
"Di mana alamat rumah anda nona?" Andika berbicara sambil mengemudikan mobil nya,sesekali mata nya melirik pada Alea.
"Ummm itu di..."
"Tring.. "
Alea berhenti bicara ketika melihat tubnail pesan yang masuk di handphone Nya membuat Alea mengerut kan kening dan jantung nya jadi berdetak begitu cepat.
"Ya Tuhan jangan sampai terjadi hal buruk pada ibu" Alea bermonolog dalam hati nya.
rupa nya pesan masuk itu dari Dokter Prayoga.
"Bisakah Anda ke rumah sakit segera? Ini sangat urgent!" Dengan panik Alea membuka pintu mobil dan masuk namun seketika membuka pintu lagi keluar dari monil dengan gugup.
"Maaf kalau aku lancang masuk tanpa izin" tubuh Alea bergetar dengan tatapan tidak focus.
Melihat tingkah Alea yang dari tadi gelisah membuat Andika jadi ingin tahu apa yang telah terjadi.
"Apa ada sesuatu yang salah nona?"
Alea menoleh pada Andika sebentar setelah itu fokus lagi pada handphone nya.
"Bisakah anda mengantarkan saya ke Rumah Sakit BK di kota"? Alea akhir nya menatap Andika dengan air mata yang berderai, melihat Alea yang menangis Andika hanya menjawab singkat dan tidak ingin tau lebih banyak lagi.
"Oh ya tentu saja bisa nona"
Sepanjang perjalanan kedua nya hanya saling berdiam diri, bukan Andika tak ingin berbicara pada Alea melainkan membiarkan Alea untuk meluapkan kesedihan nya sendiri dulu. Setelah sampai di parkiran Rumah Sakit Alea yang pikiran nya hanya tertuju pada sang ibu saja langsung keluar begitu saja dan berlari kencang, Andika tidak mempermasalahkan tindakan Alea mungkin ada hal yang benar-benar sangat urgent.
Sebelum Andika menjalan kan mobil nya, rupa nya Alea berlari ke arah mobil Andika dan berteriak.
"Hufh hufh hufh"Alea berusaha mengatur nafas nya, "tunggu jangan pergi dulu!"
"Maaf sebelum nya karna saya langsung keluar begitu saja, terima kasih untuk tumpangan nya, bisa kah saya berhutang dulu saat ini?saya benar-benar tidak membawa uang".
"Ah itu tidak perlu nona, saya membantu Anda dengan sangat ikhlas".
__ADS_1
"Apakah anda serius?"
"Tentu saya sangat serius nona,jangan kan hanya membawa anda ke Rumah Sakit. berkeliling dunia pun akan saya gratis kan nona"
"Baik lah akan saya tunggu janji itu,tapi sebelum nya saya minta maaf karna saya harus pergi ada urusan yang mendesak"
"Oke baik lah,tapi saya bisa kan minta no telfon nona"
"Oh ya tentu,ini nomor telfon saya" Alea menyerah kan telfon genggam nya kepada Andika untuk memperlihatkan nomor telfon milik nya.
Setelah berpamitan kepada Andika dia langsung menuju ruangan Dokter Prayoga.
"Tok tok tok" Alea mengetuk pintu ruangan Dokter Prayoga.
"Masuk"
"Oh Alea, silahkan duduk" Dokter Prayoga mempersilahkan Alea untuk duduk di kursi. Setelah di persilahkan duduk oleh Dokter Prayoga Alea segera menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Dokter Prayoga.
"Terima kasih Dokter".
"Ya sama-sama. Alea saya langsung pada inti pembicaraan kita saja ya? Begini setelah kami diskusikan bersama para dokter ahli bedah kami akan mengambil langkah operasi darurat besok siang mengingat keadaan nyonya Erika yang semakin memburuk, tapi saya tidak bisa menjamin tindakan operasi ini berhasil seratus persen, kamu tau sendiri bukan mengambil langkah tindakan operasi untuk kasus tumor otak ganas ini angka keberhasilan nya paling sangat kecil sekitar dua puluh sampai dua puluh lima persen saja selebih nya kita serahkan pada yang kuasa".
"Itu pasti Alea kami semua pasti akan melakukan segala cara yang terbaik untuk kesembuhan para pasien".
