
Suara ketukan pintu terdengar.
"Masuk," titah Ardi.
Tak lama kemudian pintu terbuka dan terlihat seorang wanita yang berpakaian kurang sopan masuk keruangan Ardi.
"Ardi~, kita jalan yuk ke Mall, kita kan udah lama nggak jalan bareng," ujar si wanita itu.
"Hah...aku sibuk, kamu kan biasanya sendiri juga bisa," ucap Ardi tanpa mau melihat kearah si wanita.
"Ihh...kamu mah gitu, kan sekali - kali aja kita jalan bareng, ngedate gitu." Wanita itu mendengus kesal.
Ardi menghela napas panjang karena sedang pusing.
'Hmm...mungkin dengan jalan sama dia(wanita itu) mungkin aku bisa melupakan sejenak masalahku.'
"Yaudah ayo," ujar Ardi sambil bangun dari tempat duduknya.
"Nah gitu dong, ayo." Wanita itu bergegas menggandeng tangan Ardi dan itu membuat Ardi risih.
"Lepasin," ucap Ardi dingin.
"Ih kamu mah nggak mau gitu romantis dikit ke aku, sebel deh," ucap si wanita.
Ardi hanya mendengus kesal dan tak mau lagi membalas ucapan si wanita, lalu mereka berdua segera bergegas untuk ke mall.
Disisi lain, ibu dan teman - temannya sedang belanja atau istilah kerennya Shopping.
"Eh Jeng, itu bukannya Suami kamu ya?" tanya salah seorang teman dari Nuri.
"Eh iya lho Jeng, itu kayaknya Suami kamu deh, tapi kok dia bareng sama Wanita lain, trus gandengan tangan lagi."
"Mana?" tanya Nuri.
"Itu lho Nur," ucap seorang temannya sambil menunjuk kearah suami Nuri.
"Ayah ngapain disini? terus siapa Wanita itu?" tanya Nuri pada diri sendiri.
"Udah, dari pada kita ribet sendiri, mending kita langsung samperin aja mereka."
"Ya udah ayo."
Mereka berempat segera menghampiri kedua orang yang sedang berjalan bersama tersebut.
"Dia siapa Yah?" tanya Nuri dengan sinis dan sambil menunjuk si wanita.
"Nuri? kamu ngapain disini?" tanya Ardi.
"Harusnya aku yang tanya ke kamu Mas, dia ini siapa?!" tanya Nuri dengan nada yang mulai meninggi.
__ADS_1
"Oh dia ini Istri kamu toh Ar," ucap si wanita tersebut.
"Kenalin nama aku Laras Wahyuningsih, aku Pacar dari Ardi," ucap wanita yang bernama Laras itu.
Semua mata tertuju pada mereka, terutama kepada wanita yang mengaku sebagai pacar dari Ardi tersebut.
Padahal Ardi sudah mempunyai seorang istri, tapi dia dengan bangganya mengakui kalau dia adalah pacar dari Ardi.
"Kamu ini punya malu nggak sih?!"
"Punya dong, masa nggak punya," ujar Laras santai.
"Kok bisa dengan santainya kamu ngaku kalo kamu itu Pacar Suamiku hah!"
"Heh bisa santai nggak sih kalo ngomong, pantes aja Mas Ardi sukanya ke aku bukan kamu, karna kamu ini kasar tau nggak?!" ucap Laras dengan nada yang mulai meninggi.
"Beraninya kamu!!!" Nuri langsung menjambak rambut Laras.
"Ah sakit, dasar Nenek tua!!!" Laras membalas Nuri dengan menjambaknya juga.
Semua orang yang melihat hal itu tak lupa untuk mengabadikannya dengan smartphone mereka. Tentu mereka tertarik karena Ardi, CEO dari AR Group ternyata mempunyai seorang Pacar dibelakang Istrinya.
Itu bisa menjadi berita panas kalau sampai tersebar ke publik, dan hal itu bisa membuat keuangan AR Group menurun secara drastis.
"Sudah-sudah kalian berhenti!!!" bentak Ardi.
Sontak kedua wanita itu berhentai berkelahi setelah mendengar bentakkan dari Ardi.
"Enak aja, kamu itu yang mulai duluan, dasar Pelakor perusak rumah tangga orang!"
