
setelah tak lagi mendengar jerit kesakitan dari mulut Alea barulah Jerol menghentikan cambukkan nya. dia berjalan dengan santai menghidupkan lampu.
deg jantung Jerol terasa seakan berhenti berdetak untuk sesaat. miris,pemandangan yang sangat memilukan.Alea terkapar di lantai tanpa bergerak sedikit pun mata nya juga telah terpejam. da*ah segar terus mengalir membaluri seluruh wajah Alea juga baju nya pun penuh dengan noda da*ah dan tidak lupa tubuh nya pun memerah di mana-mana karna camb*k kan.
"ya Tuhan apa yang telah aku lakukan,apakah aku sudah membunuh seseorang".
Jerol berjalan mendekati Alea dan memeriksa denyut nadi nya.
"syukur lah dia masih hidup setidak nya aku bukan seorang pembunuh".
Jerol pun dengan segera menelfon asisten nya.
"apa kau sudah pulang?"
"belum tuan saya masih di lantai bawah"
"segeralah ke atas ada yang harus kau kerjakan".
setelah menelfon sang sekertaris ,Jerol kembali menghubungi seorang dokter pribadi nya.
"halo"
"segerah lah ke rumah ada hal yang mendesak,dan bawa seorang perawat wanita juga"
"Lo sakit?"
"segera datang dalam waktu tiga puluh menit,"
"oke"
"dia selalu melakukan sesuatu dengan sesuka hati nya saja". Adit dokter pribadi sekaligus teman masa kecil nya itu terus menggerutu sambil mengemas barang-barang yang akan di bawa nya.
Deni yang sudah tiba di lantai atas langsung mengetuk pintu dua kali dan langsung masuk tanpa menunggu sahutan dari dalam kamar karna dia sudah tau jika Jerol tidak suka membuka pintu untuk orang lain.
"Tuan apa yang membu.."
Deni tidak jadi melanjutkan kata-kata nya pemandangan yang di lihat nya sungguh menyedihkan sekali, tubuh Alea terkulai di lantai dengan tubuh yang penuh dengan noda da*ah.
"bereskan semua kekacauan ini, dan bersihkan noda da*ah yang mengotori tubuh nya"
"tuan apakah dia sudah.."
"dia masih hidup hanya saja nadi nya lemah"
"tidak kah sebaik nya kita membawa nya ke rumah sakit?". Deni rasa nya ingin berlari dan mengangkat tubuh Alea dan segera membawa nya ke Rumah Sakit agar segera mendapat perawatan, tapi apa lah daya dia tidak punya kuasa dan hak untuk mencampuri rumah tangga Tuan nya.
"tidak perlu,aku sudah memanggil Adit dan dia akan segera tiba". Jerol pun melangkah pergi meninggalkan kamar dan segera masuk ke ruang kerja nya.
di lantai bawah Adit yang sudah tiba di mansion di sambut hangat oleh mbok inem.
"silah kan masuk den Adit,tumben datang malam-malam?"
"terima kasih mbok, Jerol menelfon suruh datang.di mana Jerol? apa kah dia sedang sakit?"
"sakit? kaya nya gak atuh den soalnya beberapa menit yang lalu Tuan Jerol juga baru selesai makan malam"
__ADS_1
"ya sudah kalau begitu aku naik ke lantai dua dulu ya mbok, Jerol ada kan di kamar nya?"
"kemungkinan pasti ada den soalnya kan habis makan malam Tuan langsung naik ke atas".
"oh ya sudah mbok kalau begitu aku bertemu Jerol dulu"
"oh iya den"
Di kamar Jerol, Deni telah selesai membersihkan noda da*ah serta membersihkan pecahan kaca yang berserakan di lantai melanjut kan kembali membasuh wajah Alea dengan kain agar bersih dari noda da*ah, sebelum membersihkan lantai dia sudah lebih dulu memindahkan Alea di tempat tidur Jerol.
tidak berselang lama Dokter Adit pun tiba di kamar dan mendapati Deni sedang duduk di atas ranjang sambil membelakangi nya.
"Deni"
"oh ya ampun kau mengagetkan saja". Deni yang dengan hati-hati membasuh wajah Alea sampai tidak sadar dengan kehadiran Adit di dalam kamar.
"apa yang sedang kau lakukan?"
"syukurlah kau sudah datang,cepat periksa wanita ini, nadi nya sudah sangat lemah"
"ya Tuhan apa yang telah terjadi?"
"sudah jangan banyak tanya dan segera periksa wanita ini, oh ya dan satu lagi suruh perawat wanita itu mengganti baju Alea dengan yang baru jika kau sudah selesai memeriksa nya. baju nya sudah aku siapkan di sofa".
