
...Setelah membaca jangan lupa untuk klik Likenya ya Teman - Teman....
...Happy reading📖...
...----------------...
Trinnggg...suara telepon menyadarkan Ayah seketika yang tadi hendak mencium Ibu, Ayah lalu mengangkat teleponnya dengan wajah tersipu malu karna tadi hendak mencium Ibu.
Begitu juga dengan Ibu yang tersipu malu karna melihat wajah Ayah dari jarak yang sangat dekat.
Mereka memang sudah menikah puluhan Tahun, namun mereka belum pernah berciuman, atau bahkan hanya sekedar pelukan.
"Ehem hem," Ayah berdehem.
"Iya ada apa Nu?" Tanya Ayah pada Wisnu sekretaris pribadinya.
"Ini Pak maaf tapi hari ini ada meeting penting dengan client Pak, maaf tapi client Bapak ingin Bapak menemuinya secara langsung. Sekali lagi maaf ya Pak sudah menganggu liburan Bapak," ucap Wisnu dengan nada menyesal.
"Yaudah nggak papa, kamu bilang aja pada client kita kalau aku pulang hari ini," ucap Ayah.
"Baik Pak," ucap Wisnu dengan perasaan bersalah karna telah menggagalkan liburan Keluarga Bosnya.
Oh ya kenalin Orang ini namanya Wisnu Adi Nugroho. Dia ber-umur 30 Tahun, dia sudah mengikuti Ayah sejak 10 Tahun lalu.
Dia bawahan sekaligus Teman bagi Ayah, karna Ayah sering curhat pada Wisnu. Aku juga menganggap Wisnu sebagai Kakak, Karna Itu aku memanggilnya dengan sebutan Kakak.
Meskipun sifat Ayah dingin, namun dia tidak membeda - bedakan kasta manapun.
Menurut Ayah aku boleh berteman dengan siapun selama Orang itu baik dan jujur.
Walau Ayah jarang bicara denganku namun kalau menyangkut norma hidup manusia dia akan mengajarkanku walau dengan exspresi yang datar dan dingin.
"Bu. Ayah ada meeting habis ini, kita pulang ya?" Tanya Ayah ragu - ragu.
"Emm..yaudah ayo Yah, tapi aku mau hubungin Bagas dulu kalau kita pulang hari ini," ucap Ibu dengan datar dan menatap kebawah karna mengingat kejadian barusan membuat Ibu malu untuk menatap mata Ayah.
Trinnggg...telepon Bagas berbunyi.
"Ya Bu?" Ucap Bagas dari telepon.
"Begini Nak. kita mau pulang hari ini karna Ayah ada meeting, kamu maukan?" Tanya Ibu
"Oo..oke Bu Bagas mau, Bagas siap - siap dulu ya Bu," ucap Bagas setuju, sejujurnya dia setuju karna tak mau melihat Putri bersama Pria lain terlalu lama.
"Oke Nak, Ibu dan Ayah juga mau siap - siap dulu," ucap Ibu.
__ADS_1
...----------------...
Singkat cerita mereka sudah sampai di Kota ××
setelah mereka berlibur ke pantai ××.
Note: Kalau tanda ×× itu aku kasih karna bingung mau naruh Nama Kota sama Pantai nya dengan Nama apa. Jadi maaf ya🙏🙏🙏.
Oke balik lagi ke cerita.
Bagas pun yang cemburu dengan kedekatan Putri dan Pria asing tadi di Pantai membuat Bagas langsung masuk ke kamarnya tanpa menyapa Ayah maupun Ibunya dan mengunci diri disana.
Hal itu cukup membuat Ibu dan Ayahnya bingung, padahal biasanya Bagas menyapa Ibu nya dahulu baru masuk ke kamar, begitu juga Ayahnya, walau dingin Bagas tak lupa untuk sekedar menyapa Ayahnya dahulu.
"Put dengan cara apa lagi biar lo tu suka sama gue Put, gue baik lo cuek, gua kasih hadiah lo tolak mentah - mentah. Tus pas di Pantai lo malah jalan ama cowok lain sambil ketawa - ketawa. Sakit Put hati gue, sakit banget," ucap Bagas sambil menangis sendu.
Karna pasalnya Bagas sebenarnya suka banget sama Putri, udah dari smp kelas 1 dia nyukain Putri.
Mangkanya dia ngikutin Putri dan daftar ke Sekolah yang sama dengannya.
Ibu yang peka Anaknya ada masalah langsung menghampiri kamar Anaknya tersebut untuk menanyakan apa yang terjadi.
Tok...Tok...Tok
"Eng-enggak ada apa - apa kok Bu," jawab Bagas dengan gugup.
