Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Satu Ranjang


__ADS_3

"Sudah itu sudah saya tandatangani jadi kita deal ya kalau bapak berjanji tidak akan memulangkan ibu saya dan pastikan ibu mendapat perawatan dan obat yang bagus agar ibu cepat sembuh"


"oh tentu,akan saya lakukan tugas itu dengan sangat baik dan kamu juga harus pastikan tugas mu berjalan dengan baik"


"oke deal ya".


Alea mengulurkan tangan nya dan meminta Jerol menjabat tangan nya.


"deal"


"semua sudah beres kan? saya harus keluar lagi, di sini sangat pengap saya sampai tidak mampu bernafas,huh huh huh".


"mana ada di sini pengap. eh eh jangan keluar dulu"


"ya ampun pak apa lagi si?"


" oh kamu makin melonjak ya melihat saya baik kamu jadi seenaknya"


"tidak pak bukan begitu maksud saya"


"ah ya sudah itu jangan di permasalahkan,ayo pergi bersama ke kamar"


"eh mau ngapain ke kamar".


tak Jerol menjentik jari nya di kening Alea.


"aww, kenapa bapak menjentik kepala saya"


"agar kamu tidak berfikiran yang negatif"


"tapi ini sangat sakit sekali pak"


"diam!, sudah jangan cengeng lagi"


"sekarang kita harus memulai drama lagi,ayo kita ke kamar"


"oh ya ampun". Alea hanya bisa pasrah saat Jerol mengiringi nya menuju kamar.


saat tiba di kamar Jerol,Alea hanya bisa tercengang melihat pemandangan di depan nya, di sana sudah banyak pekerja yang mondar mandir membawa serta memindahkan barang-barang dari dalam kamar.


"ah pantasan pak Jerol menjentik kan jari nya di kening saya, ternyata memang saya yang berfikiran negatif terus dari tadi, ah bod"h bod*h bisa-bisanya berfikiran seperti itu"(Alea bermonolog dalam hatinya)


tetapi Jerol yang Melihat hal ini langsung menegur mereka.


"apa yang sedang kalian lakukan? mengapa sofa ini di bawa ke luar?"


"maaf tuan, tuan besar menyuruh kami memindahkan barang-barang yang kira-kira tidak di perlukan"


"siapa bilang ini tidak perlu?,saya sangat membutuhkan sofa ini jadi kembalikan lagi ke kamar"


"ta tapi tuan"


"apa tapi tapi, sudah bawa masuk.."


"JEROLL". Kakek berteriak keras dari dalam kamar ,membuat Jerol jadi terkejut"


"sudah sudah bawa saja"


"bawa ke mana tuan?"


"terserah kamu mau bawa ke mana"

__ADS_1


"apakah di bawa ke kamar kembali tuan?"


"oh ya ampun, apa kamu tidak mendengar teriakan kakek barusan? apa itu belum cukup? apa harus saja jelaskan lebih rinci agar kamu mengerti?"


"maaf kan saya tuan"


"sudah sana pergi, kamu sudah membuat saya kesal saja"


"ayo kita masu..." . belum selesai Jerol berbicara Alea sudah lebih dulu meninggalkan nya dan duduk manis diranjang bersama kakek.


"ternyata kamu sudah di sini"


"em, saya capek berdiri terus jadi lebih dulu masuk,maaf kan saya ya mas"


"ya tidak apa-apa sayang,kamu memang tidak boleh terlalu capek". setelah selesai berbicara Jerol membelai kepala Alea dan kemudian Duduk di samping kakek.


"kek kenapa tidak istirahat?"


"bagaimana kakek bisa istirahat, pekerjaan di kamar ini terlalu banyak jadi kakek tidak bisa diam saja"


"kek kamar ini penataan nya sudah sangat bagus, Jerol menyewa penata terbaik untuk menata kamar ini"


" itu saat kamu masih lajang biakan,sekarang kamu sudah beristri jadi letak dan penataan nya harus berbeda"


"kek sofa juga kenapa di pindah kan?"


"pengantin baru tidak perlu sofa di dalam kamar nya"


"apa hubungannya kek sofa dengan pengantin baru?". Jerol bertanya dengan nada yang agak kesal, pasalnya sofa itu adalah tempat ternyaman saat dia pulang dari kerja.


