Membongkar Rahasia Sang Ayah

Membongkar Rahasia Sang Ayah
Cinta?


__ADS_3

"Bagas mana Yah?." Ucap Ibu yang baru pulang dari Honeymoonnya.


"Nggak tau Bu, coba Ibu panggil pasti dia jawab." Ucap Ayah sambil mengeluarkan koper dari dalam mobilnya.


"Udah Ibu coba panggil tapi nggak dijawab Yah." Ucap Ibu dengan nada gelisah.


"Udah Ibu tenang aja nggak usah panik gitu, coba telpon Bagas." Ucap Ayah sambil menenangkan sang Istri.


"Oh iya ya Yah kenapa nggak Telpon si Bagas aja ya." Ucap Ibu.


Ayah yang melihat Ibu seperti itu sontak langsung membuat sang Suami menggeleng - gelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis.


Tringgg...suara handphone Bagas berbunyi.


"Halo Asslamuailaikum Ibu. Ada apa Bu?." Ucap Bagas dengan nada lembut dan jelas.


"Waalaikumsalam Nak. Ini Ibu mau tanya kamu ada dimana Nak?." Ucap Ibu.


"Ohh...Bagas masih ada diRumah Rendy Bu, memangnya kenapa Bu?." Tanya Bagas.


"Oh enggak ada apa - apa kok Nak, Ibu cuma khawatir sama kamu. Yaudah Ibu tutup telponnya ya, kalo pulang jangan kemaleman ini Ibu sama Ayah udah pulang soalnya." Ujar Ibu.


"Iya Ibu kalo gitu Bagas pamit dulu Assalamualaikum." Ucap Bagas dengan nada lembut.


"Waalaikumsalam." Ucap Ibu.


Tut...begitu kira - kira suara telpon saat dimatikan.


"Siapa Gas?." Tanya Rendy pada Bagas.


"Ini Ibu, katanya dia udah sampe Rumah dan menyuruhku jangan pulang malam - malam." Ujarku.


"Ohhh...kirain ada apa." Ucap Rendy.


🕢Jam 8:30.


Gilang dan Galang bergegas untuk pulang karna kedua Orang Tua mereka sudah menelepon.


"Eh bro kami pamit dulu ya." Ujar Gilang.


"Sama nih gue mau pamit juga, takut Ibu nyariin." Ucapku.


"Oke deh, Bye~." Ucap Rendy.


"BYE~." Ucapku dan duo GG secara serentak.


Note: Galang itu Orang yang pendiam ya Teman - Teman🤗.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bagas telah sampai diRumah, dia juga tak lupa untuk mengucapkan salam dan mencium punggung tangan kedua Orang Tua nya.


"Assalamualaikum Yah, Bu." Ujar Bagas.


"WAALAIKUMSALAM." Ujar Ayah dan Ibu secara bersama - sama.


"Sudah pulang Nak?." Tanya Ibu.


"Sudah Bu." Jawabku.


"Makan dulu Nak." Tawar Ayah yang tengah duduk di meja makan sambil menyeruput kopi.


"Boleh Yah. Bu Bagas minta makan ya." Ucapku sambil tersenyum dengan gigi yng terlihat.

__ADS_1


"Iya Nak." Ucap Ibu sambil menyiapkan makanan.


"Gimana Yah?, udah berhasil." Tanyaku dengan nada pelan.


"Pokoknya terima beres." Ucap Ayah sambil mengacungkan jempol kanannya.


"Yes Bagas mau punya Adik hihi." Ucap ku sambil tertawa pelan.


"Hayo kalian bisik - bisik kenapa?." Tanya Ibu yang tiba - tiba sudah ada di belakangku.


"Ee..enggak ada apa - apa kok Bu, ya kan Gas?." Tanya Ayah dengan menyipitkan satu matanya.


"Ah iya Bu nggak ada apa - apa kok." Ucap ku yang mengerti kode dari Ayah.


"Ohh..." Ibu hanya ber-oh ria saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌄Pagi Hari pun tiba🌄


Bagas sudah siap - siap ingin berangkat ke Sekolah setelah Shalat subuh.


Tak lupa dia juga makan dan mengambil bekal yang telah disiapkan oleh sang Ibu.


Begitupun dengan Ayah yang telah siap dan ingin sarapan terlebih dahulu sebelum mengambil bekal yang telah dibuatkan oleh sang Istri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di Sekolah aku melihat Putri jalan dengan Bayu.


*Bagi yang nggak tau Bayu itu siapa bisa di cek di episode "Kayak Kuda" ya🤗.


Kali ini tidak seperti biasanya melihat Putri jalan dengan Bayu.


