
Seketika mata Bagas membulat dengan mulut menganga karna terkejut melihat sosok Wanita Tua dihadapannya.
"Halo Nak assalamualaikum." Ucap Wanita Tua itu.
"Eyang?" tanya Bagas pada Wanita Tua tersebut.
"Iya Nak ini Eyang. Gimana kamu kangen nggak sama Eyang?" tanya Eyang.
Tanpa ba bi bu lagi Bagas langsung memeluk Eyang nya dengan erat seraya menangis haru.
"Ini beneran Eyang?" tanya Bagas lagi.
"Iya Nak ini Eyang. Eyang kangen banget sama kamu, terutama pas denger kalau Ibu kamu itu lagi hamil Adik kamu." Ujar Eyang.
Tak lama berselang Ayah keluar Rumah untuk mengecek siapa yang datang karna dari tadi Bagas tak kunjung masuk ke Rumah.
"Ibuk?" tanya Ayah dengan raut wajah terkejut.
Bagas langsung melepas pelukannya dengan Eyang dan berbalik untuk melihat Ayah.
Terlihat Ayah mengeluarkan air matanya dan langsung berlari menuju sang Eyang yang tak lain adalah Ibu kandung Puji yang sudah lama tak dia jenguk.
Puji memeluk erat Ibunda tercintanya seraya berucap.
"Buk kenapa kesini nggak bilang - bilang sih. Nanti biar Puji sama Bagas jemput Ibuk." Ucap Puji.
"Enggak papa le, Ibuk pengen ngasih kejutan buat kalian. Gimana kalian sehat?" tanya Eyang.
"Alhamdulillah sehat Ibuk/Eyang." Ucap Puji dan Bagas bersama - sama
"Yaudah Buk ayo masuk." Tawar Puji.
Ayah, Bagas, serta Eyang segera bergegas masuk ke delama Rumah.
Kita kenalan dulu sama Eyang ya Teman - Teman.
Nama asli Eyang: Putri Aji Buana.
Beliau berusia kurang lebih 72 Tahun.
Beliau juga masih sehat dan bugar karna rutin berolahraga secara teratur.
Beliau keturunan Jawa asli ya Teman - Teman. Tepatnya Jawa Tengah.
Oke perkenalan sama Eyang Putri kita akhiri sampai sini ya Teman - Teman.
Lanjut di dalam Rumah Eyang Putri masuk bersama dengan Ayah dan Bagas.
Ibu yang sedang makan Rujak karna ngidam spontan melihat kearah pintu untuk melihat tamu siapa yang datang.
Dan Ibu dengan raut wajah terkejut serta bahagia segera berdiri dan berjalan cepat lalu memeluk Mertua nya dengan erat.
"Hiks hiks Buk Nuri kangen sama Ibu hiks huwaaa...." Ucap Nuri sambil menangis histeris.
"Ibuk juga kangen sama Nuri, Nuri jangan nangis ya kan udah mau punya Anak lagi." Tutur Eyang Putri dengan lembut dan sambil mengelus kepala Menantunya tersebut.
Nuri masih menangis sesenggukan di pelukan sang Mertua.
"Gimana Nuri sehat?" tanya Eyang Putri yang juga mengeluarkan air matanya.
"Alhamdulillah sehat Buk." Ucap Nuri yang sudah lebih tenang.
__ADS_1
"Kalian udah cek Anak kalian?" tanya Eyang Putri.
"Cek buat apa Buk?" tanya Puji dengan raut wajah bingung.
Begitu pula dengan Nuri yang bingung dengan maksud perkataan dari Mertuanya tersebut.
Bagas hanya bisa menghela napas panjang seraya berkata.
"Yah, Bu maksud Eyang Putri itu kalian suruh cek ke Dokter kandungan soal Adik aku itu. Kaya Adik aku ada berapa, trus kelaminnya apa. Sama dia tumbuh sehat atau enggak begitu lho Yah, Bu." Ujar Bagas sambil menepuk pelan jidatnya karna ketidaktahuan kedua Orang Tuanya tersebut.
"Nah betul kata Bagas. Kamu emang Cucu yang pinter." Ucap Eyang Putri sambil mengelus kepala Bagas.
Ohhh....Ayah dan Ibu hanya ber-oh ria karna mereka tidak tau.
"Oke deh nanti Puji bawa Nuri buat cek ke Dokter kandungan." Ucap Puji yang sudah mengerti tentang maksud Ibuk nya tersebut.
Bagas dan Eyang Putri hanya menggelengkan kepalanya saja karna kelakuan kedua pasangan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Ruang tengah Bagas dan Eyang Putri bercengkrama ria sementara Puji dan Nuri sedang cek ke Dokter kandungan soal kehamilan Istrinya tersebut.
"Eyang sipeng mriki?" tanya Bagas.
(Eyang nginep disini?)
"Iyo Le. Eyang nginep disini sampai Adik kamu lahir. Nggak papa kan?" tanya Eyang Putri.
