Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Gara-gara Noda Merah


__ADS_3

Setelah semalam marah terhadap Alea,Jerol langsung keluar dari kamar dan kembali lagi dengan membawa sprei yang baru tanpa ingin menyapa Alea. dan pagi ini Jerol terbangun dengan rasa yang begitu syok saat mendapati Alea tidak ada di samping nya, dengan hanya memakai celana pendek Jerol berlari ke bawah dengan tergesa-gesa dan mendapati Alea sedang sibuk menata makanan di meja.


"Bapak sedang apa?".


Alea tercengang saat mendapati Jerol yang hanya turun ke bawah hanya dengan memakai celana pendek.


"emm itu saya kira kamu ke mana"


"memang nya saya mau ke mana? bapak ini ada-ada saja"


"tidak.. ya sudah saya ke atas dulu"


Jerol membalikan badan nya dan mendapati kakek sudah berdiri di belakang nya.


"Hai kek"


Jerol tersenyum canggung saat kakek menatap nya dari atas sampai ke bawah.


"apa yang sedang kamu lakukan?"


"emm ituuu kek emmmm..." Jerol menggaruk-garuk kan kepala nya yang tidak gatal bingung harus menjawab kakek dengan jawaban apa.


"lain kali turun lah dengan sopan"


"hah? memang nya apa yang salah dengan hanya turun ke dapur?Huuh saya selalu saja salah di mata kakek".


"tidak salah jika kamu turun ke dapur dengan sopan,tapi lihat lah dirimu,oh ya ampun...".


kakek terus melihat Jerol dari kepala hingga ujung kaki nya, Jerol yang merasa aneh jadi mengikuti arah mata kakek juga.


"oh my God....."


Jerol memekik keras dan berlari pergi saat menyadari bahwa dia hanya menggunakan celana pendek saja.


"anak itu ada-ada saja tingkah nya".


kakek berjalan menuju meja makan,tetapi Jerol malah kembali lagi dan melewati nya.


"hai kek"


"astaga anak itu mengagetkan saja! hei kenapa balik lagi hah?"


"maaf kek saya ketinggalan ini".


Jerol rupa nya balik menjemput Alea dan berlari membawa nya cepat menuju kamar.


"hei jangan lembur dulu,kamu harus siap-siap berangkat kerja".


"siap kek".


Jerol berteriak kuat agar kakek dapat mendengar nya.


.......................


"ahahahahahaha bapak sangat lucu hanya memakai celana seperti ini,apa lagi saat kepergok oleh kakek,ahahahaaha"


"berhenti tertawa,semua ini gara-gara kamu"


"hah? kenapa salah saya?"


"tentu saja salah kamu,kamu bangun duluan dan pergi begitu saja tanpa membangun saya terlebih dahulu"


"saya kan harus menyiapkan sarapan dulu pak"

__ADS_1


"tapi kan seharus nya beri tau saya agar saya tidak panik dan mengira kamu pergi dari rumah ini". Jerol tidak sadar bahwa dia telah keceplosan bicara.


"wah bapak ketahuan ya udah mulai takut kehilangan saya"


"ehhh siaaapaa yang takut,saya tidak takut saya hanya tidak ingin kamu pergi dengan meninggalkan hutang".


Jerol berdalih saat Alea mulai menggoda nya.


"sudah sudah sudah jangan bahas itu lagi,cepat siapkan air mandi saya. gara-gara kamu saya jadi di permalukan"


"pak, bapak yang makan nangka kenapa saya yang kena getah nya"


"heh kamu itu bicara apa? saya tidak mengatakan kalau saya makan nangka"


"ish bapak ini benar-benar CEO atau bukan si?"


"tentu saja saya seorang CEO,apa kamu meragukan bahwa saya CEO?"


" tentu saja saya ragu, istilah pepatah saja bapak tidak tau".


Alea melenggang pergi menuju kamar mandi meninggalkan Jerol.


" hei apa maksud mu dengan istilah pepatah?"


"bapak tau tidak istilah pepatah bapak yang makan nangka saya yang kena getah nya?"