Alea mengangguk tanda iya mengerti ucapan Dokter Prayoga.
Setelah selesai berbincang dengan Dokter Prayoga mengenai kelangsungan operasi ibu nya Alea melangkah keluar dengan rasa sedikit kawatir,bagaimanapun pun juga operasi ini angka keberhasilan nya sangat lah kecil tapi Alea tak berdaya karna dokter mengatakan hanya operasi jalan satu-satu nya mengingat keadaan beliau yang saat ini masih dalam keadaan koma, jika tidak di ambil tindakan serius bisa saja seluruh bagian organ tubuh tidak akan berfungsi lagi dan menyebabkan pasien kehilangan nyawa nya.
"Hufh" Alea membuang nafas dengan kasar.
Setelah sampai di ruangan sang ibu Alea hanya memandang ibu nya dari balik kaca pintu ruangan ICU air mata nya jatuh tanpa bisa di cegah,kaki nya bahkan tak mampu untuk melangkah menghampiri sang ibu. Dia ingin selalu kuat tapi bahkan hanya melihat sang ibu terbaring lemah di ranjang pembaringan dengan tubuh yang semakin mengurus juga bermacam-macam alat di tubuh nya membuat Alea semakin rapuh.
"Nona" Deni memanggil Alea dengan lembut dia tau pasti begitu sulit bagi Alea melewati masa-masa yang begitu sulit seperti ini.
"Kyaaa!!!!" Alea berteriak kencang,tetapi Deni dengan sigap membungkam mulut ny.
__ADS_1
"Syutt.. jangan berteriak ini rumah sakit anda akan mengganggu pasien-pasien lain nya".Deni berkata dengan hati-hati tapi Alea dengan dengan cepat melepaskan tangan Deni yang masih setia membungkam mulut
nya.
"Apakah Anda bisa bicara setelah saya selesai meluapkan kesedihan? Anda selalu mengacaukan setiap momen kesedihan saya. Anda sudah seperti seorang hantu saja yang selalu muncul dengan tiba-tiba". Alea memarahi Deni habis-habisan, momen kesedihan nya jadi berantakan membuat dia menjadi kesal.
"Maaf jika saya selalu mengacaukan setiap momen kesedihan nona" Deni membungkukkan tubuh nya.
"Ah sudah lah jangan di fikirkan aku sudah memaafkan mu"
"Bagus lah jika begitu nona, karna suasana hati nona sudah membaik mari ikut saya ke mansion"
"Mansion?"
"Iya betul,mansion tuan Jerol".
"Ya oke baiklah" Alea hanya ikut ke mana saja Deni membawa nya, dia sedang tidak ingin banyak bicara. Memikirkan kemungkinan yang akan terjadi esok hari saja rasa nya Alea tak sanggup apa lagi memikirkan sesuatu yang lain nya Alea sangat malas sekali.
......................
Setibanya di mansion Alea begitu tercengang melihat mansion nya begitu mewah dan megah. model gaya bangunan dengan arsitektur klasik modern ini benar-benar menonjolkan kesan kemewahan nya Alea sampai tak berhenti mengagumi nya,benarkah ini rumah suami nya? Benar-benar mengagumkan. Dulu saat dia masih kecil juga pernah tinggal di mansion tapi tidak semegah dan semewah ini.
"silahkan masuk nona, perkenalkan nama saya mbok inem". pembantu rumah tangga itu memperkenalkan diri nya.
"Baik mbok"
"Apa nona ingin ke kamar langsung atau ingin bersantai dulu?".
"Sebenar nya saya ingin berganti pakaian tapi saya tidak membawa pakaian,emmm bisa kah saya meminjam pakaian mbok inem?".
" Wah tentu saja bisa nona tapi itu Yo baju mbok Yo jelek-jelek, mana pantas non memakai nya".
"Itu tidak masalah mbok semua baju sama saja bukan,saya sebenarnya sudah begitu gerah dengan pakaian ini"
"Ya sudah kalau begitu mari ikut ke kamar si mbok".
__ADS_1
Akhirnya setelah meminjam baju dari mbok inem Alea tidak langsung beristirahat di kamar melainkan membantu mbok inem mengerjakan segala pekerjaan rumah.
...****************...