Membongkar Rahasia Sang Ayah

Membongkar Rahasia Sang Ayah
Ketemu Bidadari


__ADS_3

🌄Pagi Hari pun tiba🌄


Seperti biasa aku yang selalu bangun terlebih dahulu dan langsung membangunkan ketiga Sahabatku yang masih tertidur pulas.


Hari ini gantian Gilang yang memasak, yah seperti diluar expetasi masakan Gilang tak kalah enak dari masakan Rendy.


"Buset masakan lo ternyata enak juga kayak masakannya Rendy." Ucapku sambil mengancungi jempol.


"Biasa aja kali." Ucap Gilang sambil menyibakan rambutnya kebelakang agar terlihat keren.


"Iya deh iya." Ucap Rendy.


"Berarti besok acara pamungkasnya dong?." Tanya ku.


"KOK GITU?." Tanya ketiga Sahabatku secara serentak.


"Karna Galang yang akan masak besok." Ucapku.


"Eh iya juga ya, mau liat skillnya Galang kalo masak gimana rasanya." Celetuk Rendy.


"Masakan Galang pasti enak, soalnya Orang Tua gue juga suka masakan Galang." Ucap Gilang sambil menepuk - nepuk pundak Galang kembarannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di Sekolah mereka berunding untuk rencana ke Rumah Rendy.


Hal itu membuat Rendy terkejut karna ketiga Sahabatnya masih mengingat hal tersebut.


"Nanti kesana bawa apa ya?." Ucap Gilang.


"Ck bawa Rumah kalian aja." Ucap Rendy dengan nada kesal.


Sontak hal itu membuat tawa kami bertiga pecah mendengar Rendy kesal.


"Ada - ada aja kalian ini, emang kesana mau ngapain hah?." Ucap Rendy sambil meminum Es Dawetnya.


"Ya mau main aja sih, soalnya bingung mau ngapain hehe." Ucapku sambil nyengir kearah Rendy.


"Boleh aja sih tapi jangan berisik, soalnya gue punya Kakak yang nggak mau denger ada suara berisik diRumah." Ucap Rendy.


"Siap kita mah, ya nggak?." Ucapku sambil melihat kearah duo GG.


Duo GG juga mengangguk dan melihat kearah Rendy sambil mengacungkan jempol kanan mereka masing - masing.


Triinnggg...bell masuk Kelas telah berbunyi.


"Eh itu ada bell masuk Kelas, yuk." Ajakku pada ketiga Sahabatku.


"Kuy lah." Ucap Rendy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di Kelas aku dan ketiga Sahabatku tertegun ketika masing - masing dari kami melihat Wanita yang kami cintai.


Kami tak ambil pusing melihat ke-empat Wanita yang kami cintai mengacuhkan kami.


Toh kami ber-empat tak mengaharapkan apa - apa akan cinta kami.


Pak Budi selaku Guru diSekolahku memasuki Kelas kami. Dia seOrang Guru yang tegas dan keras, tapi dia berhati baik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain, kedua Pasangan yang penuh peluh karna habis bergulat sengit di ranjang sama - sama terkapar.


Ibu memulai perbincangan meski napas mereka tesenggal - senggal.

__ADS_1


"Yah huh...huh apa kita pulang besok aja ya Yah?." Tanya Ibu dengan napas yang masih tersenggal - senggal.


"Iya boleh Bu, Ayah juga kangen Rumah. Dan semoga apa yang Ayah tanam di rahim Ibu membuahkan hasil ya Bu." Ucap Ayah sambil mencium kening Ibu.


"Aamiinn...Yah." Ucap Ibu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*Sorry ya cerita belum berfokus ke Orang Tua Bagas, karna ceritanya bakal mengandung unsur +21nya, mengingat usia Author belum mencapai usia +21🤗jadi maaf ya teman - teman.


.


.


.


.


.


"Assalamualaikum Bunda." Ucap Rendy sambil membuka pintu Rumahnya.


Note: Rumah Rendy terlihat sederhana namun elegan karna tertata rapi dan bersih.


"Waalaikumsalam." Ucap seOrang Wanita dari dalam Rumah.


Wanita tersebut membukakan pintu Rumahnya dan terkejut melihat kedatangan Rendy dan ketiga Sahabatnya.


"Rendy?, ini kamu Nak?." Ucap Wani paruh baya itu sambil memeluk Rendy.


"Iya Bunda ini Rendy Putra Bungsu Bunda." Ucap Rendy sambil membalas pelukan sang Bunda.


