
"Mengapa pak Jerol begitu kejam terhadap saya".Alea bertanya sambil menangis. tersedu-sedu dan langsung memeluk Jerol
"oh ya ampun kamu sedang apa dan apa salah saya?".Jerol bertanya dengan bingung.
"Bapak sudah mengirim ibu saya ke luar negeri"
"CK.. kamu manusia yang sungguh sangat aneh, saya sudah mengatakan nya bukan kalau saya mengirim ibu mu ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi? kenapa kamu malah jadi menangis? apa kamu tidak ingin melihat ibu mu sembuh kembali?"
"bukan begitu pak bapak mengirim ibu saya tanpa memberitahu saya terlebih dahulu bagaimana saya tidak menangis,saya jadi tidak bisa bertemu ibu untuk yang terakhir"
"kamu bisa bertemu ibu mu saat dia sudah sembuh nanti jadi berhenti lah menangis dan banyak lah berdoa agar dia segera sembuh"
"huhuhuhu tidak bisa begitu pak,rindu ini sudah terlalu dalam".
Alea semakin menangis kencang,menghadapi situasi seperti ini Jerol semakin kesal.
"ya sudah hari ini juga saya kirim ibumu kembali"
"eh tidak tidak jangan pak"
"kenapa? kamu kan ingin bertemu ibumu"
"tidak jadi. biarkan saja ibu di rawat di sana"
tetapi Jerol segera merogoh kocek celana nya dan mengambil telfon genggam nya.
"saya harus menghubungi Deni memberitahu jika kamu ingin ibumu di pulangkan lebih cepat"
"eh pak,saya kan bilang tidak jadi kenapa lalu menelfon pak Deni?"
Alea jadi gelisah di buat Jerol.
"memang nya kenapa?biarkan saja Deniw memulangkan ibumu itu, lagi pula anak nya di sini juga tidak tau berterimakasih terhadap orang yang telah memberikan perawatan yang terbaik untuk ibunya".
"tolong jangan pulangkan ibu saya pak,maaf karna saya sudah membuat bapak merasa kesal dan terimakasih karena sudah memberikan perawatan yang terbaik untuk ibu saya". Alea merasa bersalah dan menundukkan kepala nya.
"permintaan maaf mu tidak di terima"
"hah? memang nya kenapa?"
"karna itu belum cukup"
"saya harus bagaimana lagi agar bapak menerima permintaan maaf saya?"
"ya kamu fikir saja sendiri".
Alea yang berfikir bahwa Jerol meminta sesuatu yang lebih romantis jadi mendekati Jerol
__ADS_1
"cup..satu kecupan mendarat bebas di bib*r Jerol tanpa bisa di cegah,membuat Jerol jadi diam membeku di tempat nya.
"bagaimana apakah sudah di maaf kan?".tetapi Jerol hanya bisa diam dan seperti membeku di tempat nya.
"pak kenapa diam saja, sudah di maafkan belum?"tetapi Jerol seakan menutup telinga nya saat Alea berusaha memanggil.
Alea yang melihat Jerol masih diam saja dia kembali mendekatkan bib*r nya dan mulai mengecup kembali bib*r Jerol tetapi Jerol malah menahan tubuh Alea dan memegang kepala nya.
Jerol menggigit kecil bib*r Alea agar dia membuka mulut nya dan Jerol juga bisa dengan leluasa meluma* bibi* kecil Alea.
"emm".Alea hanya bisa bergumam seperti itu saat mendapatkan gigi*an kecil dari Jerol.
setelah Alea membuka mulu* nya akhir nya Jerol pun dengan bebas menjelajahi isi Mulu* Alea. dan tanpa sadar kedua nya pun malah sama-sama terhanyut, tangan Jerol juga dengan nakal nya menjelajahi gunung kemba* milik Alea.
"emm ahh", dua kata itu lolos begitu saja dari Mulu* Alea. di saat kedua nya sedang asik menikmati indah nya dunia suara ketukan di pintu menyadarkan kembali ingatan mereka berdua.
Jerol segera memperbaiki baju Alea,karena hanya bagian dalam itu yang baru bisa Jerol jelajahi.
saat Jerol membuka pintu di sana sudah ada Deni yang berdiri untuk memberitahukan bahwa kamar Jerol sudah di rombak oleh kakek,tetapi belum saja Deni memulai kata-kata nya Jerol sudah lebih dulu memarahi nya.
