Membongkar Rahasia Sang Ayah

Membongkar Rahasia Sang Ayah
Kapan Honeymoon nya?


__ADS_3

Sesampainya diRumah Bagas langsung menyapa Ibunya, sementara sang Ayah berada diKantor karena bekerja.


"Assalamualaikum Ibu."


"Waalaikumsalam Nak."


"Bu, Bagas boleh bantu Ibu nggak?." Tawarku.


"Nggak perlu Nak, kamu kan habis pulang Sekolah nanti capek gimana?." Ucap Ibu menolak dibantu sang Anak.


"Pliss Bu, Bagas pengen bantu Ibu nyiapin makan malam buat Ayah." Ucapku dengan nada memohon.


"Yaudah deh, tapi kamu ganti baju dulu ya." Ucap Ibu.


Aku pun langsung bergegas mengganti pakaian ku dan segera menuju dapur untuk membantu Ibu menyiapkan makan malam kami.


🌒Malam Haripun Tiba.


Aku dan Ibu sedang menunggu Ayah pulang dan di meja makan sudah tersedia berbagai masakan enak nan lezat buatanku dan Ibuku.


Sesaat kemudian Ayah pulang. Aku dan Ibu langsung menyambut Ayah dengan bahagia.


"Assalamualaikum." Sapa Ayah dari pintu depan.


"Waalaikumsalam Yah" Ucapku dan Ibu serentak.


"Wahh masakan nya banyak nih dan kayaknya enak - enak semua." Ucap Ayah.


"Iya Yah Ibu tadi dibantu Bagas." Ucap Ibu


"Wah kamu pintar Gas mau bantu Ibu." Ucap Ayah sambil mengelus rambutku.


"Hehe makasih Yah." Ucapku dengan malu - malu.


POV Ayah.


Jujur aku masih belum merasa jatuh cinta dengan Istri maupun Anakku, karna aku masih belum mau untuk menyentuh Istri yang sudah sah untuk kusentuh.


Atau pun aku belum meresakan hal yang berbeda saat bersama Anakku.


Karna saat didepan Istri dan Anakku seperti tadi aku berpura - pura untuk terlihat senang agar mereka tidak sedih lagi.


Aku terus memanjatkan doaku pada sang Maha Kuasa agas membuat ku jatuh cinta pada Istriku dan sayang pada Anakku.

__ADS_1


🌒Malam Hari pun Tiba🌒


Masih POV Ayah.


Saat diKamar aku melihat Istriku keluar dari Kamar Mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Pemandangn itu sontak membuat aku menelan salivanya dengan susah payah.


Padahal Aku sudah sering melihat Istriku keluar dari Kamar Mandi dengan keadaan seperti ini, namun kenapa Hari ini terasa berbeda dari yang biasanya ya, bisa dibilang Istriku keliatan lebih s*ksi. Pikir ku.


Istriku yang sadar kalau dari tadi aku menatap lekat tubuhnya pun langsung melihatku dengan lekat juga.


Istriku ini masih terbilang keliatan muda karna perawatan rutin yang dia jalani setiap Bulannya.


"Yah kenapa dari tadi mandangin Ibu terus?, ada yang salah?." Tanya Istriku.


"Eh eeee...eng-enggak Bu, enggak ada apa - apa kok hehe." Jawabku sambil menyengir canggung karna tak bisa kupungkiri kalo aku gugup melihat penampilan Istriku yang bisa dibilang sangat menggoda Iman kaum jantan.


"Oo...Ibu kirain ada apa, oh iya Yah tadi Bagas bilang kalau Bagas besok mau jalan - jalan sama Temen - Temennya ke Alun - Alun Yah." Ucap Ibu


"Ohh...Yaudah nggak papa Bu, Ayah ijinin asal Bagas nggak pulang kemaleman." Ucapku sambil memberi ijin untuk Anakku walau lewat Istriku.


POV Ayah selesai.


Suasana sedikit hening...namun tubuh Ayah tiba - tiba jadi sedikit panas berdekatan dengan Ibu. Rasanya dia seperti kehilangan kendali saat ada bersama Ibu.


Ayah tak bisa menahan ini lebih lama lagi, Ayah ingin menerkam Ibu sekarang juga lagipula Ayah juga sudah jadi Suami sah dari Ibu.


Ayah berbalik lalu menghadap Ibu yang sudah terlihat memejamkan matanya.


