
"Yah jadi kan kita pulang Hari ini?." Tanya Ibu yang masih sibuk membereskan barang - barang mereka berdua.
"Jadi dong Bu, emang kenapa Ibu nggak mau pergi dari sini?." Tanya Ayah sambil melihat Ibu.
"Bukan gitu sih Yah, cuman bakal kangen aja sama Mbak Sumini dan Pak Jarwo. Mereka kan sudah Ibu anggap kaya Kakak Ibu sendiri." Ucap Ibu dengan nada sendu.
Ayah yang tak mau sang Istri meresa sedih pun langsung menenangkan Istrinya itu.
"Jadi kamu maunya gimana hm?." Tanya Ayah yang memeluk Ibu dari belakang.
"Ibu nggak mau apa - apa Yah, Ibu cuman berharap semoga apa yang kita tanam disini membuahkan hasil ya Yah." Ucap Ibu sambil melihat kearah Suaminya.
"Aminnn. Semoga kita cepat diberi momongan dan Adik buat Bagas ya Bu." Ucap Ayah.
"Iya Yah semoga aja." Ucap Ibu sambil menenggelamkan wajahnya di d*da sang Suami.
"Bu mau lagi boleh ya?, kan ini Hari terakhir." Ucap Ayah.
"Ihh kok Ayah jadi m*sum gini sih, kan tadi udah Yah." Ucap Ibu yang mendongak untuk melihat wajah Suaminya.
"Habis nya Ibu bikin candu hehe." Ucap Ayah sambil nyengir ke arah Ibu.
"Yaudah 1 ronde aja ya Yah?." Ucap Ibu.
"Iya Bu." Ucap Ayah sambil tersenyum misterius.
Bukan Puji Aditara yang cuma memulai 1 ronde dengan Istrinya, mereka melakukannya dari pagi hingga siang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain Bagas dan ketiga Sahabatnya sedang berjalan - jalan untuk melihat pakaian di Mall.
Karna Bagas butuh baju baru, dan Bagas tak lupa untuk mentraktir ketiga Sahabatnya itu dengan membelanjakan mereka masing - masing pakaian.
"Eh bro bukannya itu Kakak lo ya?." Ucap Galang sambil menunjuk kearah seorang Wanita.
"Eh iya tu bro, dia kan Kakak gue tapi kenapa dia kaya ribut gitu ya sama Cowok asing itu?." Tanya Rendy dengan nada bingung.
"Halah udah ayo deketin nanti malah ada apa - apa bisa bahaya Kakak lo entar." Ucapku.
"Iya juga ya, ayo kesana." Ucap Rendy yang langsung berlari kearah sang Kakak.
Terlihat sang Kakak sedang ribut dengan seorang Pria yang tak lain adalah Pacar dari sang Kakak.
Pria itu terus melontarkan kata - kata kasar kepada sang Kakak.
"B*ngs*t lo j*l*ng nggak tau diri, udah dibelanjain macem - macem eh elo malah mau putus sama gue." Ucap si Pria dengan nada emosi.
"Kan aku nggak minta semua barang itu dari kamu." Ucap Susi Kakak dari Rendy.
Si Pria yang sudah tersulut emosi langsung menampar Susi Kakak dari Rendy.
Hal itu sontak membuat mata para pengunjung disana langsung melihat kejadian itu.
__ADS_1
Rendy yang tersulut emosi karna melihat sang Kakak di tampar langsung memberikan bogem mentah ke si Pria.
"Br*ngs*k lo, beraninya sama Cewek. Sini lawan gue b*ngs*t." Ucap Rendy dengan nada tak terima.
"Eh elo siapanya J*l*ng ini hah?!." Ucap si Pria sambil membersihkan darah yang ada disamping bibirnya.
"Gue Adiknya, kenapa lo nggak terima hah, apa salah Kakak gue ke elo sampe elo harus nampar dia!." Bentak Rendy ke si Pria.
"Ohh...elo Adiknya, pantes kelakuan nya sama kayak si j*l*ng ini." Ucap si Pria dengan nada santai.
Aku yang tak terima Kakak dari Sahabatku ditampar didepan mataku langsung kupukul perutnya dengan sangat keras sampe dia m*nt*h.
Hoek...hoek begitu kira - kira nasib si Pria setelah kena bogem mentahku tepat di perutnya.
"Udah cukup." Ucap Susi Kakak dari Rendy yang melihat kejadian barusan.
"Kak, Kakak tidak papa?." Ucap Rendy dengan nada lembut.
sang Kakak menggelengkan kepalanya seraya berkata.