"teeentuu saja saya tau"


"apa coba"


"saya tau,hanya saja saya sudah lupa"


"bilang saja tidak tau"


"hei kamu meremehkan saya ya"


Alea menjulurkan lidah nya dan berlari masuk ke kamar mandi


"hei kurang aja* kamu ya".


Jerol berlari mengejar Alea menuju kamar mandi.


"hei mau ke mana kamu hah"


"sekarang baru ya ampun-ampun,tadi sesuka hati menjulurkan lidah"


"saya hanya bercanda tadi pa"


"sini mana mulut biar saya jewer"


"ahh tidak pak,saya tidak mau di jewer"


"ahh tidak pak ampun pak ampun".


mereka berdua berlari-lari di kamar mandi,dan Jerol tetap masih berusaha meraih mulut Alea.


melihat Jerol yang tetap gigih,Alea berusaha menghidupkan shower agar bisa memercikkan Jerol.


"tu kan kamu dapat kan".


Jerol berhasil memeluk Alea dari belakang,tatapi Alea terus memberontak membuat mereka jatuh ke lantai sambil berguling-guling.


"ahh tidak jangan pak,sakit tau kalau di jewer mulut saya"

__ADS_1


"terserah,emang saya pikirin? siapa suruh menjulurkan lidah kepada saya"


"janji tidak akan menjulurkan lidah lagi"


"tidak bisa,kamu harus dapat akibat nya"


"ah tidak tidak mau pak"


saat ini tanpa mereka berdua sadari posisi mereka sudah sangat intim sekali karna Alea berbaring di lantai sedangkan Jerol berada di atas nya dengan memegang kedua tangan Alea yang terus memberontak.


"Baaaiikk saya menyerah tapi janji jangan kuat-kuat ya". Alea berbicara dengan susah-susah karena shower yang di hidupkan membuat dia susah berbicara dan terlebih posisi nya yang sedang terlentang membuat nya jadi memejamkan matanya.


"tergantung kamu masih melawan atau tidak"


"janji tidak melawan lagi"


Alea pun pasrah saat Jerol akan menjewer bibir nya.


Jerol pun mengarah kan kepala nya tepat di wajah Alea hingga air shower yang tadi nya mengenai wajah Alea kini terhalang oleh kepala Jerol.


"emmm paakk".


Jantung Alea begitu berdetak kuat saat menyadari posisi mereka benar-benar sangat intim di tambah Alea merasakan sesuatu yang bergerak-gerak bangun menusuk-nusuk bagian kaki nya.


cup.. Jerol mendarat kan kecupan di bibir Alea, sungguh sensasi kali ini benar-benar berbeda, Alea juga seakan terhanyut dalam lautan kasih yang Jerol berikan.


"emm uhh". dua kata lolos dari mulut Alea.


tapi di saat kedua nya sedang terlarut dalam lautan kasih tiba-tiba Jerol melepaskan kecupan nya.


"noda merah?"


"oh ya ampun,itu darah saya"


"darah?apakah tubuh mu ada yang terluka?"


"tiiidak ada"


"jangan bilang tidak ada,ayo saya bantu berdiri"


saat Alea berdiri darah terus keluar dari kaki nya.


"oh ya ampun darah nya banyak sekali, bagian mana kaki mu yang terluka hah? apakah yang ini atau yang ini?".


Jerol mencoba menunjuk-nunjuk kedua kaki Alea.


"tidak semua nya pak,tidak ada yang terluka di bagian situ"


" kalau tidak ada yang terluka bagaimana mungkin darah bisa keluar seperti ini".


Jerol terus saja memeriksa kaki Alea berulang kali.


"emm itu pak,itu saya sedang datang bulan"


"datang bulan?"


"iya emm itu menstruasi"


"what??? kenapa kamu tidak bilang dari awal? , oh saya sudah seperti orang bodoh yang mencari luka di mana-mana"


"maaf"


"sudah jangan di fikirkan, kamu mandi saja duluan tapi ingat jangan terlalu lama karna saya juga harus segera mandi dan berangkat bekerja"

__ADS_1


"Baik pak, terimakasih"


Hai sahabat MHCK apa kabar nya? tetap sehat ya. Jerol dan Alea udah up ya jangan lupa tinggalkan jejak. salam sehat🄰


__ADS_2