sekarang usia kandungan Ibu Nuri tengah menginjak angka 1 Minggu, dan diusia ini biasanya rawan keguguran Pak. Jadi saya mohon Bapak jaga Istri dan kandungan Istri Bapak ya." Ucap si Dokter sambil menjelaskan kepada Puji.


"Iya Dok, Dokter tenang aja. Saya bakal jaga dengan baik Istri dan Anak saya." Ucap Puji dengan nada gembira.


'Alhamdulillah Bu. Akhirnya apa yang kita harapkan terwujud, terima kasih ya Allah' Ucap Puji dalam batinannya.


"Flash Back Off"


"Ohhh...jadi begitu ya Yah ceritanya." Ucapku.


"Iya Nak. Gimana kamu seneng nggak mau punya Adik lagi?." Tanya Ayah dari telepon.


"Seneng banget Yah, makasih udah mau bikinin Adik buat Bagas. Bagas janji kelak Bagas bakal jadi Adik Bagas dengan nyawa Bagas sendiri Yah." Ucap Bagas dengan nada yakin.

__ADS_1


"Iya, tapi kamu jangan beneran ngorbanin nyawa kamu sendiri ya. Ayah juga nggak mau kamu kenapa - napa. Ayah mau kalian berdua selamat, gimana pun kamu juga tetep Anak Ayah walau bukan kandung." Ucap Ayah dengan nada lembut.


Aku yang mendengar perkataan Ayah tanpa sadar mengeluarkan air mata bahagia.


Tak kusangka Orang yang dulu dingin kepada ku dan Ibuku kini telah berubah menjadi hangat.


Tak lupa aku juga berterima kasih kepada Allah SWT yang mampu untuk membolak - balikan hati manusia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa lu Gas?." Tanya Galang yang melihat ku datang dengan mata merah bekas menangis.


"Lu nangis?." Lanjut Galang.


Dan seketika Rendy dan Gilang yang sibuk dengan handphonenya langsung melihat kearahku.


"Eh enggak kok ini cuman air mata bahagia." Ucapku untuk menenangkan ketiga Sahabatku.


"Kenapa lu bahagia?." Tanya Rendy.


"Soalnya Nyokap gue lagi ngandung calon Adik gue." Ucap ku dengan nada santai.


"Alhamdulillah kalo gitu." Ucap Rendy dan diangguki oleh duo GG.


"Traktir lah Gas. Kan lo mau punya Dedek bayi." Ucap Rendy sambil menatap lekat kearahku. Begitu juga dengan duo GG.


"Hufftt kuy lah." Ucapku pasrah.


"YES." Ucap mereka bertiga dengan serentak.


Sesampainya di Warung makan, kami mulai memesan makanan.


"Kalian kalo pesen jangan banyak - banyak ya." Tukas ku pada ketiga Sahabatku.


"Beres." Ucap ketiga Sahabatku dengan serentak.


Bukan Trio somplak namanya kalo cuman pesen 1 makanan sama 1 minuman.


Mereka memborong semua menu yang ada disana tanpa terkecuali.


Huffttt...aku hanya dapar menghela napas panjang.


Bersambung..


.


.


.


.


.


...Sorry kalo hari ini cuman up 1 episode, soalnya Author lupa kalo Hari ini ada jadwal up episode hehe....


...Jadi tadi Sore Author cepet - cepetin bikin episode nya supaya tidak membuat bosan pemirsa yang membaca karya ku....


...Sekali lagi maaf ya Temen - Temen🙏😢...

__ADS_1


...See You In The Next Episode...


__ADS_2