Bunda Rendy lalu melepas pelukannya dan melihat ketiga Sahabat Anak nya itu.


"Iya Bunda, kenalin ini Bagas, ini Gilang, dan ini Galang." Ucap Rendy sambil menunjuk kearah kami satu - persatu.


"Ohh...yaudah ayo masuk."


"MAKASIH TANTE." Ucap ku dan duo GG secara bersama - sama.


Didalam Rumah kami disuguhkan dengan pemandangan indah Rumah Rendy yang sederhana namun terlihat elegan dan rapi.


Kami melihat - lihat kearah sekitar karna masih terpana dengan pemandangan Rumah yang terlihat indah tersebut.


Akhirnya kami tersadar ketiga Rendy menyuruh kami untuk duduk di sofa.


"Duduk dulu disitu bro, gua buatin teh dulu." Ucap Rendy sambil berlalu pergi.


Lagi - lagi kami disuguhkan pemandangan yang menggoda iman, yaitu kemunculan sosok Wanita yang cantik keluar dari Kamar dan melihat kami.


"Kalian siapa?." Tanya Wanita cantik itu.


Kami jadi salah tingkah, bahkan aku yang biasanya tenang langsung jadi gugup saat melihat mata dari Wanita cantik itu.


"K-kami Teman - Temannya Rendy K-Kak." Ucapku dengan nada yang terbata - bata.


"Oh...yaudah, pergi dulu bye~." Ucap Wanita cantik itu dan berlalu pergi kearah pintu keluar.


Kami kembali tersadarkan melihat Rendy menyuguhkan teh dan cemilan kecil dihadapan kami.


"Woi kalian dari tadi ngalamun mulu." Ucap Rendy sambil memakan cemilan kecil itu.


"Kami baru saja ketemu bidadari Ren." Ucapku tanpa sadar.


Dan aku langsung menutup mulutku karna baru sadar akan perkataan yang aku ucapkan.

__ADS_1


"Ciee lo terpesona sama kecantikan Kakak gue kan?." Ucap Rendy dengan nada menggoda.


"KAKAK?." Ucapku dan duo GG secara serentak.


"Iya Kakak, yang barusan kalian lihat itu adalah Kakak gue. Namanya Susi Prisila, dia baru berusia 20 Tahun masih single. Dia juga kurang suka suara berisik, mangkanya sebelum kesini gue larang kalian buat jangan berisik." Ucap Rendy sambil menjelaskan tentang Kakaknya.


Aku dan duo GG cuman ber-oh ria.


"Ayo semua dimakan ya, maaf kalo cuman bisa menyediakan makanan sederhana." Ucap Bunda Rendy.


"Eh iya Tan, nggak papa kok, kami tidak keberatan ya kan?." Ucap ku sambil melihat ke arah duo GG.


Dan mereka berdua pun mengangguk tanda setuju.


"Yaudah Tante tinggal dulu ya?." Ucap Tante.


"Silakan Tan, terima kasih sudah diijinin masuk." Ucapku.


"Biasa aja kali haha." Ucap Bunda Rendy sambil tertawa pelan.


Tringgg...telepon Bagas berbunyi.


"Siapa Gas?." Tanya Rendy.


"Ini Ibu nelpon." Ucapku.


Mereka bertiga cuman ber-oh ria.


"Iya Bu ada apa?." Tanya ku setelah ku angkat telponnya.


"Ini Gas, Ibu sama Ayah besok mau pulang." Ucap Ibu dengan nada lembut.


"Ohh...Bagas kirain ada apa, yaudah Bu semoga Adik aku jadi ya Bu." Ucapku.


"Aamiinnn..." Ucap Ibu.


"Ada apa Gas?." Tanya Gilang.


"Ini besok Nyokap sama Bokap gue katanya pulang besok." Ucap ku.


"Yahh kalo gitu besok Hari terakhir kita diRumah lo dong?." Celetuk Rendy dengan memasang wajah sedih.


"Berarti besok Galang yang masak terakhir dong." Ucap Gilang.


"Halah kaya mau kemana aja sih." Ucapku.


Aku dan ketiga Sahabatku berpelukan erat bak akan pergi jauh.


Bersambung..


.


.


.


.


.


...Halo teman - teman yang membaca novel ini, jangan lupa like, vote, sama masukin ke list favorit kalian ya.....


...Semoga kalian diberi kesehatan sama Tuhan🙏...


...See You In The Next Episode...

__ADS_1


__ADS_2