Membongkar Rahasia Sang Ayah

Membongkar Rahasia Sang Ayah
Ngedate


__ADS_3

...Seperti biasa, setelah membaca Novel ini diharapkan untuk menekan Like nya ya🤗😉...


...----------------...


Note: Di episode ini akan berfokus pada Bagas dulu ya Teman - Teman.


Blushhh...muka Bagas memerah seketika setelah membaca pesan dari seseOrang.


'Ya ampun, apa aku sedang bermimpi. Tunggu kenapa aku harus senang mendapat pesan ini?' Batin Bagas.


Isi Chat Bagas:


Kak Susi: Gas, besok mau temenin Kakak beli pakaian nggak, nanti Kakak traktir deh.


Ya, yang mengirim pesan ke Bagas adalah Kak Susi. Orang yang membuat hati Bagas bingung dengan perasaan-nya sendiri.


Bagas Cute: Maaf Kak, Bagas nggak bisa, Bagas besok ada urusan Kak, maaf🙏


Kak Susi: Oh, yaudah deh nggak apa - apa Gas, nanti Kakak berangkat sama Temen Kakak aja. Maaf udah ganggu urusan kamu🙏


Entah apa yang terjadi, tiba - tiba perasaan Bagas berkecamuk antara marah dan penasaran.


Bagas Cute: Temen Kakak itu Cewe atau Cowok?


Kak Susi: Cowok tuh Gas, emang kenapa?


Bagas Cute: Eee...setelah Bagas pikir - pikir Bagas ikut Kakak aja deh, sekalian biar bisa di traktir hehe😅


Entah apa yang Bagas rasakan saat ini, tapi yang jelas setelah Kak Susi bilang bahwa yang menemaninya adalah seorang Pria, tiba - tiba saja dia marah, dia tidak ingin Kak Susi dekat dengan Pria lain.


Kak Susi: Beneran nggak apa - apa nih, kalau nggak bisa juga nggak apa - apa Bagas. Kakak bisa kok ajak Temen Kakak.


Bagas Cute: Enggak kok Kak, Bagas bisa, jadi Kakak berangkat bareng Bagas aja ya. Tapi ngomong - ngomong berangkatnya jam berapa ya?


Kak Susi: Emmm...kira - kira jam 08:00, gimana kamu bisa nggak?


Bagas Cute: Bisa sih Kak, nanti jam 08:00 aku jemput ya Kak.


Bagas Cute: Selamat malam juga Kakak👋


Percakapan mereka pun diakhiri dengan ucapan selamat malam dari Kak Susi dan Bagas.


...----------------...


Disisi lain Susi sebelum chattingan dengan Bagas...


'Aduh kok perasaan ku jadi gini ya, kayak ada yang janggal gitu tapi apa ya. Apa aku suka sama Bagas? Ah tidak - tidak, aku tidak boleh suka sama Bagas. Kan dia Sahabat Adik aku, jadinya dia juga Adik aku,' pikir Susi.


Setelah lama Susi berpikir akhirnya dia memutuskan untuk mengajak jalan Bagasee besok untuk menentukan perasaan-nya sendiri.


'Mending ngajak jalan Bagas aja, tapi aku pake alesan apa ya. Masa ngajak jalan doang, entar aku malah dikira suka lagi sama dia. Ah apa aku pakai alesan ngajak dia beli pakaian aja ya. Okelah kita coba,' pikir Susi.

__ADS_1


Kak Susi: Gas, besok mau temenin Kakak beli pakaian nggak, Kakak traktir deh.


Susi menunggu balasan pesan dari Bagas dengan penuh semangat. Namun semangat itu langsung suram setelah melihat balasan pesan dari Bagas.


Bagas Cute: Maaf Kak, Bagas nggak bisa, besok Bagas ada urusan, maaf🙏


Susi yang membaca pesan tersebut entah kenapa dirinya tiba - tiba saja kecewa.


Kak Susi: Oh, yaudah deh nggak apa - apa Gas, nanti Kakak berangkat sama Temen Kakak aja. Maaf udah ganggu urusan kamu🙏


Entah karna apa Susi menulis pesan tersebut, padahal dia tidak punya Teman untuk diajak besok.


Bagas Cute: Temen Kakak itu Cewe atau Cowok?


Kak Susi: Cowok tuh Gas, emang kenapa?


Lagi - lagi Susi menulis pesan yang tidak masuk akal, karna mana mungkin dia jalan sama Cowok sedangkan dia sendiri saja belum punya Temen Cowok.


Bagas Cute: Eee...setelah Bagas pikir - pikir Bagas ikut Kakak aja deh, sekalian biar bisa di traktir hehe😅


Hati Susi kali ini bak terkena virus Cinta, hatinya seperti dipenuhi oleh bunga - bunga yang indah setelah membaca pesan dari Bagas.


