
Setelah menyiapkan rencana untuk meluluhkan hati si beruang kutub Alea merasa sangat bahagia sekali semoga saja rencana nya kali ini berhasil walaupun memang dia terlihat sangat murahan sekali .tapi itu bukan jadi masalah bukan,toh dia adalah istri Jerol sekarang sudah sepantas nya jika ingin mencetak anak.
melihat Alea tersenyum terus dari tadi ternyata mbok inem penasaran dengan sesuatu yang membuat Alea merasa sangat bahagia.
"ayo bahagia Kenapa itu".
"mbok kok tau aku lagi bahagia?"
"Yo jelas mbok tau orang situ senyam senyum terus dari tadi"
"ah mbok aku bahagia sekali,ternyata lagi kasmaran itu enak sekali ya?" Alea menyandarkan kepala nya di bahu mbok inem sambil memeluk mbok inem dengan erat.
"oh ternyata sedang kasmaran toh". Mbok inem mengangguk-anggukkan kepala nya tanda iya mengerti, meski dia sedikit bingung dengan hubungan majikan nya dengan wanita yang ada di hadapan nya ini tapi dia tetap menghargai Alea sebagai penghuni baru di rumah mewah itu.
"eh mbok apa mbok sudah lama bekerja di sini?"
"Yo udah lama, orang dari tuan Jerol usia nya dua puluh tahun,sekarang tuan Jerol udah dua puluh sembilan tahun bentar lagi mau kepala tiga kok, Yo adalah udah hampir sepuluh tahun ini"
"udah lumayan lama juga ya mbok, apa pak Jerol memang sedingin itu mbok"
"dulu Tuan Jerol orang nya periang, selalu bahagia gak pernah marah-marah tapi semenjak dia gagal menikah Tuan Jerol Yo jadi suka marah-marah,selalu pulang kerja larut malam".
"oh ya mbok apa pak Jerol pernah gagal menikah?"
"ya iya dulu itu calon tuan sering sekali menginap di sini,tapi Yo itu orang nya agak sombong suka marah-marah gak mau makan masakan si mbok mau nya mesan aja.kata nya makanan mbok itu kampungan mesti nya Tuan Jerol cari chef aja gak usah lagi pakai si mbok"
"benar mbok? siapa nama nya mbok?
"siapa Yo nama nya mbok kok yo lupa". mbok inem memegang kepala nya sambil mencoba mengingat-ngingat siapa nama mantan Jerol.
"oh itu nama nya Helana non. Non tau nona Helana itu cantik sekali tubuh nya langsing wajah nya juga khas kebule-bulean juga dia itu seorang model papan atas tapi sehari sebelum acara di mulai non Helana itu pergi meniti karir nya di luar negeri. itu rumor yang mbok dengar dari para pekerja di rumah ini".
"wah serius mbok,ayo mbok cerita yang lain nya lagi".Alea begitu antusias ingin mengetahui cerita kelam seorang Jerol pengusaha muda tersukses itu, tapi di tengah asik nya rumpian mereka suara seseorang malah mengagetkan mereka.
__ADS_1
"ehem ehem",Deni tiba-tiba datang dan menegur mereka yang tengah asik menggosip seorang Jerol.
"Lakukan pekerjaan dengan benar dan berhenti menggosip jika tuan Jerol tau pekerjaan kalian hanya menggosip saja akan di pastikan kalian angkat kaki dari rumah ini".
"Den Deni maaf saya tidak bermaksud menggosip Tuan muda Jerol hanya saja nona Alea ingin tau apa yang terjadi antara nona Helana dan Tuan muda".
"Apa Tuan Jerol menggaji mbok untuk bergosip tentang dirinya?". Deni bertanya dengan hati-hati namun menusuk.
"Maaf Den mbok berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi" mbok inem berkata dengan takut-takut.
"pastikan mulai hari ini tutup mulut rapat-rapat,apapun yang terjadi di dalam mansion ini anggap saja itu tidak pernah terjadi".
