
Setelah selesai melakukan akad di KUA Jerol bergegas masuk ke dalam mobil nya dan tidak lupa membawa Alea turut serta bersama nya. Alea yang melihat Jerol tetap membawa dia pulang dalam satu mobil bersama menyadari walaupun pernikahan ini hanya sebuah bisnis saja tetapi dia tetap mempunyai hati yang lembut membuat nya berfikir ulang untuk nya memanggil Jerol dengan sebutan Kutub Utara lagi.
" Ah dia tidak seburuk yang aku kira ternyata dia juga punya sisi yang lembut, seharus nya aku tak usah lagi menyebut nya Kutub Utara, tapi apa kira-kira panggilan yang cocok untuk dia ya" Alea bermonolog dalam hati nya,sambil memejamkan mata dan memegang kepala nya Alea berusaha berfikir apa panggilan yang sangat cocok untuk seorang Jerol.
"BERUANG KUTUB" Alea berteriak begitu keras membuat Jerol tiba-tiba mengerem mobil nya mendadak,membuat kepala Alea membentur dashboard mobil sementara kepala Jerol terbentur di kemudi. Untung di belakang mereka tidak ada kendaraan lain karena tempat KUA yang Jerol pilih memang bukan di pusat kota.
"Ah ow oh" Alea dan Jerol menjerit kesakitan.
"Ah s**l kepala ku, di mana beruang kutub itu akan ku bunuh dia"
Jerol mengambil p***ol nya dan keluar dari dalam mobil.
Alea jadi kelabakan sendiri padahal yang dia sebut beruang kutub itu adalah Jerol sendiri, dia jadi bingung bagaimana jika Jerol bertanya tentang beruang kutub itu.
"Dasar B***h,b***h seharus nya mulut ini jangan keceplosan terus-terus" Alea berbicara pelan sambil terus memukul-mukul mulut nya.
Sementara itu Jerol yang masih merasa kesal karena perjalanan nya jadi terganggu langsung keluar mobil berusaha mencari keberadaan beruang kutub itu tapi malah tak membuahkan hasil, dengan kasar dia membuka dan membanting pintu.
"Ceklek gebrakk"
hei mana beruang kutub yang kau katakan tadi ha?"
"Itu eh tadi itu"
"Dasar b***h kau berbicara seperti orang g***p saja , dasar wanita tidak ber**na!
"Tidak pak benar tadi ada beruang kutub, mungkin punya warga di sini lepas dia lari begitu cepat kemungkinan saat kita terbentur tadi pak" Alea berusaha meyakin kan Jerol agar dia terbebas dari amukan nya lagi.
"S***an beruang kutub atau binatang lain ha? Gara-gara kebo**han mu aku jadi ikut-ikutan bo**h juga, kau fikir di sini ada beruang kutub" Jerol yang baru menyadari bahwa Alea hanya membo**hi nya saja membuat nya menjadi murka.
"Ke luar dari mobil sekararang!" Jerol membentak Alea dengan kuat.
"Bapak yakin ingin menurunkan saya di sini?"
" Apa kau melihat wajah ku ini penuh dengan candaan? "
"Pak tolong jangan turun kan saya di sini nanti ada binatang buas saya takut".Alea berusaha merayu Jerol agar dia tidak di turunkan di tempat yang sepi.
__ADS_1
"Apa kau fikir aku peduli tentang itu? Cepat keluar kata ku,kalau kau tidak keluar juga Pis**l ini yang akan melayang tepat di kepala mu". Jerol menodong kan Pis**l tepat di kepala Alea.
Dengan patuh akhir nya Alea keluar dari dalam mobil dengan tubuh yang bergetar karna ketakutan.
"Ba ba baik om eh pak sa saya keluar"
"Cepat!!" Jerol membentak Alea lagi karna pintu mobil tak kunjung terbuka oleh nya.
"Su susah pak pintu nya macet" Alea masih berupaya berkelih.
Setelah melalui banyak drama akhir nya Alea keluar juga dari mobil Jerol.
Alea menggerutu sepanjang jalan,menjadi nyonya Jerol wijaya ternyata tidak ada enak nya sama sekali.
"Ah ternyata dia lebih menyeramkan, panggilan apa lagi yang cocok dengan nya
selain kutub utara dan beruang kutub, dasar lelaki menyebalkan".
" Apa dia tidak tau gadis perawan seperti ini rawan sekali jika di tinggal sendirian seperti ini, ah aku takut sekali bagaimana jika ada orang jahat datang menghampiri dan mempeko** ku".