Apa mungkin hatinya sudah kepincut sama Perempuan lain ya. Pikirnya.


Memang sejak jam pelajaran Bagas terus saja melamun hingga dihukum oleh Guru. Kalian tau siapa yang Bagas sedang pikirkan? Putri? salah jawabannya adalah Susi Kakak dari Sahabatnya Rendy.


Usia nya dan Susi cuman terpaut 3 Tahun yaitu Bagas 17 Tahun sedangkan Susi 20 Tahun.


Bagas sendiri tidak tau kenapa semenjak kemarin dirinya tidak bisa berhenti untuk memikirkan soal Susi.


Apa ini karna kekhawatirannya sebagai Sahabat Adiknya atau lebih? Entah lah Bagas sendiri bingung dengan perasaannya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain Susi pun tak bisa melupakan Bagas sejak kejadian kemarin.


Entah kenapa wajah Bagas selalu muncul di pikirannya terus.


Dia Pria yang lucu hihi. Batin Susi yang tanpa sadar dia tersenyum karna memikirkan Bagas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Warnet'an kuy." Celetuk Rendy.


"Kuy lah." Ucap Gilang


"Gue sih ayo aja." Ucap Galang.


"Eh Ren gue mau tanya sesuatu nih." Ucap ku dengan nada ragu - ragu.


"Kenapa Gas?." Tanya Rendy.

__ADS_1


"Eee...Kakak lo itu udah punya Pacar nggak?." Ucap ku dengan nada pelan namun masih terdengar oleh Rendy.


"Udah putus kemarin, kan lo liat sendiri Cowoknya Kakak gue nampar Kakak gue, ya jelas mereka putus lah." Ujar Rendy sambil menjelaskan status Kakaknya saat ini.


"Ohh.." Aku hanya ber-oh ria sembari meminum Es Dawet miliku.


Note: Bagas and Friend's ini pecinta Es Dawet ya Temen - Temen😁


"Kenapa lo suka Kakak gue ya?." Celetuk Rendy.


Sontak hal itu berhasil membuat Bagas tersedak minumannya.


"E-e kita jadi ke warnet nggak?." Ucap ku untuk mengalihkan pembicaraan.


"Yaelah nggak usah dialihin pembicaraannya kali, kalo lo suka sama Kakak gue nggak papa gue setuju kok." Ucap Rendy dengan nada santai.


Berkat ucapan dari Rendy aku kembali tersedak oleh minuman yng sedang kuminum.


"Eh Gas lo ini sering banget deh keselek." Ujar Gilang.


"Udah nggak papa, kita jadi kewarnet nggak?." Ucap ku.


Mereka bertiga pun langsung mengangguk tanda setuju dan aku juga bisa bernapas lega karna mereka tidak jadi membahas hal barusan.


Di perjalanan aku terus melamun dan ketiga Sahabat ku asik bercakap ria tanpa kudengar.


Aku melamun perihal Kak Susi dengan segudang pesona yang dimilikinya.


'Kenapa dengan ku, aku sampai bisa melamun perihal Kak Susi. Apa jangan - jangan aku sudah menyukai Kak Susi?. Tidak - tidak ini bukan suka melaikan sebuah cinta. Ya cinta, apa aku sudah mencintai Kak Susi." Pikirku dalam lamunanku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sama hal nya dengan Bagas, Kak Susi pun melamun soal Bagas yang terus mengganggu pikirannya selama bekerja.


'Kenapa Bagas selalu ada di pikiranku terus ya?, ada apa ini. Apa aku sudah mulai suka dengan Bagas?. Tidak - tidak dia kan Sahabat dari Adikku aku tidak boleh suka dengannya lagi pula Umur kami berbeda.' Batin Susi dalam lamunannya.


Susi dalam sehari cuman memikirkan Bagas. Ada apa dengannya, biasanya dia tidak seperti ini, bahkan dengan Pacarnya sebelumnya. Apa ini cinta?. Tanya Susi pada dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain ada Ayah dan Ibu yang sedang bermesraan satu sama lain.


Ibu memulai percakapan dengan Ayah.


"Yah semoga minggu depan apa yang kita harapkan terwujud ya Yah?." Tanya Ibu yang tengah dipeluk oleh sang Suami.


"Aminn..." Ucap Ayah sambil mencium puncak kepala sang Istri.


Bersambung..


.


.


.


.


.


...*Halo teman - teman yang membaca novel ini, jangan lupa like, vote, sama masukin ke list favorit kalian ya.....


...Semoga kalian diberi kesehatan sama Tuhan🙏...

__ADS_1


...See You In The Next Episode*...


__ADS_2