"apa kau tidak bisa melihat situasi? kaudan sudah mengacaukan situasi"'
"maaf tuan"
"ah kau benar-benar mengacaukan nya, lain kali telfon saja,jika aku tidak mengangkat nya berarti dalam situasi mode darurat"
"bukankah mode romantis tuan?"
"ah seperti nya aku harus menghubungi Adit,barangkali sudah ada Jerol junior".
"plak" Jerol memukul kepala Deni.
"itu terlalu dini menghubungi nya,belum sampai ke tahap itu"
Jerol berkata dengan sedih.
"semangat dong". Deni berusaha mengejek Jerol.
"pergi sana,semua ini gara-gara kamu".
setelah mengusir Deni,Jerol dengan cepat menutup pintu dan tidak lupa dia juga mengunci nya, siapa tau dia bisa melanjutkan kegiatan seperti tadi lagi.
tetapi saat dia membalikkan badan nya dia mendapati Alea sudah rapi dan duduk di kursi sambil membelakangi dia.
"ah semua ini gara-gara Deni,pekerjaan jadi terbengkalai oleh nya". Jerol bermonolog dalam hati nya,dan agar menghilangkan rasa canggung akibat kegiatan tadi dengan Alea, Jerol memasang wajah dingin nya.
saat Jerol sampai di kursi kerja nya dia langsung duduk dan mendapati Alea terus menunduk kan kepala nya, Jerol yakin pasti Alea sangat malu saat ini jadi dia memulai percakapan lebih dulu.
__ADS_1
"permintaan maaf mu di terima"
"benarkah?kalau begitu saya ijin keluar lebih dulu"
"eh tunggu"
"apakah masih ada yang di perlukan lagi pak?".
Alea masih berbicara sambil menundukkan kepala nya.
"iya masih,saya masih ingin yang tadi".
Alea yang heran karna pertanyaan nya tidak di jawab oleh Jerol akhirnya mengangkat kepala nya dan dia mendapati Jerol menatap ke lurus ke depan sambil senyum-senyum sendiri.
"pak pak pak Jerol,halloooo"
Alea melambai-lambai kan tangan nya di depan wajah Jerol, Akhir nya Jerol pun tersadar dari lamunan nya.
"ehh"
"pak,apakah bapak sedang melamun?"
"hah?"
"saya tadi bertanya apa bapak masih butuh sesuatu tapi bapak tidak menjawab dan malah hanya terdiam seolah-olah sedang memikirkan sesuatu"
"benarkah?"
"tentu saja benar,dan yang lebih parah nya bapak tersenyum-senyum tidak jelas"
"oh ya ampun ternyata itu hanya halusinasi ku saja,ah jika itu benar mau taruh di mana muka ku". lagi-lagi Jerol bermonolog dalam hatinya membuat Alea jadi kesal sendiri di buat nya.
"tu kan lagi-lagi melamun, sebenarnya bapak itu mau bicara apa? kalau sudah tidak ada yang di perlukan dan di bicarakan saya pamit undur diri"
"ehh.. maaf kan saya Alea, emm begini dari awal sudah kita bicarakan bukan bahwa saya sudah membantu kamu begitu banyak dan kamu juga harus membantu saya bersandiwara di depan kakek, buatlah situasi yang membuat kakek merasa senang misalnya seperti kamu menjadi istri yang baik dan penurut. jika kakek merasa senang dan menganggap rumah tangga kita harmonis dia tidak akan bertahan lama di sini jadi tolong bantu saya karna saya juga sudah menolong kamu"
"pak saya rasa nya tidak tega"
"ya sudah saya akan pulangkan ibu kamu"
"iiyaaa pak, baiklah saya setuju dan tolong jangan pulangkan ibu saya"
"bagus sekarang tanda tangani ini"
"surat perjanjian lagi pak?"
"iya itu surat perjanjian agar jika kamu melakukan kesalahan dalam perjanjian kita maka ibu mu di pulang kan,jadi terus lah bersandiwara dengan baik".
__ADS_1
Alea pun tidak punya pilihan selain menandatangani surat perjanjian itu.
Hai-hai sahabat MHCK maaf baru up ya karna anak dan suami sedang sakit akak gak bisa up kemarin-kemarin. tapi ke depan nya akak tetap selalu up ya. salam sehatš„°