Membongkar Rahasia Sang Ayah

Membongkar Rahasia Sang Ayah
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Ibu menangis diam dan langsung memeluk Ayah yang hanya diam tak membalas pelukan Ibu.


Namun lama - lama Ayah mulai membalas pelukan Ibu sembari menepuk - nepuk pelan punggung Ibu.


Ayah berkata.


"Bu. Maaf selama ini Ayah mengabaikan kalian berdua, Ayah janji setelah ini Ayah akan belajar mencoba untuk mencintai kalian berdua. Apa Ayah bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk berubah?." Tanya Ayah yang tanpa sadar meneteskan air matanya.


"Yah..dengerin Ibu. Ibu dan Bagas akan memberikan kesempatan kedua untuk Ayah, dan jangan sampai Ayah sia - sia kan kesempatan yang Ibu dan Bagas berikan. Karna hati kami juga lelah karna Ayah terus bersikap dingin kepada kami. Ibu minta tolong Ayah jangan sia - sia kan kepercayaan kami pada Ayah ya?." Ucap Ibu disela tangisannya di dada Ayah.


"Iya Ibu, Ayah berjanji kalau Ayah akan menggunakan kesempatan kedua yang Ibu dan Bagas berikan dengan sebaik - baik nya. Ayah tidak akan mengecewakan kalian berdua lagi. Tapi Ayah minta tolong juga ke Ibu, beri Ayah waktu untuk berubah ya Bu?." Ucap Ayah sembari mencium puncak kepala Ibu.


Ibu mengangguk seraya berkata.


"Iya Ayah, selama Ayah memiliki keinginan untuk berubah, Ibu dan Bagas senantiasa untuk menunggu Ayah. Entah itu berapa lama.."Tutur Ibu.


♤♡◇♧


Bagas yang sedari tadi mendengar percakapan mereka pun ikut terenyuh karna ini pertama kalinya Bagas mendengarkan sang Ayah berkata seperti itu.


Bagas pun masuk ke Kamar Orang Tuanya itu. Dan hal itu membuat Ayah serta Ibunya terkejut.


Ceklek...suara pintu terbuka.


"BAGAS?" Ucap Ayah dan Ibu bersama - sama.


Bagas lalu melihat Ayah serta Ibunya secara bergantian sambil berkata.


"Iya Ayah, Ibu. Bagas sudah mendengarkan kalian berdua sedari awal. Ayah terima kasih sudah mau berusaha berubah. Seperti kata Ibu tadi, jangan pernah menyia - nyiakan kesempatan yang Bagas dan Ibu berikan pada Ayah. Bagas mau Ayah berubah, Bagas mau punya Ayah seperti Teman - Teman Bagas yang lain Yah. Bagas nggak butuh harta Ayah, Yang Bagas mau itu cuman Ayah." Ucap Bagas sambil berjalan mendekati kedua Orang Tuanya.


Bagas lalu memeluk kedua Orang Tuanya itu. Ayah yang mendengar hal itu dari Anak semata wayangnya menangis haru tak percaya.


Karna pikir Ayah semua Orang akan bahagia dengan harta, namun ternyata tidak dengan Anak serta Istrinya tersebut.


Bagas memang bukan Anak kandung Ayahnya, namun sang Ayah terus memanjakan Putranya tersebut dengan harta yang dimilikinya.


Istrinya juga begitu, dia memanjakan Istrinya tersebut dengan harta - hartanya yang bisa dibilang sangat banyak, karna Teman - Teman Istrinya tersebut sangat menyukai harta.


Karna pikir Puji-Suami Nuri, dia bisa membuat sang Istri Bahagia dengan harta yang diberikan Suaminya, walapun dia tidak mencintai sang Istri.


Tapi ternyata semua yang dipikirkan Ayahnya tersebut salah besar. Sang Istri dan Anaknya tersebut tidak bahagia sama sekali.


Ternyata harta tak menjamin Istri dan Anak nya bahagia, rupanya yang di butuhkan sang Istri serta Anaknya tersebut adalah dirinya.


'Ya ampun..ternyata selama ini aku telah salah besar, kupikir dengan melimpahkan harta kepada Istri serta Anakku mereka akan bahagia tanpa cintaku. Rupanya aku salah, ternyata yang mereka butuhkan itu aku. Ya Allah ampuni dosaku yang telah menyia - nyiakan Istri serta Anakku. Aku berjanji pada mereka kalau aku akan belajar untuk mencintai mereka.' Batin Ayah sambil meneteskan air matanya di dalam pelukan Istri dan Anaknya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Keesokan Paginya


"Pagi Yah.." Sapa Bagas pada Ayahnya tersebut.


"Pagi Nak..kamu mau berangkat sekolah?." Tanya Ayah sambil tersenyum kepada Anaknya tersebut.


