
Hari ini adalah hari paling bahagia bagi orang-orang yang akan melangsungkan pernikahan,tapi bagi Alea hari ini seperti malapetaka baginya, kehidupan yang akan di jalaninya akan seperti di dalam penjara tak akan ada kebebasan untuk melakukan sesuatu yang dia mau tak akan bisa lagi dengan bebas bertemu ibunya.
"Hiks hiks hiks"wanita dengan balutan kebaya putih gading itu menangis tiada henti, balutan make up soft yang MUA rias di wajah nya kini sudah tak berbentuk sempurna lagi.
"Nona tolong berhenti lah menangis, acara akan segera di mulai tapi riasan nya masih berantakan" MUA itu masih berusaha membujuk agar Alea menghentikan tangis nya.
"Nona jika saya tidak melakukan tugas saya dengan benar saya tidak akan di gaji hari ini, Tuan Jerol memberikan saya gaji tiga kali lipat dari gaji yang biasa saya terima jika saya melakukan tugas saya dengan benar, saya tidak tau apa masalah Nona dengan Tuan Jerol tapi bisa kah Nona berbaik hati kepada saya,saya sangat butuh uang ini untuk pengobatan anak saya. Anak saya mengidap penyakit gagal ginjal stadium akhir mengharuskan nya mencuci darah setiap dua Minggu sekali, saya tidak tau berapa umur yang akan Tuhan berikan pada nya tapi saya akan selalu tetap berusaha melakukan segala cara yang terbaik untuk kesembuhan nya" MUA itu menghapus air mata nya,begitu pula dengan Alea turut menghapus air mata nya juga mendengar kisah dari MUA tersebut. dia jadi teringat dengan ibu nya, semua ini dia lakukan demi ibu nya walaupun tidak tau apa yang Tuhan telah rencanakan yang terpenting Alea telah berusaha bukan.
"Maaf Nona saya jadi curhat" sambil mengatupkan kedua tangan nya MUA itu meminta maaf kepada Alea.
"Jangan meminta maaf anda tidak melakukan kesalahan apa-apa saya yang seharus nya meminta maaf kepada anda. Ayo bantu saya merapikan riasan nya kembali" Alea memegang kedua tangan MUA yang dari tadi masih setia mengatupkan kedua tangan nya.
"Terima kasih Nona, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengucapkan kata terimakasih banyak"MUA itu memeluk Alea begitu erat.
"Ayo buat riasan yang terbaik" Alea berusaha menampilkan senyuman nya karna dia tau MUA itu juga sama-sama sedang berjuang untuk orang tercinta nya.
Penampilan make up soft dengan paduan kebaya putih gading benar-benar menampilkan kesan lembut untuk Alea apalagi dengan gaya sanggul updo membuat muka nya jadi tampak lebih lonjong,tidak lupa juga mahkota kecil menghiasi kepala nya.
"wah anda benar-benar sangat cantik Nona" MUA itu memuji kecantikan Alea.
"aku sudah di hias begini mana mungkin tidak cantik, nanti kalau hiasan nya sudah di bersih kan pasti cantik nya akan hilang"
"ah itu tidak benar Nona,anda memang sangat cantik walau tanpa polesan, make up ini hanya untuk penambah agar aura kecantikan nya semakin terlihat"
"Terima kasih untuk pujian nya"
__ADS_1
"Iya Nona sama-sama".
Alea memperhatikan diri nya sendiri di depan cermin ternyata diri nya sangat cantik, seandainya dia tidak terikat dengan pernikahan konyol ini dia pasti bisa memilih suami yang pasti nya tampan,gagah,baik,dan yang terpenting walaupun tidak kaya setidak nya berkecukupan dan juga sayang terhadap istri juga anak-anak nya kelak.
"Nona mari saya iring menuju tempat Akad"
Mua itu membuyar kan lamunan Alea.
"Selamat tinggal angan-angan ku"Alea bermonolog di dalam hati nya.
...----------------...
Saat tiba di ruangan yang mana akan di langsungkan nya iIjab kabul, semua mata memandang Alea dengan intens. Gadis itu berhasil membuat semua mata terpikau melihat nya, begitu juga dengan Jerol akhir nya hari ini dia benar\-benar akan melepas kan masa lajang nya apa lagi wanita di samping nya begitu anggun dan cantik rasa nya Jerol tidak sabar untuk langsung membawa nya ke kamar.
"Bagaimana dengan kedua mempelai apakah acara nya sudah bisa di mulai"?
"Sudah pak penghulu acara nya sudah bisa di mulai" Jerol menjawab dengan tegas.
"Baik lah berhubung orang tua dari pihak laki-laki sedang berada di luar negeri jadi yang menjadi saksi adalah paman nya, Abang dari ayah mempelai laki-laki itu sendiri. Benar seperti itu pak?" Penghulu bertanya kepada paman Jerol,Prabu Angkasa.
"Ya benar seperti itu pak penghulu"
"Baik lah,berhubung segala saksi dan walinya sudah lengkap dan kedua mempelai pun sudah siap mari kita mulai acara nya, baik pak Burhan bisa kita mulai sekarang" pak penghulu mempersilahkan pak Burhan untuk membacakan ijab qobul.
"Huuuuuufff"Burhan menarik nafas pelan bagaimana pun dia tampak gugup hari ini itu.
__ADS_1
" Bismillahhirrahmanirrahim saya kawinkan dan nikahkan engkau saudara Jerol Steven Bastian Bin Anggara Bastian dengan anak saya Alea Pareswati Binti Burhan dengan mas kawin emas 20 gram di bayar tunai".
"Saya terima nikah dan kawin nya Alea Pareswati Binti Burhan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai".
"Bagaimana para saksi Sah?"
"SAH"
"SAH"
"SAH"
"Allhamdullilah" semua orang bertepuk tangan dan mengucap syukur atas berlangsung nya pernikahan ini tanpa ada hambatan. Apalagi yang paling berkesan adalah saat Jerol mengucapkan kalimat Ijab kabul nya hanya dengan satu tarikan saja.
Burhan ikut tersentuh saat dia menikahkan putri dari istri nya," andai di hadapan ku ini adalah putri kandung ku pasti aku sangat bahagia sekali bisa menikahkan dia" Burhan bermonolog dalam hati nya tanpa bisa di cegah air mata nya jatuh dengan begitu bebas, mengapa Tuhan seolah mengasingkan dia, dia jadi benci dan kasihan pada diri nya sendiri yang tidak bisa memiliki keturunan.
Karena tidak ingin di lihat oleh orang lain,Burhan buru-buru menyeka air mata ny,tapi Burhan jadi teringat sesuatu jadi dia bermonolog lagi dalam hati nya.
"Apakah pernikahan ini sah? Aku bukan lah ayah kandung Alea"
"Ah tapi itu terserah lah yang terpenting adalah terlaksana nya pernikahan ini"
Sisi jahat nya mulai berkobar lagi.
"lihat lah Erika Erika anak yang kau sayangi itu akhir nya akan merasakan juga bagaimana rasa sakit yang aku rasakan,walaupun cerita nya berbeda tapi hati ku rasa nya begitu sangat senang sekali. Memang aku tidak menyiksa nya dengan tangan ku sendiri tapi setidak nya aku sudah menjadi perantara untuk dia menuju ke tempat siksaan yang lebih kejam lagi, haa haa haa haa". Seperti tak ada habis nya dari tadi Burhan bermonolog terus di dalam hatinya sambil tersenyum-senyum senang, membuat orang lain yang melihat nya berfikir bahwa dia ikut bahagia atas pernikahan putri nya.
__ADS_1