"baik Den". mbok Inem mengangguk dengan cepat, Perkataan Deni sama hal nya dengan perkataan Jerol karna Deni bukan hanya menjabat sebagai sekertaris di perusahaan saja melainkan kaki tangan Jerol.
"emm pak Deni mbok inem tidak bersalah yang salah adalah saya karna menanyakan lebih jauh masa lalu pak Jerol".
"ya memang Anda bersalah,saya harap anda tidak perlu menggali informasi apapun tentang apa yang terjadi di rumah ini apalagi ingin tau tentang pribadi tuan Jerol. saya harap anda tau batasan kenapa anda bisa ada di sini"
"ini silahkan ambil pakaian-pakaian mu dan bawa ke kamar mbok inem yang akan menunjukkan kamar untuk mu". Deni pergi dari hadapan mereka,tapi baru beberapa langkah dia berbalik lagi.
"oh ya satu lagi yang harus anda ingat, nona harus mengurus Tuan Jerol dengan benar. setiap malam anda harus menyambut kedatangan Tuan Jerol,juga pagi hari anda harus menyiapkan air mandi dan juga pakaian kerja Tuan, dan selebih nya mbok inem akan memberitahu pekerjaan yang lain nya".
"baik pak terimakasih atas baju dan juga pesan nya,akan saya lakukan pekerjaan dengan baik" Alea berbicara dengan mulut yang bergetar, dia berusaha menahan air mata nya dia harus lebih kuat lagi ini masih awal permulaan ke depan nya dia pasti akan lebih mendapatkan kejadian-kejadian yang tak terduga.
"ya sama-sama, kembalilah bekerja dan siapkan makan malam"
mbok Inem dan Alea hanya mengangguk dan membungkuk kan badan nya tanda mereka mengerti dengan arahan Deni.
Deni yang memang ada urusan penting dengan Jerol langsung naik ke lantai dua menuju ruang kerja Jerol.
"Tok-tok". Deni mengetuk pintu sebelum dia masuk ke dalam ruangan.
"permisi Tuan"
__ADS_1
"ya kau sudah datang Eni. silahkan duduk" Jerol mempersilahkan Deni duduk di bangku, Deni pun menarik bangku tepat di hadapan Jerol.
"Ah Tuan Anda selalu saja memanggil saya dengan sebutan Eni, wanita akan menganggap saya adalah seorang waria. Ah pantasan saja saya masih menjomblo sampai saat ini".
"ahaha baik lah baik lah, akan ku ubah menjadi En. apa itu lebih baik?"
"Ya ya ya terserah Tuan saja"
"ahaha kau ini selalu saja pasrah. jika kau terus begini bisa-bisa kau tidak akan menikah"
"ah tuan Jerol seperti sudah menikah dengan wanita yang di cintai nya saja".Deni bermonolog dalam hati nya.
"jangan mengumpat ku Eni"
"tidak Tuan,mana mungkin saya berani mengumpat anda".
"baik lah. hari ini informasi apa yang kau dapat?"
"Besok adalah jadwal operasi nyonya Erika sekitar jam 11 siang operasi yang di lakukan dengan keadaan darurat kemungkinan angka keberhasilan sangat lah kecil".
" ah itu tidak penting lewat kan saja. memang nya siapa dia".
"Nyonya Erika adalah mertua anda Tuan"
"ah kau benar juga, bahkan saya tidak mengingat apalagi merasa mempunyai mertua"
"itu hanya mertua sementara saja Tuan"
"ah iya benar-benar sekali. selain itu informasi apalagi?"
"Besok juga wanita itu akan tiba dari luar negeri Tuan. dia akan menetap di sini lebih lama dan informasi yang saya dapatkan selain menerima pekerjaan sebagai model dia juga akan membuka sebuah butik".
Informasi yang Jerol terima dari Deni sungguh membuat jantung nya berdegub kencang,kepala nya begitu terasa panas,darah nya berdesir dengan cepat,bayangan masa lalu saat Helana membatalkan pernikahan mereka masih terasa begitu Jelas di ingatan nya, rasa nya Jerol tidak mampu untuk memaafkan seorang Helana.
__ADS_1