Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Perkara Saringan Tahu


__ADS_3

karena posisi tidur yang terlalu nyaman Alea dan Jerol sampai terlelap terlalu lama dan melewatkan makan malam.


"selamat malam tuan besar". Deni menyapa kakek saat dia tiba di meja makan.


"ya selamat malam, duduk lah"


"baik tuan besar, terimakasih"


"kau selalu saja memanggil dengan sebutan tuan besar padahal sudah saya katakan panggil seperti Jerol juga memanggil saya dengan sebutan kakek"


"baik kek"


"ha kan kedengaran nya lebih bagus".


Deni hanya tersenyum saat kakek selalu saja memandang nya seperti cucu nya sendiri.


"mengapa belum makan?". kakek langsung menegur karna melihat Deni yang masih belum membalikkan piring nya.


"seperti nya tuan Jerol belum turun,saya akan menunggu nya kek"


"kenapa menunggu dia,sudah kamu makan saja"


"saya merasa tidak enak jika harus makan duluan,emm haruskah saya memanggil tuan Jerol di kamar nya kek?"


"hais.. kamu merasa tidak enak makan duluan atau mengganggu pengantin baru yang sedang kasmaran?"


"saya makan duluan saja kek".


Deni dengan cepat menjawab kakek dan dia segera membalikkan piring dan menyendok kan nasi.


kakek yang melihat tingkah Deni hanya bisa tersenyum dan mereka melanjutkan makan dalam keheningan.


......................


Di dalam kamar nya Alea dan Jerol tidur saling berpelukan, karena merasakan kehangatan yang terasa sangat berbeda dan nyaman mereka sampai tertidur begitu lelap sehingga melewatkan jam makan malam.


tengah malam Alea terbangun karena merasakan perut nya berbunyi,saat dia ingin bangun dia menyadari bahwa tangan nya memeluk tubuh Jerol dan Jerol juga memeluk tubuh nya di tambah kaki Jerol juga ikut menindih kakinya.


"oh my God".Alea memekik kecil,takut jika Jerol terbangun dari tidur nya.


"bagaimana cara memindahkan tangan kekar ini". Alea mengangkat tangan nya perlahan,setelah berhasil mengangkat tangan nya sendiri Alea masih berusaha mengangkat tangan kekar milik Jerol.


"apakah ini kayu ataupun besi mengapa hanya satu tangan saja tapi rasa nya begitu berat".Alea bermonolog dalam hati nya.


karena di lakukan dengan hati-hati dan agar Jerol tidak terbangun, tangan kekar itu pun masih tetap setia memeluk erat tubuh mungil Alea. merasa usaha nya sia-sia Alea pun ingin membangun kan Jerol saja


"pa..k",panggilan itu tak terdengar sedikitpun karena mungkin hampir terdengar seperti sebuah bisikkan saja.


"ah ya ampun ternyata suami ku sangat tampan,jika teman-teman sekolah tau dia adalah suami ku ah mereka pasti sangat iri".Alea bermonolog dalam hatinya sambil membelai wajah Jerol.


"apakah kamu terpesona dengan ketampanan ini?"

__ADS_1


"oh ya ampun,kapan bapak bangun?".


"sudah sejak kamu membelai wajah tampan ini"


"bapak terlalu pede, saya tidak mengatakan bahwa bapak tampan ya"


"benarkah?tapi kamu membelai wajah saya sambil tersenyum-senyum"


"emm ituuu,itu karna ada nyamuk di wajah bapak,jadi saya berusaha memukul dengan pelan takut bapak terbangun maka nya seperti terkesan saya membelai wajah bapak"


"Alea,Alea di kamar ini tidak ada nyamuk Alea"


"bapak mana tau ada atau tidak nya nyamuk"


"berdebat dengan mu tidak akan ada habis nya,pergi mandi sana"


"singkirkan dulu tangan bapak ini"


"hah?, kamu sengaja ya menaruh tangan saya di pinggang mu agar saya terlihat seperti ingin memeluk kamu"


"walaupun begini saya juga bukan orang yang suka cari kesempatan dalam kesempitan"