"Ibu Alea takut" gadis yang baru melepas masa remaja nya itu menangis tersedu-sedu sambil terus berjalan. Di tengah kesedihan nya tiba-tiba sebuah mobil menghentikan langkah nya.
"tint tint"
sebuah mobil kijang inova bewarna hitam berhenti tepat di samping Alea. Seorang pria dengan kemeja bewarna Navy keluar dari dalam mobil. Andika Briston itu lah nama nya,seorang pria berkulit putih dengan wajah sedikit kebule-bulean menghampiri Alea membuat Alea segera melepas high heels nya untuk mengambil ancang-ancang jika pria itu berbuat macam-macam.
"Hai Nona,apa butuh tumpangan?"
Alea memandang takut pada Andika. Walaupun tampang nya tampan tidak menutup kemungkinan dia orang jahat,atau kemungkinan dia adalah seorang pria penculik para gadis-gadis untuk di jual pada pria hidung belang. bisa saja bos nya sengaja memilih yang tampan agar para gadis mudah terlena melihat ketampanan nya dan bersedia ikut dengan mereka.
Alea menggeleng kan kepala nya beberapa kali tanda dia menolak ajakan pria tersebut dan juga tidak menutup kemungkinan apa yang ada di fikiran dia tentang penculik para gadis itu benar ada nya.
"Tidak,saya tidak butuh tumpangan"
"Ayolah jangan takut saya orang baik,saya hanya ingin mengantar kan anda pulang saja tidak lebih dari itu,lagi pula di sini rawan sekali begal apa anda tidak takut?"
"Ummmmm... ya.,ya., tentu saja saya takut mana mungkin saya berani!" Alea berbicara dengan sedikit ketakutan.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu mari saya antar" Andika berusaha meraih tangan Alea untuk mengiringi dia masuk ke dalam mobil.
"Stop!! Tampang anda mencurigakan" Alea masih berfikir bahwa Andika adalah seorang penculik. Merasa tindakan kebaikan nya selalu di tolak ,Andika yang jadi malas lagi meladeni Alea dan memilih pergi saja.
"Nona kalau nona berfikir bahwa saya orang jahat itu salah besar,di sini saya hanya ingin membantu karna Kasihan melihat nona berjalan kaki apalagi di tempat ini banyak sekali begal. Tapi karna nona masih bersikeras tidak butuh tumpangan ya sudah saya pamit undur diri"
Andika membalikan badan nya dan pergi meninggalkan Alea tapi belum sempat Andika masuk ke dalam mobil Alea sudah lebih dulu berbicara yang menurut Andika itu sangat lucu.
"Apakah anda bukan seorang penculik?
"Ha haa hahaaa ..apa wajah nan tampan saya ini seperti wajah seorang penculik?"
"Eh itu biasa nya kan wajah tampan bisa saja menipu,bisa saja bos sengaja memilih yang tampan agar wanita mudah tertipu dan bisa dengan mudah ikut dengan nya"
"Ahahahahaha nona nona kau membuat ku tak bisa berhenti tertawa ahahaahhaaa" Andika sampai terduduk di jalanan sambil memegang perut nya. Melihat kelakuan Andika yang menertawakan kebodohan nya Alea menjadi malu sendiri.
" Apakah anda bisa menghentikan tawa itu? Saya sangat malu jadi tolong berhenti lah tertawa".
"Ahahahahaha aduh nona ini sangat lucu sekali, dari banyak nya wanita yang saya temui selalu memuji saya tampan dan memikat tapi anda malah menuduh saya sebagai seorang penculik ahahahhhaaa"
Sementara Alea yang kesal dengan tingkah Andika yang tidak berhenti menertawakan nya memilih meninggalkan pria itu dan kembali melanjutkan perjalanan nya.
Melihat Alea yang pergi meninggalkan nya sendirian Andika bangkit berdiri dan bergegas mengejar Alea.
"Nona anda mau ke mana?"
"Apa anda tidak lihat kalau saya sedang berjalan mau pulang" Alea berkata dengan judes,Andika yang tau bahwa diri nya bersalah akhirnya meminta maaf.
"Okay saya minta maaf, ayo mari ikut saya ke dalam mobil saya akan antar nona pulang ke rumah"
"Tapi janji tidak akan menertawakan saya lagi"
"Baik saya bisa jamin itu tidak akan terjadi lagi"
Akhir nya Alea pun pulang bersama Andika, Alea tau ini telah melanggar aturan kontrak yang telah di tandatangani nya tapi siapa suruh beruang kutub itu meninggal kan dia sendirian di jalanan.
...****************...
__ADS_1