Pada dasarnya Ibu memang susah dibohongi, karna dia bisa mengetahui kalau Anaknya tersebut sedang memiliki masalah.
Beruntung pintu kamarnya tidak dikunci. Jadi Ibu bisa langsung masuk.
Ceklek...suara pintu terbuka.
Disana diperlihatkan kalau Bagas sedang menangis sendu. Dan hal itu membuat hati sang Ibu juga merasa sedih.
Ibu lalu mendekat kearah Bagas Anaknya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Nak sini cerita sama Ibu ada apa hem?" Tanya Ibu.
"Hiks hiks B-Bagas n-nggak ada apa - apa kok Bu," jawab Bagas dengan memaksakan senyum nya walau matanya berkaca - kaca.
"Jangan bohong Nak Ibu tau kamu punya masalah, sini cerita sama Ibu siapa tau Ibu bisa kasih solusinya. Denger Ibu ya Nak, menyimpan masalah sendiri tanpa membaginya dengan orang lain itu menyakitkan lho nak, percaya sama Ibu," ucap Ibu yang sedih melihat Anaknya sendiri sedih.
Bagas pun menceritakan semua unek - unek yang ada di hati dan pikirannya tentang Putri.
Ibu mengerti apa yang Bagas rasakan, karna yang Bagas rasakan persis seperti yang Ibu alami bersama Ayah.
__ADS_1
Ibu lalu memberikan solusi pelan - pelan sambil menjelaskan apa yang harus Bagas lakukan.
"Nak apa kamu bener - bener Cinta sama Putri itu?" Tanya Ibu.
"Iya Ibu," jawab Bagas dengan lantang dan tegas.
Jawaban Bagas cukup untuk membuat Ibu yakin kalau Bagas memang menyukai, eh lebih tepatnya men-Cintai Putri itu.
"Kalau kamu menyukainya kenapa tidak tembak dia saja, kalau perlu ajak nikah," ucap Ibu memberikan solusi.
"Masalahnya bukan soal nembak nya Bu, tapi Putri kayanya udah punya pacar deh Bu," ucap Bagas kembali memasang wajah sedihnya mengingat kembali kejadian di Pantai tadi pagi.
"Oo kalo gitu kamu jauhin dia," jawab Ibu santai yang malah membuat Bagas menangis histeris seperti Anak kecil.
"Ibu kok malah ngomong gitu sih hiks hiks," ucap Bagas di sela - sela tangisnya.
"Nak dengerin Ibu," ucap Ibu dengan wajah serius.
Bagas yang melihat wajah Ibunya menjadi serius pun langsung membuatnya menatap Ibu dengan seksama.
"Kalo kamu masih di deket Putri kamu cuman bakal jadi pengganggu hubungannya dengan Pacarnya itu. Bagas denger Ibu ya, kamu boleh Cinta sama siapa aja nggak yang larang, tapi kamu tidak boleh merusak hubungan Orang lain. Karna itu akan membuat orang tersebut jadi sedih. Emang kamu mau buat Putri sedih?, katanya kamu Cinta sama Putri?," Tanya Ibu sambil menjelaskan kepada Anak semata wayangnya itu.
"Bagas Cinta Bu sama Putri, cinta banget malah." Ucap Bagas.
"Nah kalau cinta kamu harusnya bahagia dong kalau Orang yang kamu Cintai itu bahagia," ucap Ibu.
Bagas mengangguk pelan.
"Nah kamu ngerti apa yang tadi Ibu omongin?, kamu boleh cinta sama siapun nggak ada yang larang karna pasalnya perasaan seseorang tidak ada yang bisa mengaturnya selain Allah SWT, tapi kamu tidak boleh merusak hubungan Orang lain yang sudah bahagia demi keegois'an dirimu sendiri Nak. Kamu mengerti?" Tanya Ibu.
Bagas mengangguk sembari berkata.
"Bagas ngerti kok Bu, makasih udah kasih solusi ke Bagas. Makasih Ibu selalu ada saat Bagas membutuhkan Ibu," jawab Bagas sambil memeluk Ibu.
"Sama - sama Nak, itu gunanya Orang tua. Kamu jangan lagi memendam masalah kamu sendiri ya Nak. Kamu itu punya Orang tua dan Sahabat - Sahabat yang mau jadi pendengar yang baik dan ngasih solusi buat kamu," ucap Ibu sambil menasihat'i Putranya tersebut.
"Iya Ibu Bagas mengerti. Terima kasih Ibu," ucap Bagas yang kembali memeluk Ibunya.
Bersambung..
...----------------...
...Terima kasih sudah membaca Novel ini ya Teman - Teman, setelah membaca silakan klik Like, dan masukin karya Author ini ke daftar Favorit kalian ya🙏...
...See You In The Next Episode👋...
__ADS_1