
😁Jangan Lupa Tekan Like Dan masukin ke Favorit kalian agar tidak ketinggalan cerita novel Si Ayah Dingin ya.
Kalau Nggak up berarti lagi lupa atau nggak lagi kehabisan kuota jadi maaf ya teman - teman🙏
🌄Pagi Harinya Pun Tiba, Keluarga Aditara sedang siap - siap untuk liburan Keluarga mereka yang terdiri dari Ayah Ibu dan Anak.
Mereka pun sudah siap jalan, namun sebelum jalan Ayah bertanya.
"Kalian siap?." Tanya Ayah.
"Siap Yah." Ucapku dan Ibu bersama dengan datar dan dingin.
Ayah menghembuskan napas pelan.
"Hufftt..Yaudah ayo berangkat." Ucap Ayah dengan nada kecewa.
Aku dan Ibupun sebenanya sedikit sedih dengan nada bicara Ayah yang kecewa. Namun mau bagaimana lagi ini demi rencana agar Ayah mau jadi berubah.
Sesampainya disana aku dan Ibuku menurunkan barang - barang kami dengan dibantu Ayah.
Ayah mulai pesan Hotel untuk menginap kami, tapi aku tidur sendiri sedangkan Ayah tidur bersama dengan Ibu.
Aku sendiri cukup bahagia, semoga mereka segera melakukan olahraga malam dan membuat Adik untuk ku.
🌒Malam Hari Pun Tiba🌒
'duh kok aku jadi malu gini sih tidur bareng Ibu, padahal udah puluhan Tahun bareng Ibu tapi belum pernag ngerasa gini. Ada apa ini ya?' Tanya Ayah pada diri sendiri.
Setelah diam beberapa saat Ibu memulai obrolannya dengan Ayah.
"Yah mau langsung tidur atau makan malam dulu?" Tanya Ibu dengan datar dan dingin mengingat mereka sedang berpura - pura dingin kepada Ayah.
"Ehem..Ayah mau makan sesuatu dulu Bu," ucap Ayah dengan wajah tersipu malu.
"Makan apa Yah?" Tanya Ibu dengan wajah bingung melihat Ayah yang tersipu malu.
__ADS_1
"ehm...makan Ibu boleh?." Tanya Ayah yang mendadak maju kedepan.
"Ehhh Yah?!. Ayah mau Apa?" Tanya Ibu dengan waja merah karna malu.
Ayah semakin mendekat ke Ibu lalu....
'Buahhhh Hah Hah Hah, eh? Apa tadi mimpi?
Duh kok aku jadi mesum gini sih, kenapa aku sampe bisa mimpiin Ibu ya? Apa aku udah mulai suka sama Ibu?' Pikir Ayah.
"ehhmm hoamm, ada apa Ayah?" Tanya Ibu yang baru saja bangun tidur karna kaget mendengar Ayah menjerit.
"eh ee... nggak ada apa - apa kok Bu. Yaudah Ayah mau mandi dulu ya, nanti kita makan sama - sama ya sekalian Bagas ikut," titah Ayah yang sedikit gugup.
"Ok Yah." Ucap Ibu.
Aku memutuskan jalan - jalan di sekitar Pantai karna aku ingin Ayah menghabiskan waktu bersama dengan Ibu.
Tringgg...handphone Bagas berbunyi.
"Iya Bu ada apa?" Tanyaku.
"Ini Nak, kamu mau nggak makan bareng bareng sama Ibu dan Ayah?"
Pas di tengah jalan aku liat Putri. Gadis cantik namun cuek dan dingin yang aku sukai diam - diam di Sekolah ada disini?
"Eee...gimana ya Bu, kayaknya Bagas nggak bisa deh Bu, Bagas lagi mau PDKT sama Cewek Bu hehe," ujar Bagas.
"Ooo...yaudah deh Nak, Ibu tutup telepon-nya ya?"
"Iya Bu, Assalamualaikum Bu."
"Waalaikumsalam."
Akupun hendak menyapanya, namun aku urungkan niatku tersebut setelah melihat Putri jalan sama seorang Pria yang aku tidak kenal tersebut.
__ADS_1
"Gimana Bu jadi makan bareng - bareng nggak?" Tanya Ayah.
"eee gimana nih Yah? Bagasnya lagi nggak ada, dia lagi PDKT sama cewek," ucap Ibu
"oo Ya udah kalo gitu, gimana kalo kita berdua aja yang makan bareng?" Tanya Ayah dengan wajah yang tersipu malu.
"Bo-boleh Yah," jawab Ibu gugup, pasalnya mereka sudah menikah puluhan Tahun namun belum pernah makan berdua.
"y-ya udah ayo Bu." Ucap Ayah dengan wajah yang merah karna malu.
Setelah mereka tiba di tempat tujuan yang awalnya digunakan untuk makan bersama Keluarga kecil mereka kini telah berubah menjadi kencan antara dua insan yang sama - sama merasakan debaran aneh di dada mereka.
Mereka berdua pun memilih meja yang berhadapan satu sama lain.
Wajah mereka masih tersipu malu, dan tanpa di duga mata mereka menatap intens satu sama lain dalam waktu lama dengan expresi yang sulit untuk diartikan.
Mereka segera tersadarkan karena pelayan sudah mengantarkan buku menu untuk mereka pilih.
'Duh kok aku jadi gugup gini ya? Ya ampun kami kan nggak pernah makan berdua' Batin Ibu.
"Eee...Yah, Emmm..Apa A-Ayah bosan sama Ibu?" Tanya Ibu pelan.
"Hah apa maksud Ibu?, kenapa Ibu bisa bilang gitu?" Tanya Ayah dengan mimik wajah marah dan bingung.
"Ya...habisnya Ayah udah puluhan Tahun nikah sama Ibu tapi Ayah sama sekali nggak bisa romantis. Ayah kaya nggak cinta sama Ibu. Jadi Ibu pikir Ayah bosan sama Ibu," ujar Ibu dengan wajah yang sendu.
Ayah menatap lama wajah Ibu terutama pada bagian Matanya yang teduh, dan tiba - tiba Ayah mendekatkan wajahnya ke dekat Ibu lalu...
Lanjuttt...
Terusss
Bersambung... Hehe😅
Besok lagi ya, maaf kalo pendek ceritanya, soalnya nyesuaiin kemampuan otak ku hehe
__ADS_1