"Iya Yah. Bagas berangkat dulu ya Yah..." Ucap Bagas sambil mencium tangan Ayah nya.


"Iya Nak. Kamu sudah ijin sama Ibu?." Tanya Ayah.


"Sudah Yah. Assalamualaikum Yah, Bu.." Ucap Bagas setengah teriak agar sang Ibu dapat mendengarnya.


"Iya Nak, hati - hati ya Nak." Ucap Ayah dan Ibu bersama - sama.


.


.


.


.


.


Sesampainya di Sekolah Bagas langsung menceritakan apa yang dialami nya kemarin kepada Sahabat - Sahabatnya.


"Serius?...Alhamdulillah kalo gitu bro. Kita ikut seneng dengernya." Ucap Galang yang diangguki Rendy dan Gilang.


Memang diantara ketiga Sahabatku tersebut cuman Galang yang paling bijak. lalu Gilang yang paling pintar. Serta Rendy yang paling jahil. Kalau aku?, Nah...kalau aku itu yang paling bisa memisahkan Sahabatku yang biasanya berantem karna masalah kecil.


Ok lanjut..


"Semoga Ayah lo itu bisa bener - bener berubah ya Bro. Kita semua berharap yang terbaik buat Keluarga kecil lo." Ucap Galang.


"Makasih bro. Gua beruntung banget punya Sahabat - Sahabat seperti kalian ini. Rasanya gua jadi Orang paling beruntung di Dunia karna bisa Sahabat'an dengan kalian." Ucapku dengan nada haru karna punya Sahabat - Sahabat yang tulus seperti mereka.


"Ya elah santai aja sih. Justru kita yang beruntung karna dapat sahabat'an dengan lo yang notabene itu Orang dari kalangan atas." Ucap Rendy.


Ucapan Rendy tersebut membuatku tanpa sadar mengeluarkan air mataku.


Dan hal itu membuat ketiga Sahabatku tersebut juga ikut mengeluarkan air matanya. Lalu mereka memelukku bersama - sama.


Sesampainya di Kelas aku tetap tidak berbicara dengan Putri maupun hanya untuk bertegur sapa dengannya.


Karna kata Ibu lebih baik jauhi Wanita yang masih punya hubungan dengan Orang lain, boleh berteman tapi harus jaga jarak. Begitu pesan Ibu.


Tanpa kusadari Putri sudah ada disamping mejaku seraya berkata.

__ADS_1


"Eh Gas, Ee...gue boleh pinjem bolpoint lo nggak bentar aja." Ucap Putri dengan nada ragu - ragu.


Aku yang melihat hal tersebut sedikit terkejut, karna biasanya akulah yang menyapa dia dulu lalu dia akan menjawab dengan ketus dan dingin.


Aku pun berkata.


"Eh boleh kok Put." Ucap seraya mengambilkan bolpoint cadanganku.


"Ini." Ucap ku sambil memberikan bolpointku.


"Makasih ya Gas." Ucap Putri dengan nada kecewa.


Aku bingung kenapa Putri jadi keliatan begitu kecewa, apa aku berbuat salah lagi?. Tanyaku pada diri sendiri.


Sahabat - Sahabatku yang melihat hal barusan langsung menghampiriku seraya berkata.


"Cie...Cie...Cie yang lagi deket sama Yayang Bebeb nya." Ucap Rendy dengan nada menggoda.


Hal tersebut membuat Gilang dan Galang tertawa terbahak - bahak.


"Hiss bukan gitu, Putri tadi kesini cuman mau pinjem bolpoint aja kok. Nggak ada maksud lain." Ucapku menyakinkan mereka.


Mereka saling pandang sebentar lalu.


"Pinjem apa pinjem Gas?." Tanya Rendy menggoda.


"Hiss sudah kubilang pinjem bolpoint, kalian ini." Ucap ku dengan nada jengkel.


"Yaudah deh, kita balik ke meja kita dulu ya." Ucap Rendy.


"Yaudah sono yang jauh, kalau perlu nggak usah balik." Ucapku.


"Nanti kangen kita gimana?." Sekarang Gilang yang menggodaku.


Hal tersebut berhasil membuat Rendy dan Galang tertawa lepas.


Akhirnya mereka pun balik lagi ke mejanya masing - masing.


Bersambung..


.


.


.


.


.


Maaf ya teman - teman kalau episode ini kurang memuaskan, soalnya author lagi sakit nih🤒. doain author cepat sembuh ya teman - teman. biar author bisa bikin cerita yang lwbih menarik lagi.

__ADS_1


Suport terus author dengan cara Like Vote dan Share ke temen - temen kalian ya. Serta klik tombol Favoritnya agas kalian tidak ketinggalan episode terbaru aku. Ohh iya jangan lupa tinggalkan Coment kalian disini ya. Boleh Coment Kritik/Saran.


🤗🤗🤗


__ADS_2