Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Sore pertama


__ADS_3

Jerol tiba di mansion sekitar pukul lima sore,rupa nya setelah menurunkan Alea di jalan Jerol tidak langsung pulang ke mansion melainkan kembali ke perusahaan.saat tiba di mansion semua karyawan berbaris menyambut kedatangan nya termasuk Alea. Pandangan Jerol langsung tertuju pada Alea tetapi Alea membuang muka nya,diri nya benar-benar begitu marah kepada seorang pria yang sudah berstatus sebagai suami nya itu karena telah meninggalkan dia di jalanan sendirian.


"Apa begitu begitu cara mu menyambut tuan rumah?"


"Saya sedang memperbaiki baju saya pak".Alea berusaha menghindari kontak mata dengan Jerol.


"Kenapa tidak kau buat kuncir dua juga rambut mu?"


Perkataan Jerol membuat Alea reflek menoleh pada nya.


"Memang nya kenapa jika hanya di kuncir satu? Itu sangat cocok dengan wajah ku,bapak tau teman-teman saya bilang saya lebih terlihat cantik dengan rambut di kuncir satu seperti ini" Alea memain-main kan rambut nya sambil tersenyum-senyum membanggakan diri nya yang selalu di puji oleh teman-teman nya.


"Hahahaha kau sungguh wanita yang terlalu pede, kau tau aku menyuruh mu untuk menguncir rambut mu supaya kau terlihat seperti anak-anak tapi muka nya sudah tua. Apa lagi baju yang kau pakai itu kau ikat seperti kuncir akan sangat cocok sekali, di tambah lagi muka mu kau rias seperti badut ah itu pasti akan sangat lucu sekali. Ahahaha"Jerol terus menertawakan Alea.


"Pak kau sungguh keterlaluan sekali aku meminjam baju ini dari mbok inem baju nya terlalu besar jadi saya ikat kiri kanan seperti ini".


"Kenapa kau meminham baju orang lain ha? Apa kau tak punya baju sendiri?"


"Hei pak bagaimana aku punya baju sendiri kau meninggalkan aku sendirian di jalanan dan pak Deni langsung membawa saya ke mansion ". "Benar juga ya mengapa aku melupakan hal itu" Jerol bermonolog dalam hati nya.


"Apa kau fikir aku peduli dengan semua itu? Tidak!! Bahkan jika kau tidak memakai sehelai benang pun aku tidak peduli" Jerol mengatakan itu di telinga Alea agar orang lain tidak mendengar nya.


"Pak kau sungguh tega sekali". Alea menyilangkan tangan nya di dada.


"Ya sudah semua nya balik lagi bekerja".Jerol mengibaskan tangan nya menyuruh para pekerja bubar. Alea yang merasa di usir juga ikut pergi tetapi Jerol cepat memanggil nya.


"Hei kau ikut saya ke lantai dua"


"Lantai dua? Memang nya mau ke mana? Apa ke kamar bapak?"


"Ya ke kamar saya" Jerol berkata sambil berjalan menuju lantai dua.

__ADS_1


"Emm pak itu bisa kah di tunda dulu?"


Mendengar perkataan Alea,Jerol menghentikan langkah nya.


"Hei di sini saya yang berkuasa jadi jangan sekali-kali kamu membantah perkataan saya"


"Ba baik pak" Alea hanya bisa pasrah saat Jerol membawa nya menuju lantai dua.


"Oh ya Tuhan selamatkan lah aku dari serangan beruang kutub ini, jika dia berhasil membobol gawang ini akan menjadi satu kosong.oh tidak" Alea terus bermonolog dalam hati nya.dia sangat takut akan sesuatu yang paling berharga hilang di makan beruang kutub itu.


Setibanya di lantai dua Jerol langsung membuka pintu kamar nya tetapi Alea yang fikiran nya tidak karuan hanya bisa berdiam diri di depan pintu kamar saja dia seakan takut untuk masuk ke kandang beruang kutub itu. Melihat Alea yang tidak ikut masuk ke dalam kamar membuat Jerol meneriaki nya


" Apa kau hanya akan diam mematung di situ? Jika kau tidak masuk akan ku pastikan kaki mu benar-benar ku beri semen agar kau benar-benar menjadi patung"


Ancaman itu tentu saja membuat Alea menjadi sangat takut apalagi rumor nya laki-laki yang sudah menjadi suami nya itu pernah memutilasi karyawan nya yang berani menggelapkan uang perusahaan.


