
Kondisi di Rumahku saat ini sedang tidak kondusif, karna kedatangan seorang Pria yang ber-usia kurang lebih sama seperti Ayahku.
Keadaan itu langsung membuatku dan Eyang Putri menatap bingung Ayah dan Ibuku.
'Siapa Pria ini?' pikirku.
"Berani - beraninya kau menginjak-kan kakimu ke tempat ini!!!" bentak Ayah ke Pria tersebut.
Ibu hanya menatap sinis Pria yang ada dihadapannya ini.
"Tempat kami tak mengijinkan Pria yang mengambil kesempatan dalam kesempitan sepertimu datang kemari," ucap Ayah dengan lantang dan tegas.
"Hem aku kesini hanya untuk menemui Anak-ku," ucap Pria asing itu.
'Apa katanya? Anak? siapa Anaknya?' otak-ku penuh dengan pertanyaan - pertanyaan yang tertuju kepada kedua Orang Tuaku.
Eyang Putri sepertinya sepemikiran denganku.
Dia sepertinya juga berpikir Anak siapa yang dimaksud oleh Pria asin ini.
"Kenapa kau kemari," ucap Ibu dengan nada yang sangat dingin.
Baru kali ini kulihat Ibu berbicara dengan nada Dingin seperti itu. Bahkan dinginnya itu lebih dingin dari sikap Ayah dulu.
"Aku kesini untuk menemuimu serta Anak-ku Nuri Sayang~," ucap Pria itu dengan mencium tangan Ibu-ku.
Ayah yang tak tahan dengan adegan itu langsung memukul Pria asing tersebut.
"B*j*n*an kamu, Makhluk biadab seperti kamu tidak pantas berada disini," bentak Ayah ke si Pria asing.
Eyang Putri mencoba menenangkan Ayah yang sudah tersulut emosi.
"Maaf kalo boleh tau, Anda siapa ya?" tanya Eyang Putri dengan nada tenang namun tegas.
Eyang Putri sebenarnya tidak terima melihat Menantu kesayangannya itu di lec*hkan didepan Keluarganya.
Namun beliau masih berusaha tetap tenang mengingat masih belum tau ada masalah apa ini.
"Oh maaf Saya telah lancang sebelumnya. Perkenalkan nama Saya Dimas Prabuana. Kebetulan Saya ada urusan disini."
"Kalau boleh tau, ada urusan apa Anda kemari?" tanya Eyang Putri kepada Pria yang bernama Dimas tersebut.
"Kedatangan Saya kemari untuk menemui Anak Saya serta Wanita yang dulu menghabiskan satu malam dengan Saya," ucap Dimas.
Ayah yang kembali tersulut emosi, ingin menghajar Pria yang ada dihadapannya ini.
"Tenang Yah, kita selesaikan masalah ini baik - baik," ujar ku untuk menenangkan Ayah yang sudah terbakar emosi.
"Kamu memang Anak yang baik ya Nak, berbeda dengan Ibumu tujuh belas Tahun silam," ujar Dimas sambil mengelus - elus kepalaku.
Aku seketika bingung dengan maksud Dimas ini. Apa katanya, Ibu-ku tujuh belas Tahun silam, apa yang terjadi dengan Ibu-ku tujuh belas Tahun silam. Pertanyaan kembali muncul di benak kepalaku.
...----------------...
"Jadi jelaskan apa maksud perkataan Anda barusan?" jelas Eyang Putri.
"Baiklah Saya akan mulai bercerita tentang hal yng terjadi tujuh belas Tahun silam," tutur Dimas.
Dimas langsung menceritakan semua yang terjadi tujuh belas Tahun silam bersama dengan Ibu-ku.
tujuh belas Tahun silam...
Note: Nuri tujuh belas Tahun silam itu belum Hijrah ya Teman - Teman.
Beliau masih belum menggunakan hijab dan masih mengenakan pakaian s*xy, dan body nya yang bak Gitar Spanyol pun ikut terlihat dengan sempurna.
Karna itulah beliau dulu sangat di Cintai banyak kaum Pria, termasuk Dimas yang sebenarnya memendam rasa pada Nuri.
Beliau Hijrah setelah Bagas lahir ke Dunia ini, karna itulah sekarang dia sangat menjaga tutur katanya agar tidak mempengaruhi sang Anak. Dari Gue-Lo jadi Aku-Kamu.
Itu seputar kehidupan Nuri tujuh belas Tahun silam ya Teman - Teman.😄
Oke lanjut...
__ADS_1
"Hadehh Nur...Nur kamu itu selalu aja bikin aku repot," ujar Dimas yang masih muda.