Kak Susi: Beneran nggak apa - apa nih, kalau nggak bisa juga nggak apa - apa Bagas. Kakak bisa kok ajak Temen Kakak.


Bagas Cute: Enggak kok Kak, Bagas bisa, jadi Kakak berangkat bareng Bagas aja ya. Tapi ngomong - ngomong berangkatnya jam berapa ya?


Susi sempat berpikir sejenak tentang pertanyaan Bagas, karna dia belum memikirkan soal itu.


Kak Susi: Emmm...kira - kira jam 08:00, gimana kamu bisa nggak?


Bagas Cute: Bisa sih Kak, nanti jam 08:00 aku jemput ya Kak.


Bagas Cute: Selamat malam juga Kakak👋


Susi sangat senang kali ini, entah kenapa setelah mendengar kata setuju dari Bagas dia sangat senang sampai dia guling - guling nggak jelas di Kasur.


'Ahhh...Bagas besok mau jalan sama aku, ya ampun kok aku malah kesenengan sih. Kira - kira besok pake Pakaian apa ya buat jalan bareng Bagas. Kok malah kaya lagi ngedate sih,' Batin Susi sambil memeluk Guling kesayangan-nya yang berbentuk Kucing Oren.


...----------------...


Di pagi harinya Bagas sudah akan siap - siap untuk menjemput Susi mengingat jam sudah menunjuk-kan angka 08:00 WIB.


"Ibu, Eyang. Bagas mau berangkat dulu ya."


"Lho, iki kan dino Minggu Le, emang'e Sekolah'an mu ra prei to?" Tanya Eyang Putri.


(Lah, ini kan hari Minggu Nak, emangnya Sekolah'an mu nggak libur ya?)


"Kendel kok Eyang, niki kulo bade kesah kaleh Rencang - Rencang sekedap Eyang," ujar Bagas.


(Libur kok Eyang, ini aku mau pergi bareng Teman - Teman sebentar Eyang)

__ADS_1


Bagas pun menyalimi Ibu serta Eyang Putrinya.


*Buat yang nanya Ayah ada dimana? Beliau sedang main Catur di Rumah Pak Rt ya Teman - teman.


Bagas pun menjemput Susi di Rumahnya. Penampilan Bagas cukup membuat kaum Hawa kesemsem dengan ketampanan-nya.


Tak lama berselang keluarlah Wanita yang dia tunggi dari tadi, ya siapa lagi kalau bukan Kak Susi.


Wanita Cantik itu keluar dengan pakaian sederhana namun elegan, pemandangan tersebut bisa membuat kaum Adam juga kesemsem dengan ke Cantik'an Kak Susi.


Mata Bagas dan Kak Susi saling menatap untuk waktu singkat, Kak Susi memuji penampilan Bagas yang Tampan dengan wajah kalem dengan mata yang teduh dan senyum yang manis


Begitu pula sebaliknya Bagas memuji penampilan Kak Susi dari ujung jilbabnya hingga ke sepatu yang digunakan-nya.


'Benar - benar Tampan/Cantik,' puji mereka dalam batin.


"Ehem...eee Kakak sudah siap?" Tanya Bagas untuk meminimalisir rasa gugupnya.


"Eh eee...iya Gas, jadi kan kita berangkat?" Tanya Kak Susi balik.


"Jadi dong, ayo," ajak Bagas.


Kak Susi pun naik ke atas motornya Bagas seraya pegangan pada pundaknya.


"Kak, jangan pegangan di pundak dong, nanti jatuh lho," tutur Bagas.


"Eee...nggak apa - apa kok Gas, Kakak gini aja," ujar Kak Susi dengan gugup.


"Yakin?" Tanya Bagas.


"Y-yakin kok Gas," ucap Kak Susi.


"Yaudah deh."


Entah sengaja atau tidak Bagas tiba - tiba melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, beruntung jalanan masih sepi, Kak Susi yang terkejut langsung memegang pinggang Bagas seraya berkata.


"Bagas pelan - pelan dong!" Omel Kak Susi.


"Iya Kak, ini udah pelan, mangkanya Bagas udah bilang jangan pegangan di pundak," tutur Bagas.


Wajah Susi memerah saat dirinya tau bahwa dia memegang pinggang Bagas dengan erat.


Lalu dengan cepat dia menyingkirkan tangan-nya dari sana.


"Pegangan aja Kak, nggak papa kok. Dari pada nanti Kakak jatuh," ujar Bagas.


Kak Susi pun menurut saja tapi dengan wajah memerah bak tomat.


...----------------...


...Terima kasih membaca Novel ini ya Teman - Teman, kalau ada salah - salah kata boleh komen dibawah ya....

__ADS_1


...Jangan lupa setelah membaca klik Likenya kalau bisa sih sama Favoritnya agar tidak ketinggalan Episode terbaru Novel Si Ayah Dingin....


...See You In The Next Episode👋...


__ADS_2