"nanti juga kamu akan mengerti mengapa saat pengantin baru seperti kamu perlu menyingkirkan sofa dari kamar"


Jerol pun akhirnya pasrah saat kakek merubah tata letak dalam kamar nya.


"begitu baru cucu kakek". kakek James membelai kepala Jerol


"cepat lah buatkan cicit untuk kakek, kau tau kakek ini sudah sangat tua, sangat mungkin jika hari ini juga Tuhan memanggil kakek"


"kakek jangan berbicara seperti itu, secepat nya kakek pasti akan punya cicit"


"secepat nya itu kapan? apa istri mu sekarang sedang hamil?"


"hah?? ti iiidak kek emm beee belum"


"ya sudah tidak masalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil bukan? jadi bekerja lah lebih keras lagi ya?"


"emm iya kek"


"sayangi cucu perempuan ku itu,jangan selalu memarahi nya itu tidak baik untuk kesehatan nya, apa lagi kalian sekarang sedang masa program kehamilan,mengerti"


"em ya mengerti kek"


"ya sudah kalau begitu kakek keluar dulu,kalian istirahat lah di dalam ya".


setelah kepergian kakek James,Alea langsung Menyubut kuat lengan Jerol.


"aaawww, kamu ini apa-apaan si?kenapa Menyubut lengan ku?"


"apakah itu sangat sakit? berarti anda sedang tidak bermimpi,tapi kenapa anda berbicara sembarangan bersama kakek James?"


"be berbicara aaapa?".Jerol bertanya dengan gugup,pasalnya posisi nya saat ini Jerol memang bersalah"

__ADS_1


"berbicara apa,berbicara apa.. apakah anda lupa dengan perkataan anda sendiri?"


"emm Buuubukan seperti itu hanya saja banyak kata-kata yang harus saya ingat"


"ah bagaimana saya menjelaskan nya,(Alea bermonolog dalam hatinya).


"emm inti nya kata-kata nya mengarah ke hal-hal yang negatif"


"hah?, saya rasa tidak ada kata-kata yang mengarah pada hal-hal yang berbau Negari"


"ah itu, anda mengatakan siap siap terus saat kakek mengatakan bahwa ingin memiliki seorang cicit"


"itu tidak termasuk mengatakan hal yang negati"


"oh ya ampun terserah anda saja,saya akan pergi saja"


"eh mau ke mana?"


"tentu saja mau keluar memangnya mau apa lagi"


"jangannnn"


"kenapa?"


"em begini jangan keluar dari kamar karena kakek menyuruh kita untuk istirahat,bagaimana jika dia melihat kamu berkeliaran di mana-mana dia akan berfikir bahwa kamu bukan tipe wanita yang patuh dan juga tidak sayang pada suami"


"ah mengapa jadi rumit seperti ini"


"sudah istirahat di sini saja"


"di mana?"


"di mana lagi,tentu saja di kasur ini"


"tidak,saya tidak mau satu ranjang dengan anda nanti anda akan berbuat mesum"


"memang nya kamu mau tidur di mana lagi jika bukan di kasur ini?"


"saya akan mencari alas di lemari untuk tidur di lantai"


"silahkan, cari saja kalau dapat".


setelah beberapa saat Alea kembali dengan wajah yang di tekuk.


"kenapa?apakah dapat alas nya?"


Alea tidak menjawab tetapi hanya menggeleng-gelengkan kepala nya tanda dia tidak menemukan apapun di lemari Jerol.


"apakah kamu tidak liat bahwa kakek sudah mengemas kamar ini begitu rinci, mana mungkin dia melakukan hal ceroboh dengan hanya meninggal kan sebuah alas tikar"


"lalu bagaimana?"


"bagaimana apa nya?, apakah kamu mau tidur di lantai itu tanpa alas?"


"tidak mau"


"jika tidak mau tidur di lantai maka berbaring lah di ranjang ini,saya sudah sangat murah hati menawarkan kamu ya,jangan sampai saya berubah fikiran dan menyuruh kamu tidur di lantai tanpa alas dan juga selimut"


karena tak ingin membuat Jerol berubah fikiran Alea dengan cepat naik ke ranjang dan baring bersama dengan Jerol di ranjang yang sama.


Hai-hai sahabat MHCK jangan lupa tinggalkan tinggal kan komentar dan like nya ya bantu dukung terus karya ini agar Jerol dan Alea bisa sama-sama saling mencintai. salam sehat🄰

__ADS_1


__ADS_2