"Ba baik pak saya masuk sekarang"


Jerol yang marah karna Alea dengan lancang duduk di pangkuan nya dengan kasar mendorong tubuh Alea.


"Brak, Aw uh" kepala Alea membentur meja dengan keras.


"Pak bisakah bapak melakukan nya dengan pelan? Ini adalah pengalaman pertama ku"


"Oh ya? Syukur lah jika ini adalah pengalaman pertamamu jadi saya adalah orang pertama yang membuat kamu merasa kesakitan dan saya paling tidak suka


jika kamu dengan berani nya duduk lagi di pangkuan saya lagi!Apa kamu mengerti?" Jerol membentak Alea dengan kuat.


"Baik pak"


"Sekarang siap kan air hangat,saya ingin mandi"

__ADS_1


Alea tidak lagi menjawab perkataan Jerol dia hanya bergegas pergi ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Jerol.


"Pak air hangat nya sudah siap,saya juga sudah memberi aroma terapi agar bapak lebih rileks"


"Ya ya terserah saya ingin mandi" Jerol bangkit dari duduk nya menuju kamar mandi ,tetapi Jerol jadi menghentikan langkah nya rupanya Alea mengikuti nya sampai ke kamar mandi.


"Apa yang kau lakukan?"


"Em bukan kah kita akan melakukan sore pertama?"


"Sore pertama katamu?"


"Emm iya bukan kah bapak meminta saya ke atas untuk melakukan sore pertama?" Alea mengatakan nya dengan malu-malu.


"Oh ya ampun ternyata dari tadi kau berfikiran yang mesum rupanya". Jerol menepuk jidat nya.


"Satu yang harus kau ingat kau bocah kau itu hanya seorang anak kecil jadi bermain lah seperti anak kecil jangan berfikiran dewasa seperti tadi. Kau mengerti?"


"Hei pak aku sudah bukan anak kecil lagi umurku hampir genap 18 tahun".Alea berkata dengan kesal.


"Aku sudah seperti bapak yang mengajari anak nya saja. Dan satu hal yang sangat penting dan harus kau ingat aku sama sekali tidak berselera melihat mu kau itu sama sekali bukan tipe ku, ah lihat lah tubuh mu itu tidak ada menarik sama sekali, sekarang keluar dari kamar ku".


Jerol berkata sambil memandang rendah pada Alea.


"Tidak masalah saya juga tidak tertarik dengan bapak-bapak seperti anda" Alea balas mengejek Jerol dan beranjak pergi keluar dari kamar.


"Apa kata nya bapak-bapak? Ah bocah itu selalu saja memanggil ku dengan sebutan bapak-bapak, apa aku setua itu Sampai harus di panggil dengan bapak-bapak". Jerol berlari menuju cermin untuk melihat apa memang dia setua itu.


"S**lan bocah itu apa dia tidak punya kaca. muka setampan ini selalu di panggil bapak-bapak". Jerol mendengus dengan kesal.


Setiba nya di lantai bawah Alea yang masih kesal karena selalu di anggap bocah oleh Jerol terus mengomel-ngomel sendirian,sampai mbok inem merasa bahwa Alea sedang berlatih drama karna melihat Alea yang berbicara sambil memperagakan tubuh nya

__ADS_1


"Tunggu pembalasan dari saya pak kutub akan ku buat kau bertekuk lutut, belum tau siapa ini Alea pareswati. Akan ku angkat sebelah kaki ku, ku goyang-goyangkan ku ayunkan ke wajah nya,,emm tunggu-tunggu itu cara yang kasar dia pasti tidak akan luluh. akan ku lakukan dengan cara yang lembut, ku sandarkan diriku di dinding ku angkat sebelah kaki ku sambil ku goyang-goyangkan,ku taruh tangan ku di pipi sambil ku belai-belai lalu turun ke leher. Ah itu sangat cocok sekali,akan ku pastikan dia akan luluh bahkan pasti dia akan teransa** ".


__ADS_2