"Mboten nopo - nopo kok Eyang. Kulo malah remen Eyang enten mriki." Ujar Bagas dengan senyum lebar.
(Nggak papa kok Eyang. Aku malah seneng ada Eyang disini)
Kedua Nenek Cucu itu bercakap ria hingga petang tiba.
"Gimana Dok?" tanya Puji pada Dokter tersebut.
"Wahh...selamat ya Pak Bu." Ucap si Dokter yang membuat Puji serta Nuri bingung.
"Selamat kenapa Dok?" tanya Puji.
"Selamat karna Bapak dan Ibu telah diberi 2 momongan sekaligus." Ucap si Dokter dengan raut wajah sumringah.
"Beneran Dok?" tanya Puji sekali lagi karna masih tidak percaya dengan ucapan di Dokter.
Si Dokter lantas menangguk seraya menunjuk ke layar monitor yang ada didepannya.
"Ini Pak ada dua benjolan kecil di rahimnya Ibu Nuri. Memang belum besar mengingat usia kandungan yang masih muda, jadi mohon Istrinya dijaga betul - betul ya Pak soalnya ada dua jabang Bayi di rahimnya Ibu Nuri." Ucap si Dokter.
Dokter tersebut juga menjelaskan berbagai hal soal kehamilan dan lain - lain.
Tiba - tiba Puji berucap yang membuat Nuri memukul pelan pundak Puji dengan wajah merah bak tomat.
"Eee...Dok apa masih boleh kami berdua untuk berhubungan badan?" celetuk Puji.
Nuri dengan spontan memukul pundak Puji seraya berkata.
"Ihh...Ayah jangan malu - maluin deh." Ucap Nuri dengan wajah memerah bak tomat matang.
"Tidak papa Bu, ini juga demi keharmonisan Keluarga Bapak serta Ibu." Ucap si Dokter.
Kemudian Dokter tersebut menjelaskan tentang berhubungan badan dalam kondisi Istri hamil dan gaya - gaya apa saja yang diperboleh kan saat melakukannya agar si Istri tetap nyaman dan si Bayi tidak tertekan.
__ADS_1
"Kira - kira seperti itu Pak, Bu. Dan juga durasi nya mohon dikurangi ya Pak, Bu agar kedua Bayi ini tidak kesakitan." Ujar si Dokter.
Puji dan Nuri hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
...----------------...
Sesampainya di Rumah Puji dengan wajah sumringah karna bahagia langsung memberitahu Ibu serta Anaknya.
Dan kabar itu membuat Eyang Putri serta Bagas menangis bahagia.
Puji tak lupa juga memberitahu Asistennya untuk mengabarkan kabar bahagia ini ke seluruh pegawai yang bekerja di Kantornya.
Bagas juga langsung memberitahu ketiga Sahabatnya tentang hal ini.
Eyang Putri tak lupa berterima kasih kepada sang Pencipta karna diusianya yang tak lagi muda ini dia dapat melihat menantu kesayangannya hamil dua Cucu untuknya.
...----------------...
disisi lain Bagas dan ketiga Sahabatnya sedang bercakap ria di jejaring media sosial mereka soal Bagas yang akan punya 2 Adik sekaligus.
Rendy: Wah selamat ya Gas, lo udah dikasih dua Adik sekaligus. Eh btw kelaminnya apa aja nih?
Bagas: Belom tau juga sih Ren. Soalnya kandungan Nyokap gue tuh masih kecil.
Gilang: Oh iya ngomong - ngomong besok kita ada ulangan lho.
Rendy: M*mpus gue, mana gue belum belajar lagi.
Bagas: Yaudah sana belajar.
Rendy: Males nih gue hehe.
Galang: Jangan males - males Ren nanti nggak lulus nangis lo
Rendy: Santai Bokap gue kan ada.
Gilang: Cih mentang - mentang punya Bokap Kepala Sekolah emang lo bisa gitu lulus tanpa belajar. Yang ada nih ya gue kasih tau, lo itu bakal dih*jar habis ama Bokap lo karna udah mempermaluin dia.
Rendy: Eh iya juga ya. Duh trus gue harus gimana nih. Oh iya gue kan bisa nyontek kalian.
Bagas dan duo GG: Enak aja.
Mereka masih bercakap ria di jejaring sosial merek masing - masing sampai Bagas dikirim sebuah pesan yang membuat nya terkejut.
Bersambung..
.
.
.
.
.
...Menurut kalian siapa yang ngirim pesan ke Bagas? tulis di kolom komentar ya teman - teman🤔...
...Jangan lupa untuk tekan Like, Votenya, sama jangan lupa juga untuk masukin karya aku ini ke list Favorit kalian ya Teman - Teman🙏😄🤗...
...Mohon maaf juga ya karna beberapa hari ini cuman mampur up 1 episode aja soalnya stok ide buat up 2 episode belom ada hehe😅...
__ADS_1
...Sekali lagi maaf ya Teman - Teman dan terima kasih sudah membaca karya pertamaku ini🤗...
...See you in the next episode...