"kamu mau mandi atau tidak?,kalau kamu tidak mandi saya saja yang duluan"


"tapi saya sangat lapar"


"maka nya buruan mandi sana". akhirnya Alea pun menuruti omongan Jerol dan bangkit berjalan menuju kamar mandi.


saat Jerol selesai memakai pakaian nya Jerol sengaja membuka pintu ruang kerja nya karna saat Alea lewat Jerol dapat melihat nya.


satu menit,sepuluh menit sampai tiga puluh menit sudah berlalu dari saat Jerol sudah selesai memakai baju nya tapi Alea masih belum keluar juga dari dalam kamar membuat Jerol kesal dan menyusul nya.


"bisa-bisanya bocah itu membuatku menunggu nya begitu lama"


setiba ny di kamar Jerol mencari Alea ke mana-mana dan mendapati nya di dalam walk in closet dan hanya diam memandangi baju-baju yang ada di dalam lemari.


"apa kau sudah puas memandang nya,sekarang cepat ganti baju mu dan kita makan di bawah,CK... kau sudah membuat ku menunggu mu begitu lama"


"baju apa yang akan saya pakai pak"


"CK....di situ banyak baju tinggal pakai saja"


"liat saja baju nya di situ sendiri"


"awas minggir,mencari baju saja tidak bisa.sudah seperti anak TK saja"


Jerol pun membolak-balik kan pakaian Alea dan hanya menemukan pakaian sehari-hari serta pakaian formal dan pakaian tidur berupa lingerie semua.


"what lingerie?"


"apakah sudah dapat?"

__ADS_1


"sudah pakai ini saja".


Jerol menyerah kan lingerie yang tidak terlalu transparan dan juga menonjol.


"what?? saringan tahu ini?"


"itu nama nya lingerie bukan saringan tahu"


"sama saja bentuk nya seperti saringan tahu"


"terserah saja,cepat pakai. tidak pakai lama-lama saya sudah sangat lapar ini. saya tunggu di tempat tidur"


Jerol berlalu pergi dari walk in closet,dan n


dengan terpaksa Alea memakai lingerie itu.


saat Alea selesai memakai lingerie nya dia pergi menemui Jerol di tempat tidur sambil berusaha menutupi aset penting dengan kedua telapak tangannya.glek Jerol menelan ludah nya saat melihat tubuh seksi Alea yang hanya di baluti dengan lingerie itu.


"pak, apa bapak yakin akan mengajak saya makan di bawah dengan pakaian saya yang seperti ini?"


Jerol tersentak dari keterpanaan Nya saat Alea berusaha mengingatkan nya bahwa dia sekarang sedang memakai pakaian yang tidak pantas untuk di bawa ke luar dari kamar.


"emm ya ya ya benar juga katamu, ya sudah nanti saya bawakan makanan ke sini saja"


"benarkah pak?"


"benar"


"ah terimakasih, bapak sangat baik sekali"


Alea berlari menghampiri Jerol dan memeluk erat tubuh nya, mendapat perlakuan seperti ini jiwa nya benar-benar di uji


"ah ini semua ulah kakek, bisa-bisanya dia menaruh pakaian tidur Alea dengan lingerie semua.oh anak ini juga apa tidak tau bahwa singa sudah benar-benar terbangun"(Jerol bermonolog dalam hati nya)


"emmm Alea apa kamu ingin makan?"


Jerol bertanya di sela-sela pelukan Alea


"ya tentu saja mau"


"em itu apa kamu mau makanan yang lain nya"


"makanan apa? apakah enak?"


"tentu saja enak"


"makanan seperti apa yang bapak bilang enak itu?"


"emm itu seperti makanan pembuka"


Jerol berkata dengan ragu-ragu pasalnya dia ingin melakukan adegan dewasa dengan Alea.

__ADS_1


Hai-hai sahabat MHCK jangan lupa tinggalkan Jejak dengan like dan komentar untuk mendukung terus cerita Jerol dan Alea ya. salam sehat🄰


__ADS_2