"Kakak tidak papa, kita langsung pulang aja yuk, nggak enak dilihat Orang." Ucap Susi dengan lembut.
"Kakak ini hatinya terbuat dari apa sih kok bisa baik banget." Ucap Rendy sambil memeluk sang Kakak.
"Kakak cuman nggak mau kita bikin ribut disini, udah yuk kita pulang aja." Titah Susi dengan lembut.
Aku terpana melihat Kakak dari Temanku itu, baru kali ini kulihat ada seorang perempuan berhati lembut sepertinya.
Aku dan duo GG mengikuti Rendy dan Kakaknya meninggalkan Mall dan si Pria yang tersungkur tidak berdaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rendy dengan cekatan langsung membersihkan luka sang Kakak dan mengoleskan obat dengan pelan.
Sttt...rintih sang Kakak karna perih.
"Biar aku aja Ren." Tawarku.
"Beneran nih?, emang kamu bisa?." Tanya Rendy ragu - ragu.
"Yaelah kan gue sering ngobatin luka kalian bertiga." Ucapku
"Eh iya juga ya, gue nggak ngerti yang beginian hehe." Ucap Rendy sambil Nyengir kearah ku.
Rendy pun langsung memberikan Kotak P3K itu ke tangan ku agar aku bisa mengobati luka dari Kakak Rendy karna tamparan Pria br*ngs*k itu.
Ada desiran aneh saat aku didekat Kakaknya Rendy, jantungku berdebar - debar tak karuan karna berdekatan dengannya.
Bisa kuc*um aroma parfum yng digunakan sang Kakak menyeruak di hidungku.
Kakaknya Rendy ini kalo dilihat dari dekat semakin cantik saja. Pikirku.
Setelah selesai memberi obat pengurang rasa sakit di pipi Kakanya Rendy, akupun segera membereskan Kotak P3K milik Sahabatku itu.
__ADS_1
"Terima kasih ya Gas." Ucap Susi Kakak dari Rendy.
"Eh e iya Kak sama - sama. Tapi ngomong - ngomong dari mana Kakak tau nama saya?." Tanya ku dengan nada grogi.
"Iya dong, karna Rendy sering bercerita tentang Sahabat - Sahabatnya pada Kakak."
Aku mengangguk seraya tersenyum kearah Susi Kakak dari Rendy.
Tak kusangka Susi membalas senyumku dengan senyumannya yang sangat manis dan lembut.
Bisa kulihat dia punya lesung pipi yang membuatnya tambah manis nan cantik.
Indahnya ciptaanmu ya Tuhan. Batinku sambil menikmati senyuman Susi.
Aku baru sadar kalo didunia ini banyak Wanita yang lebih cantik dari Putri.
Cuman hatiku telah tertutup dan cintaku cuman untuk Putri sampe - sampe membuatku tak sadar kalo banyak Wanita cantik nan baik seperti Susi.
Susi yang sadar diperhatikan lekat olehku langsung melambaikan tangannya didepan mukaku supaya aku sadar.
Aku yang sudah tersadar karna lamunanku langsung jadi salah tingkah.
Melihat hal itu sontak membuat Susi tertawa kecil dengan suara yang indah dan tenang bak air suci.
"Bagas kamu lucu aku suka." Ucap Susi sambil tersenyum tipis.
Blusshhh sontak pipiku jadi merah merona dan wajahku jadi memanas.
"Ah K-Kakak bisa aja." Ucap ku dengan nada malu - malu.
"Hihi iya Gas kamu lucu, pantes Rendy mau berTeman sama kamu, bahkan sampe Sahabatan. Makasih ya." Ucap Susi.
"Sama - sama Kak justru saya yang berterima kasih pada Rendy karna telah mau berSahatan sama saya dengan tulus. Mengingat status saya, banyak Orang yang mendekati saya demi harta saya semata." Ucapku.
Susi yang mendengar hal itu cuman tersenyum kearahku. Sontak aku jadi salah tingkah lagi.
Semua hal itu tak luput dari 6 pasang mata, ya siapa lagi kalo bukan Rendy, Gilang, dan Galang yang tersenyum melihat kedekatan Kakaknya Rendy dengan diriku.
Bersambung..
.
.
.
.
.
...Halo teman - teman yang membaca novel ini, jangan lupa like, vote, sama masukin ke list favorit kalian ya.....
...Semoga kalian diberi kesehatan sama Tuhan🙏...
__ADS_1
...See You In The Next Episode...