"Kalian berdua udah diem! Bu, kamu pulang, dan kamu Laras, kamu ikut aku!" ujar Ardi.
"Kok aku malah disuruh pulang sendiri Mas?!" ujar Nuri tak terima.
"Nur, udah Nur, nanti kita anterin, daripada nanti kamu tambah dimarahin Suami kamu," ujar seorang teman Nuri.
Nuri mengangguk setuju.
"Oke Mas, aku P-U-L-A-N-G," ucap Nuri sambil memberikan penekanan di kata 'pulang'.
Ardi hanya menghela napas panjang sambil memijat pelan pelipisnya dengan mata yang terpejam.
Nuri dan kawan - kawannya pulang dan orang - orang yang tadi melihat mereka sambil merekam kini telah bubar satu persatu.
Sementara Ardi dan Laras juga pergi meninggalkan mall tersebut.
"Mas, kamu kenapa nggak cerai aja dari Nuri?" ucap Laras.
"Diam kamu," jawab Ardi dengan dingin.
__ADS_1
Laras langsung bungkam karena saat ini Ardi mengeluarkan aura yang menyeramkan dengan pandangan mata yang lurus kearah depan.
"Hiks hiks hiks, kamu kejam Mas hiks," ucap Nuri disela tangisannya.
Nuri dan teman - temannya sudah pergi dari mall, dan mereka memutuskan untuk mampir sebentar di rumah Nuri karena Nuri menangis saat di mobil hingga mereka pulang.
"Udah Nur udah, kamu yang sabar ya," ucap teman Nuri untuk menenangkannya.
"Iya Jeng, pasti Suami kamu itu bakalan berubah, kamu yang sabar ya."
Nuri masih menangis sesenggukan, kenapa bisa suaminya itu selingkuh dibelakangnya, dan berapa lama mereka berhubungan.
Teman - temannya itu masih berusaha untuk menenangkan Nuri sampai dimana Bagas pulang karena dia baru saja selesai sekolah.
"Assalamualaikum Bu, Bagas pulang," ucap Bagas sambil masuk kedalam rumanya.
"Waalaikumsalam," jawab teman - teman Nuri.
Bagas terkejut melihat ibunya menangis sesenggukan sambil menutupi mulutnya. Air mata Nuri terus saja keluar dan membasahi pipinya, Bagas hatinya terasa tersayat karena melihat ibu yang begitu disayanginya menangis.
"Ibu kenapa," tanya Bagas dengan nada lirih.
Nuri tidak menjawabnya karena dirinya masih menangis, jadi teman - temannya lah yang mewakili untuk menjawabnya.
"Ini Gas, Ibu kamu barusan..." Tepat saat temannya Nuri ingin mengatakan yang sebenarnya dirinya ditahan oleh Nuri.
Nuri memegang lengan temannya itu sambil menggelengkan kepalanya pelan seraya berkata.
"Jangan...," lirih ibu.
"Tapi kenapa Nur?" tanya temannya Nuri.
Nuri hanya kembali menggelengkan kepalanya pelan seraya berkata kepada Bagas.
"Ibu nggak papa Nak, Ibu tadi cuman ini-anu Ibu...kelilipan tadi," bohong Nuri, dia sudah menghentikan tangisan.
Bagas yang melihat mata ibunya yang sembab akibat menangis lantas tak langsung percaya.
"Ibu yakin?" tanya Bagas yang masih curiga.
"Yakin Nak, udah sana kamu mandi habis itu makan, disini juga ada Tante - Tante kamu, jadi rame nanti," ucap Nuri sambil menujukkan senyum palsunya.
Ibu - ibu itu lantas juga memberikan senyuman palsu mereka, mereka sebenarnya ikut sedih akan nasib Nuri teman mereka.
Bagas lalu mengangguk dan langsung pergi meninggalkan kumpulan ibu - ibu muda itu.
'Kok aku masih nggak percaya sama yang Ibu bilang barusan ya.'
Tempat kumpulan ibu - ibu muda mulai membahas kenapa Nuri berbohong kepada Bagas.
__ADS_1
"Kamu kenapa harus bohong si Nur?" tanya teman Nuri.
Bersambung..