"Hik...lo tu Mas, Suami gue tu nggak mau bersetubuh sama gue. Apa mungkin dia hom* ya?" tanya Ibu yang masih muda juga.
"Kamu itu kalau mikir jangan yang aneh - aneh deh. Yok aku anterin pulang," ujar Dimas.
"Enggak mau Dimas, di Rumah aku cuman sendirian aja nggak ada Temen. Gue udah nikah tapi gue masih perawan, aneh nggak tuh," Celetuk Nuri.
"Yaudah terus kamu mau-nya gimana?" tanya Dimas.
"Gue mau tuh Cowok dingin Cinta ama gue Mas," ujar Nuri yang masih mabuk karna minuman.
"Duh...duh kok bisa sih aku punya Temen model kamu gini," celetuk Dimas.
"Eh enak aja model gini, emang kamu mau model Temen kaya apa hah?!" ucap Nuri dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Haduh...kalo ngomong tuh jangan kenceng - kenceng lah, bisa bud*k lama - lama telingaku ini."
"Iya deh iya, aku mau ng-huekk...," ucap Nuri yang terpotong karna muntah.
"Kamu ini apa - apaan sih, tadi udah bikin repot sekarang malah muntahin baju aku. Kalo ada kamu punya Temen yang tau kelakuan kamu kaya gini, kamu pasti dijauhin," ujar Dimas sambil membar Nuri ikut kesana.
...
Sesampainya di Hotel...
"Bentar ya Nur, aku mau mandi dulu. Ini badan aku kena muntahan kamu semua," ucap Dimas yang langsung bergegas ke Kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Nuri.
Hikk...terdengar Nuri sedang bersendawa ria.
"Hotel ini ada minuman nggak ya?" ucap Nuri pada diri sendiri.
"Aku pesan minuman aja ah," lanjut-nya.
Tringgg...suara telepon berbunyi, dan dengan segera Staff Hotel langsung mengangkat-nya.
"Halo ada yang bisa kami bantu?" tanya Staff Hotel tersebut.
"Iya ada, gue butuh minuman Vodka sekarang. Kirim ke kamar nomer eee...212 ya."
Tak berselang lama datang Pelayan dengan membawakan minuman Vodka yang memiliki kadar alkohol tinggi.
"Ini Nyonya, pesanan Anda sudah kami antar," ucap Pelayan tersebut.
"Oh yaudah sini, makasih ya," ucap Nuri setelah menerima Vodka dari Pelayan tadi.
"Sama - sama Nyonya," Pelayan teersebut segera bergegas pergi meninggalkan Nuri di dalam Kamar Hotel bersama dengan Dimas.
Setelah pintu tertutup, Nuri nampak bahagia dan senang karna mendapatkan minuman yang selalu ingin dia coba sejak dulu.
"Akhirnya gue bisa nyicipin Lo Vodka hahaha," ucap Nuri dengan tawa yang menggema.
Glek...glek...glek tak lama kemudian alkohol yang ada pada Vodka yang dia teguk tadi mulai bereaksi.
Dimulai dari penglihatan yang agak kabur, lanjut dengan tak terkendalinya hawa nafsu, dan diakhiri dengan panas yang menjalar ke seluruh tubuh.
Tak lama kemudian pintu Kamar mandi terbuka. Terlihat Dimas hanya mengenakan handuk saja yang terlilit pada pinggangnya.
Pemandangan itu sangat s*xy menurut Nuri. Karna efek alkohol dia berjalan mendekati Dimas seraya berkata.
"Puji, kamu tampan sekali bak Pangeran. Aku mohon bawa aku menuju langit ketujuh," gumam Nuri yang terdengar jelas ditelinga Dimas.
Nuri langsung berjalan menuju kearah Dimas dan m*nc*um bibirnya.
Dimas yang terkejut dengan serangan mendadak dari Nuri langsung mendorong tubuh Nuri hingga jatuh ke atas kasur.
"Nur, sadar Nur. Ini aku Dimas," ucap Dimas yang berusaha untuk menahan n*fsunya.
"Enggak kamu bukan Dimas, kamu Puji Suamiku hik," ucap Nuri dengan setengah sendawa.
"Nur aku ini Di-" belum sempat Dimas menyelesaikan ucapan-nya Nuri sudah membungkam mulut Dimas dengan m*nc*umnya.
Dimas sudah tidak tahan lagi, biarlah dia disebut mengambil kesempatan dalam kesempitan.
__ADS_1
"Kali ini kau yang minta oke?" tanya Dimas disamping telinga Nuri.
"Iya Puji, aku milikmu," ucap Nuri yang masih tak sadar bahwa itu adalah Dimas.