'Tahan Ji lo jangan minta jatah Istri lo yang lagi tidur pulas, tunggu besok aja. Ayo lo pasti bisa lo kan kuay' Batin Ayah.


Dengan hasrat yang belum tertuntaskan Ayah menutup matanya dan memaksakan untuk tidur saja.


🌄Pagi Hari pun Tiba🌄


Karna Bagas ada janji dengan Teman - Temannya dia sudah pergi dulu Pagi - Pagi sekali karna Teman - Teman nya sudah menunggu diluar Rumahnya.


Oh iya Btw disini ada si Putri gebetan Bagas yang lagi Bagas coba lupain, kalian masih ingat?. kalo belom coba baca "Bab 2. Ide Sahabat". Disitu bakalan dikasih tau siapa Putri itu. Oke lanjutt...


Disini kita masih berfokus pada Ayah ya Teman - Teman ku karna ini cerita "Si Ayah Dingin". Kalo mu cerita cint Bagas dan Putri nanti ya sabar dulu...


DiRumah Ibu. Ibu menyiapkan makanan dan kopi untuk Ayah dan Ibu juga ikut duduk dan makan disamping Ayah.

__ADS_1


Ayah memulai percakapannya dengan Ibu sambil menyesap kopi hitam dan memegang koran.


"Bu, Bagas tadi udah berangkat ya?." Tanya Ayah.


"Udah Yah tadi pagi - pagi sekali dia udah berangkat dijemput Teman - Temannya Yah." Ucap Ibu.


Ayah hanya ber-oh ria setelah mendengar penuturan sang Istri.


💧💧💧💧💧


Ayah kembali memulai percakapan dengan sang Istri dan hal tersebut membuat sang Istri terkejur bukan main.


"Bu, kita bulan madu yuk." Ajak Ayah.


"Ee...a-apa Yah?." Tanya Ibu dengan nada ragu - ragu.


"Kita bulan madu ya Bu. Maaf selama ini Ayah belun bisa memberikan nafkah batin kepada Ibu, Ayah tau ini terlambat tapi Ayah harap tidak ada kata terlambat bagi orang yang ingin berubah menjadi lebih baik." Ucap Ayah tulus.


Hal itu membuat sang Istri mengeluarkan air matanya karna merasa tak percaya setelah mendengar penuturan Suaminya tersebut.


Dan itu sontak membuat Istrinya tersebut bahagia bukan main. Lalu dia mengangguk sembari berkata.


"Yah sudah Ibu bilang, Ibu pasti akan setia menunggu Ayah siap memberikan nafkah bati kepada Ibu meski hal itu butuh waktu lama." Ucap Ibu sambil membersihkan sisa air matanya.


"Terima kasih Bu sudah menerima Laki - Laki yang banyak salah ini dengan iklas dan tulus serta sudah bersama Ayah selama puluhan Tahun tanpa rasa lelah tetap melayani Ayah meski bukan urusan nafkah batin karna Ayah belum mau memberikannya pada Ibu waktu itu. Tapi sekarang Ayah ingin memberikan nafkah batin pertama Ayah pada Ibu, apa Ibu mau?." Ucap Ayah sambil membungkuk didepan Ibu.


Hal itu membuat Istrinya tersebut lagi - lagi dibuat tak percaya karna sang Suami yang terkesan dingin dan cuek itu rupanya bisa bersikap romantis terhadapnya.


Ayah mendongak keatas kearah Ibu sembari berkata.


"Bu, Ayah memang bukan orang yang romantis, ayah juga sudah Tua. Dan disisa masa Tau Ayah ini apa Ibu mau menemani Ayah sampai ajal menjemput?." Tanya Ayah yang sekarang sudah berdiri dan memegang kedua tangan Ibu.


Ibu mengangguk dan berkata.


"Ibu mau Yah hiks hiks...akhirnya Ayah mengatakan hal ini juga ke Ibu, makasih Yah. Tapi kapan kita ehem honeymoon nya?." Tanya Ibu.


"Kalau bisa secepatnya Bu, nanti Ayah pilihkan jadwal yang kosong di Perusahaan agar kita bisa honeymoon berdua. Nanti jangan lupa bilang Bagas ya Bu." Ucap Ayah.


"Iya Yah." Ucap Ibu sambil memeluk erat Suaminya tersebut.


💧💧💧💧💧


Bersambung..

__ADS_1


See You In The Next Episode


__ADS_2