Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Jerol salah mengartikan


__ADS_3

Setelah di rawat Alea dan di beri obat penurun panas akhir nya hari ini Jerol merasa tubuh nya sudah agak mendingan dari pada hari kemarin jadi Jerol berinisiatif akan masuk kerja hari ini.


"Bagaimana keadaan bapak?". Alea datang ke kamar dengan membawa serta makanan dan kemudian menaruh nya di nakas.


"sudah agak mendingan.siapkan pakaian kerja, saya akan masuk hari ini"


"benarkah? wajah bapak masih terlihat sangat pucat". Alea menghampiri Jerol yang masih berbaring di tempat tidur untuk memeriksa suhu tubuh nya,tetapi Alea malah memandang wajah Jerol dengan posisi yang sangat dekat.Jerol yang mendapatkan situasi yang sangat intim seperti ini jadi berfikiran mesum jadi mengira Alea akan mencium nya.


" a aapa yang akan kau lakukan?".Jerol bertanya dengan nada waspada.


"tentu saja ingin memeriksa tubuh bapak,memang nya saya mau melakukan apa lagi?"


"tapi tidak seperti ini juga Alea". Jantung Jerol berdetak cepat pasal nya wajah mereka begitu berdekatan membuat Jerol jadi salah tingkah.


"oh ya ampun wajah bapak sangat merah sekali pak".


Alea berusaha mengangkat tangan untuk memeriksa tubuh Jerol, tetapi posisi nya sungguh benar-benar sangat intim. Alea yang memang wajah nya sudah terlalu dekat malah menaikan kedua kaki nya ke tempat tidur, Jerol pun jadi makin salah mengartikan tingkah polos Alea.


"pak mengapa bapak menutup wajah dengan bantal seperti itu?saya jadi tidak bisa melakukan nya"


"oh plis Alea saya baru sembuh jangan dulu melakukan nya"


"tadi bapak bilang sudah sembuh dan akan masuk kerja, bapak ini bagaimana si"


"iya sudah sembuh"


"bapak ini plin plan, awas singkirkan bantal itu saya harus memeriksa keseluruhan nya"


"oh Alea tolong jangan seperti ini, kau akan membangunkan singa yang sedang tertidur". Alea yang berusaha menyingkirkan bantal di wajah Jerol jadi membuat pergerakan yang liar dan menyentuh area-area sensitif pada tubuh Jerol.


"memang nya bapak ada membawa singa ke sini?".


"oh shi*". Jerol mengumpat kesal pasal nya kepala bawah nya benar-benar sangat tegang saat ini.


"pak, pak Jerol benar kah anda sungguh membawa singa ke kamar ini?"


"ya memang ada"


"oh ya ampun itu sangat berbahaya pak, Anda bisa di telan hidup-hidup jika membiarkan singa berkeliaran dengan bebas tanpa pengawasan"


"dia tidak akan menelan saya, yang ada kamu yang bisa di telan hidup-hidup oleh singa itu"


"oh ya ampun saya tidak bisa berlama-lama di sini pak, saya masih gadis eh maksud saya, saya istri orang tapi masih perawan jadi saya belum mau mati"

__ADS_1


"ya sudah keluar cepat jika berlama-lama kau bisa di telan nanti"


"oh tidak".


Alea berlari keluar dari kamar Jerol.


"ah sungguh anak itu membuat pekerjaan saja".


Jerol pun bergegas ke kamar mandi untuk menuntas kan kepala bawah nya yang begitu sangat tegang sedari tadi.


........................


Di tempat yang berbeda setelah kurang lebih tiga hari berada di luar Negeri akhir nya hari ini Deni kembali ke Tanah Air.


sebelum kembali sore nanti, Deni menyempatkan diri nya berkunjung ke n museum Marine Life Park.dia tersenyum memandang tempat yang sangat bersejarah bagi nya,tempat dia dan kekasih nya dulu bersama memadu kasih tapi kekasih nya malah meminta putus dan memilih menikah dengan orang lain.


