Membongkar Rahasia Sang Ayah

Membongkar Rahasia Sang Ayah
Kayak Kuda


__ADS_3

Oke balik lagi ke Bagas dan Kawan - Kawannya, kita tinggalkan pasangan yang lagi membuat Adik kecil untuk Bagas>///<.


Bagas dan ketiga Sahabatnya tersebut sedang menonton film horror sesuai janji mereka kemarin.


Terlihat Rendy ketakutan setengah mati sampe menutup kedua matanya.


Hal itu tak luput dari penglihatan duo GG yang ingin berbuat jahil terhadap Rendy.


"Cieee...lo takut ya Ren?." Goda Gilang.


"Eh ee...siapa y-yang takut?, cuman n-nonton gini doang kok takut." Ucap Rendy dengan nada terbata - bata.


"Halah ngaku aja deh Ren, katanya kemarin janji nonton film horror bareng tapi kok malah tutup mata?." Goda Galang.


"Udah diem mending kita fokus aja sama itu, biarin Rendy tutup matanya." Leraiku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mereka selesai menonton film horror barusan. Mereka langsung masuk keKamar Bagas.


Disana mereka membahas berbagai hal yang ada, mulai dari hobi sampai Orang yang mereka sukai.


Dimulai dari Bagas yang menceritakan Orang yang dia cintai bernama Putri tapi sayangnya cinta itu bertepuk sebelah tangan.


Lalu Rendy yang menyukai seorang Siswi kutu buku di Sekolah yang bernama Dewi.


Gilang yang menyukai Siswi pendiam di Kelasnya yang bernama Mawar.


Dan Galang yang menyukai salah tau Anggota Osis yang galak, bernama Amel.


Mereka semua belum pernah menyatakan perasaan mereka kepada Orang yang mereka cintai karna memang mereka takut cinta itu bertepuk sebelah tangan.


Dan hal itu membuat Orang yang mereka cintai menjauh dari mereka.


Tanpa sadar mereka sudah bercerita hingga larut malam. mengingat jam sudah menunjukan jam 11:15..


Mereka segera untuk tidur untuk besok keSekolah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Adzan subuh berkumandang aku bangun terlebih dahulu untuk minum air putih.


Aku melihat ketiga Sahabatku yang masih terlelap.


Mengingat mereka belum Shalat subuh Bagas pun membangunkan mereka bertiga untuk mandi dan Shalat subuh.


Setelah mereka melakukan Shalat subuh ke-empat Sahabat itu mulai berdiskusi untuk memutuskan siapa yang akan memasak untuk mereka.


"Eh yang masak siapa nih?." Ucapku.


"Eee...Galang aja dia pinter masak tuh." Ucap Rendy sambil menunjuk kearah Galang.


"Lah kok gue, kan yang pinter masak diSekolahkan Gilang." Ucap Rendy


"Eh kok malah gue sih Lang?, kenapa nggak Rendy aja?." Ucap Gilang sambil melihat kearah Rendy.


"Dih ya nggak mau lah, tugas gue mah makan doang." Ucap Rendy.


"Udah - udah mending gue aja deh, dari pada kalian ribut - ribut nggak jelas nanti kita malah telat masuk Kelas." Ucap ku melerai ketiga Sahabatku yang selalu bersitegang itu.

__ADS_1


Yahh...begini lah kehidupanku dan ketiga Sahabatku, tugasku cuman cukup jadi penengah diantara mereka bertiga itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Oke kita balik kedua sejoli yang sedang membuat Adik kecil untuk Bagas.


Yaitu pasangan Puji Aditara dan Nuri Septiawan.


Kedua pasangan yang tak lagi muda itu sedang berusaha keras membuat Adik kecil untuk Bagas.


Terbukti dari berapa kerasnya mereka berusaha adalah dari durasi mereka berhubungan badan yang menghabiskan beberapa ronde.


Sang Istri yaitu Nuri tak percaya kalau Suaminya itu bisa menggempurnya habis - habisan semalam.


Suaminya itu memang sudah Tua tapi tenaganya lebih kuat dari kuda.


"Sayang bagun yuk kita sarapan." Ucap Ayah dengan nada lembut.


Terlihat Ibu menggeliat lalu membuka matanya pelan seraya berkata.


"Capek Yah, pinggang Ibu rasanya remuk." Ucap Ibu yang memang keliatan lelah.


"Maaf ya Bu kemarin Ayah terlalu bersemangat hehe. Habis nya ini pertama kalinya Ayah melakukan hubungan intim dengan Ibu." Ucap Ayah sambil nyengir.


"Tapi ya nggak sampe 5 ronde juga Yah, capek Ibu itu, Ayah nih tenaganya kayak kuda aja deh." Ucap Ibu sebal.