Mereka pun melakukan hubungan terlarang dengan di dasar'i oleh n*fsu
*Duh Author panas dingin nulis Bab ini.😅Kita skip aja ya Teman - Teman hehe.😅😂Author takut bikin dosa jariyah🙏.
"Eummm hoamm...eh kenapa aku ada di Hotel, bukan-nya kemarin aku ada di Club malam. Lho Dimas, dia kenapa ada disini, dan kenapa juga aku t*l*n*ng gini?" ucap Nuri yang mulai panik karna melihat bercak darah di sprei kasur-nya.
Spontan dia berteriak kencang, bahkan sangat kencang hingga mengejutkan Dimas yang tengah tertidur.
"Ada apa Nur?" tanya Dimas dengan polosnya.
"Ada apa Lo bilang?! Lo udah ngambil keperawanan gue b*n*s*t, ini harusnya jadi hak Suami gue bukan elo!!!" Nuri murka sejadi - jadinya kepada Dimas.
"Aku bisa jelasin, kan kemarin kamu mabuk trus kamu tiba - tiba cium aku. Ya sebagai Pria normal aku langsung mengambil kesempatan yang ada dong. Jadi ini sepenuhnya bukan salah aku," ucap Dimas menjelaskan.
"B*j*n*an Lo udah ambil kesempatan dalam kesempitan B*n*s*t!!!" bentak Nuri yang sudah murka sejadi - jadinya.
"Aku minta maaf Nur, aku enggak sengaja," ucap Dimas yang merasa bersalah.
"Minta maaf Lo bilang?! setelah lo ambil sesuatu yang berharga dan gue jaga untuk Suami gue Lo bilang minta maaf?! gue kecewa sama lo Mas, gue kira lo Cowok baik - baik dan kalem. Namun ternyata lo itu Iblis yang memanfaatkan keadaan Teman-nya yang lagi mabuk tau nggak hah?!!" bentar Nuri lagi.
Dimas hanya tertunduk karna merasa bersalah kepada Nuri.
Akhirnya karna tak tahan lagi, Dimas mulai mengungkapkan perasaan-nya kepada Nuri selama ini.
"Nur, sebenarnya aku Cinta sama kamu Nur," ucap Dimas yang mulai jujur dengan perasaan-nya.
"Cinta?! Cinta Lo bilang?! Lo udah bikin hidup gue ancur Mas, ancur tau nggak Lo hah?!" ucap Nuri yang mulai memukul - mukul d*da Dimas.
"Iya Nur, aku tau aku salah. Aku minta maaf, aku mau tanggung jawab," ucap Dimas sambil memegang kedua tangan Nuri.
"Tanggung jawab?! apa yang mau Lo pertanggung jawab'in Mas?! gue udah punya Suami ya br*n*s*k, gue nggak bakalan cerai sama dia sampai kapanpun."
"Segitu Cintanya lo sama Puji Nur? sampe lo nggak bisa liat ketulusan gue."
"B*c*t sampah."
Setelah mengatakan hal itu Nuri langsung mengambil pakaian-nya dan memakainya lalu kemudian dia pergi meninggalkan Hotel dan pulang.
Meninggalkan Dimas yang masih termenung sambil mengingat kejadian semalam, kejadian yang membuat Nuri lupa tentang kebersamaan mereka selama ini.
Canda tawa mereka arungi bersama, namun semua itu kandas karna hubungan satu malam antara Dimas dan Nuri.
Dimas yang merasa lelah pun langsung pulang ke Rumah kemudian mengambil koper dan berniat untuk meninggalkan Indonesia.
Sebelum dia beniat meninggalkan Indonesia, dia terlebih dahulu ziarah ke Makam kedua Orang Tuanya.
Ya Dimas adalah seorang Yatim Piatu sedari umur enam Tahun.
karna kedua Orang Tuanya dulu mengalami kecelakaan di Mobil dan hanya dialah yang selamat dari tragedi naas tersebut.
"Nur, gue pergi ya. Jaga diri baik - baik, maaf kalau aku banyak berbuat salah sama kamu. Aku mungkin akan kembali namun aku tidak tau itu kapan. See You My First Love."
Ucapan terakhir yang diucapkan Dimas sebelum meninggalkan Indonesia dan semua kenangan yang ada disana.
Bersambung..
.
.
.
.
.
...Ceritanya kita akhiri sampai disini ya Teman - Teman. Semoga kita semua selalu di beri keberkahan oleh Tuhan. Aminnn......
...Mau support Author? gampang banget, caranya tinggal klik tombol Like, terus jangan lupa Vote Novel ini, sama masukin juga Novel Si Ayah Dingin ke daftar Favorit kalian ya Teman - Teman🙏🤗...
__ADS_1
...See You In The Next Episode👋...