"Deni?". Deni menoleh saat seseorang menepuk bahu nya.


"Alira?".


"oh ya ampun Lo apa kabar Den?


"gue baik, Lo apa kabar juga?"


"tentu saja seperti yang Lo liat, kalau gue gak baik pasti gue sakit gak mungkin ke sini kan".


"gue fikir lo gak ingat lagi sama gue". Alira berbicara sambil tersenyum senang saat bertemu dengan sahabat nya sewaktu kecil.


"mana mungkin gue lupa dengan seorang wanita yang selalu membuat onar di sekolah".


"sungguh ya lo masih ingat aja dengan hal itu".


"mana mungkin bisa di lupakan. wanita yang selalu menjahili guru, selalu mendapat sko.. Aahh". Belum selesai Deni menyelesaikan kalimat nya,Alira lebih dulu menginjak kaki nya dengan kuat


"tolong jangan membuka aib di sini situasi nya sedang tidak tepat"


"ah kaki gue, lo selalu saja seperti ini dari dulu"


"sudah jangan cengeng, oh ya sayang kenalkan ini Deni sahabat Lira. kita udah sahabatan dari SD soal nya Rumah kita satu komplek dan tempat sekolah juga selalu sama dari SD sampai SMA, pas udah tamat SMA Deni dan keluarga nya Pindah jadi kita udah jarang lagi ketemu"


"oh ya salam kenal saya Samuel pacar nya Alira".


"saya Deni sahabat Alira". Deni membalas jabatan tangan Samuel.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong Anda dengan siapa ke sini?".Samuel bertanya pada Deni.


"dia tidak punya pacar atau pun gebetan pasti sendirian saja"


"hus jangan ngomong seperti itu sayang kasian Deni"


"Ah tidak apa-apa bro Sam benar yang di katakan Alira saya datang sendiri ke sini"


"hehe gue hanya bercanda aja tadi Den,maafin gue ya"


"iya santai aja lagi gak perlu juga meminta maaf"


"ah bagaimana jika kita makan siang bersama sebagai permintaan maaf kami?"


"ya ampun tidak perlu meminta maaf bro Sam kalian tidak melakukan kesalahan kenapa harus meminta maaf"


"ah ya ya ya begini saja bagaimana jika makan siang untuk pertemuan pertama kita dan karna kalian juga sudah lama tidak bertemu,bagaimana?".


"sebenarnya saya akan pulang ke tanah air hari ini"


"wah benarkah? jam berapa waktu keberangkatan nya? tidak bisa kah kita makan siang terlebih dahulu?"


mendapat pertanyaan bertubi-tubi seperti itu membuat Deni merasa tak enak hati jika harus menolak tawaran dari Samuel.


"sekitar jam tiga sore si".


Deni melirik jam di pergelangan tangan nya.


" ayo lah itu masih lama masih bisa jika hanya untuk menyantap makanan"


akhir nya karena terus di paksa oleh Samuel akhir nya Deni terpaksa mengikuti Alira dan juga Samuel untuk makan siang bersama.


setiba nya di Restaurant yang masih berada di sekitaran Merine Life Park mereka di sambut para pelayan restourant.


"Selamat datang di restourant kami,ini buku menu nya silahkan Tuan-tuan dan juga nona untuk memilih" pelayan itu berkata dengan ramah.


"sayang kamu pilih makanan kita ya saya harus pergi ke kamar kecil sebentar"


"em ya sayang pergi lah".


"oh ya bro silahkan ya di pilih menu nya jangan sungkan,saya harus tinggal sebentar ke kamar kecil. berbincang-bincang lah bersama Alira selagi menunggu pesanan"


"ya pasti".Deni menjawab dengan singkat.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun berbincang-bincang tentang masa-masa kecil nya dulu hingga saat makanan tiba barulah mereka berhenti berbicara.


Hai-hai sahabat MHCK selalu tinggal kan komentar di bawah ya. salam sehat🄰


__ADS_2