"oh nama nya Alea"
"ya nama nya Alea, cepatlah lakukan tugas mu, kau hanya berbicara terus dari tadi tapi tidak melakukan apa-apa"
"ya oke-oke"
"ya sudah aku akan menunggu di luar"
setelah memberi infus dan menyuntikan obat pereda sakit Adit melangkah keluar dari kamar sebelum nya dia juga berpesan kepada perawat wanita itu untuk menjaga Alea dan memberi kabar jika terjadi sesuatu yang tidak bisa di tangani oleh perawat itu.
"Den!"
"Lo udah selesai?"
"kalian nyembunyiin sesuatu dari gue"
"gue gak punya kuasa untuk ngejelasin semua nya sama Lo"
"siapa wanita itu?"
Deni menghela nafas nya dengan panjang,
" gue udah bilang gue gak punya kuasa untuk ngejelasin sama Lo,harus nya Lo tanya langsung Ama Jerol"
"gue gak minta penjelasan yang lain,gue hanya tanya siapa wanita itu?"
akhir nya karna terus di desak Deni pun membuka identitas Alea.
"inti nya wanita itu istri Jerol"
"what??, udah gue duga Lo berdua udah mulai merahasiakan sesuatu sama gue"
__ADS_1
"bukan gue yang ngerahasiain nya tapi Jerol,gue hanya ngejalanin tugas aja"
"ah kalian berdua sama aja, di mana Jerol sekarang"
"di ruang kerja nya"
Adit pun melangkah pergi menuju ruang kerja Jerol tapi baru saja memegang gagang pintu Deni mencegat nya dan memegang tangan nya
"Dit tolong jangan emosian"
"gue tanya ama Lo, Lo bakal marah gak klau gue nyembunyiin sesuatu yang sangat besar, apa lagi ini menyangkut nyawa orang lain?".
Adit pun langsung membuka pintu tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu, sementara Deni hanya bisa menghela nafas panjang melihat sahabat nya begitu marah terhadap dia dan juga Jerol karna telah merahasiakan pernikahan antara Jerol dan Alea.
"Lo udah selesai?".Jerol berkata dengan santai,tetapi Adit hanya memandang nya dengan rasa marah sekaligus penasaran dengan semua yang terjadi.
"Lo berutang penjelasan sama gue". Adit berjalan menuju sofa dan duduk sambil melipat tangan nya.
"penjelasan yang mana?"
"semuanya, kenapa wanita itu bisa ada di sini dan kenapa dia bisa sampai sekarat kaya gitu"
"Lo udah kaya seorang pewawancara"
"Je gue serius!"
"Lo mau nanya yang mana duluan?"
"Lo emang bener-bener ya" .Adit mulai kesal
"inti nya dia itu istri gue"
"kenapa dia bisa memar-memar dan berda*ah kaya gitu?"
"yang jelas dia udah buat kesalahan dan gue kasi pelajaran biar dia gak akan ulangi kesalahan yang sama"
"gue gak yakin Lo bisa secepat ini menikah dan lagi pula lo cinta banget sama Helana, jangan bilang Lo nikahin dia cuma buat Helana merasa cemburu"
Jerol tersenyum sinis dan berbicara sambil membaringkan kepala nya di sofa dan menatap langit-langit ruang kerja nya.
"Lo udah bisa menebak nya jadi gue gak perlu jelasin secara rinci bukan!"
"dia bukan Helana"
"Lo emang Lo tau apa ha? dia jelas-jelas sama aja kaya perempuan itu yang pergi dengan laki-laki lain". Jerol bangkit dari duduk nya dan berbicara sambil menunjuk-nunjuk Adit.
"Je Lo udah selidikin dan tanya sama istri Lo siapa laki-laki itu?"
"apa perlu gue bertanya kalau gue udah liat buktinya?"
"Lo bakalan nyesal saat tau dugaan Lo salah apalagi sampai membuat orang lain hampir kehilangan nyawa nya".
Adit bangkit dari duduk nya dan akan berjalan pergi meninggalkan ruangan tapi baru beberapa langkah dia berbalik lagi.
"oh dan satu lagi, jika ingin membalas dendam perbuatan Helana buat lah istri mu secantik mungkin dan berusaha lah terlihat seperti lelaki yang menyayangi istri nya,gue yakin Helana akan menyesal saat tau orang yang dulu paling mencintai nya bisa berpaling dan mencintai orang lain"
__ADS_1
setelah mengatakan nya Adit beranjak pergi dari ruangan tersebut...
Hai-hai sahabat MHCK maaf baru bisa up hari ini karna tubuh selalu kurang fit jadi up selalu gak nentu. tapi akan akak Kris usahakan tepat selalu up ya.. salam sehatš„°