"Hehe, gimana Bu senjata Ayah bikin Ibu puas nggak?." Tanya Ayah dengan nada menggoda.


"Puas Yah puas banget malahan, bikin ketagihan." Ucap Ibu sambil senyum - senyum malu.


"Kalau gitu sekarang aja kita lakuin lagi." Ucap Ayah yang sudah siap - siap ingin menerkam Ibu.


"Ya nggak sekarang juga dong Yah, Ibu capek belum makan." Ucap Ibu sambil menahan dada Ayah yang sudah didepannya.


Melihat Itu Ibu terkejut sambil terus memberontak karna takut jatuh.


"Ahh...Ayah lepasin Ibu Yah, nanti kalau jatuh gimana?." Ucap Ibu sambil memukul - mukul d*da Ayah.


"Udah Ibu tenang aja, ini aman kok Ibu tinggal pegangan ke leher Ayah kalau nggak jatuh." Ucap Ayah sambil melirik ke arah Ibu.


Setelah mendengar penuturan sang Suami, Ibupun langsung memegang leher Sua'minya tersebut karna takut jatuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain, Bagas dan ketiga Sahabatnya telah sampai diSekolah.


Bagas dan ketiga Sahabat nya tak sengaja berpapasan dengan Putri dan ketiga Sahabatnya yang tak lain adalah Dewi, Mawar, dan Amel.


Kami ber-empat malah salah tingkah di depan mereka, menyapa mereka saja mulut ku bergetar karna ada Putri.


"H-hai Put." Ucapku dengan nada yang bergetar.


"Hai." Ucap Putri yang acuh tak acuh.


Ahh...aku lupa kalau Putri sudah punya pasangan, sadar Gas sadar. Batinku.


Tak lama kemudian kulihat ada seOrang Pria yang menghampiri kami, dan Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Bayu Putra Angga begitu nama panjangnya.


Dia ketua Klub sepak bola di Sekolahku, dan dia juga Pria yang sempat kulihat di Pantai hari itu bersama Putri.

__ADS_1


Bersaing dengan Bayu tetap tidak akan menang, ya sudah lah mending menyerah.


"Hai Put, Wi, War, Mel." Sapa Bayu.


"HAI KAK." Ucap Putri dan ketiga Sahabatnya tersebut secara serentak.


"Kami tinggal dulu ya takut ganggu hihi." Ucap Amel.


Amel dan kedua Sahabatnya langsung pergi.


"DULUAN YA PUT." Ucapku dan ketiga Sahabatku secara serentak.


Putri mengangguk bersama dengan Bayu.


"Sabar ya bre." Ucap Rendy yang tengah jalan beriringan dengan ku dan duo GG.


"Santai aja kali bro, gua udah coba buat lupain Putri kok." Ucap ku dengan nada santai agar ketiga Sahabatku tak khawatir.


"Ke Kantin Kuy." Celetuk Gilang.


"Kuy lah." Ucap ku dan diikuti oleh Galang dan Rendy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di Kantin aku dan ketiga Sahabatku tersebut kembali bercerita masalah pribadi mereka.


"Duh bro gua takut nih." Ucap Rendy.


"Takut kenapa bro?, perasaan dari kemarin takut mulu." Ucap Gilang.


"Takut kalo cinta gue bertepuk sebelah tangan." Ucap Rendy dengan nada sendu.


"Sama bro, setelah liat kejadian yang dialami Bagas gua takut kalo cinta gua ke Amel bertepuk sebelah tangan." Ucap Galang dengan nada yang sendu pula.


Sedangkan Gilang cuman merenung memikirkan ucapan dari kembaran serta Sahabatnya itu.


Aku yang melihat kejadian itu langsung memikirkan cara agar membuat mereka tenang.


"Santai bro selama Janur Kuning belum melengkung, kalian masih ada kesempatan buat nyatain perasaan kalian ke Orang yang kalian sukai." Ucapku dengan nada menenangkan.


"Iya juga ya, berarti lo masih bisa merebut Putri dari Bayu." Celetuk Rendy.


"Ya nggak bisa lah sob, Putri nggak cinta sama gue, dan gue juga sadar diri. Memangnya siapa gue mau bersaing sama Bayu ketua klub sepak bola idaman semua Cewek." Ucap ku


"Nggak papa bro masih banyak kok cewek cantik diluar sana yang bisa bikin lo kepincut kaya Putri." Ucap Galang.


"Makasih Bro." Ucapku.


Bersambung..


.


.


.


.


.

__ADS_1


...Halo Kakak Ganteng/Cantik semoga sehat terus ya, support terus Author dengan cara Like Vote dan Favoritnya ya Teman - Teman....


...See You In The Next Episode.....


__ADS_2