Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Siksaan


__ADS_3

Setelah memperhatikan sang ibu cukup lama,Alea berjalan menghampiri kursi tunggu yang sudah di sediakan pihak Rumah Sakit.


mata nya lurus memandang ke depan mencoba menerawang bagaimana kehidupan yang akan terjadi selanjut nya, rasa nya sungguh dia tidak akan bisa menjalani kehidupan tanpa ibunya jika sesuatu yang tidak di ingin kan terjadi.


Di tengah kegundahan nya telfon genggam nya berdering cukup kuat hingga mengaget kan nya.


"nomor baru"


Alea bergumam sendiri pasalnya nomor yang menelfon nya adalah nomor tak di kenal.


"halo?"


"halo, di mana nona sekarang?"


Alea mengerutkan kening nya


"apa ini pak Deni"


"ya! di mana nona sekarang? apa nona lupa dengan tugas yang harus nona lakukan?


"maaf pak Deni saya sekarang ada di Rumah Sakit karna ibu saya operasi hari ini"


"operasi nya sudah selesai bukan?"


"benar pak sudah selesai"


"jadi jangan banyak alasan dan pulang sekarang"


"bisakah saya bermalam hanya untuk semalam?"


"tolong jangan bernegosiasi jika ingin dana terus berjalan".


deg,jantung Alea rasa nya di tusuk oleh ribuan duri. kata-kata nya begitu mempertegas bahwa Alea hanya lah seorang budak saja.


di seberang sana Deni yang telah mematikan telfon nya secara sepihak tidak sedikit pun memberikan Alea waktu untuk memberikan penjelasan bahwa ibu nya baru selesai operasi dan dia ingin sekali menunggu nya untuk malam ini saja.


Karena tak ingin mendapatkan teguran untuk yang kedua kali nya Alea langsung dengan sigap memesan taxi online melalui telfon genggam nya. dan saat mengecek saldo dia menghela nafas dengan dalam karena mendapati saldo rekening bank nya hanya kurang dari dua juta Rupiah saja lagi.


"huft, jika begini terus uang simpanan ku akan habis. sekarang aku sudah tak bisa lagi bekerja paruh waktu seperti dulu, bagaimana bisa menghasilkan uang. bekerja pada bapak beruang itu pun tidak di gaji, ah tapi ya sudah lah yang terpenting ibu sudah bisa operasi dan mendapatkan perawatan yang terbaik".


.........................


Sesampai nya di mansion Alea berjalan dengan cepat dan dia mendapati Deni sudah duduk manis di sofa ruang tamu sambil menatap nya dengan tatapan menusuk.


melihat situasi yang menegang kan Alea mencoba mencairkan suasana dengan menyapa nya.


"Selamat malam pak Deni". Alea menyapa nya dengan hangat,tetapi Deni tidak membalas sapaan Alea dan hanya berkata yang membuat Alea menegang di tempat nya.

__ADS_1


"Nona anda sudah melanggar aturan yang sudah saya sampaikan dan juga anda telah melanggar aturan kontrak yang sudah di buat".


"maaf kan saya pak Deni". Alea menundukkan kepala nya dalam-dalam.


"saya sudah memperingatkan anda nona untuk tidak melakukan kesalahan, anda sudah membangun kan singa yang sedang tertidur, maaf saya tidak bisa membantu anda kali ini karna sebelum nya saya sudah memberi peringatan dengan sangat jelas. apapun yang terjadi nanti harus jalani dengan ikhlas karna anda masuk ke tempat ini demi ibu anda bukan jadi terima saja".


"pak Deni apa saya akan di gantung hidup-hidup oleh pak Jerol?".


"saya tidak tau pasti nona apa yang terjadi setelah anda bertemu tuan Jerol, sekarang silahkan anda naik ke lantai atas tuan Jerol sudah menunggu"


"Pak Deni saya sangat takut"


"tolong kerja sama nya nona, Anda sudah mengulur waktu terlalu lama tuan akan semakin murka".


Alea tak punya pilihan lain selain berjalan ke lantai dua menuju kamar Jerol.


saat Alea tiba di depan kamar Jerol rupanya pintu kamar itu sudah terbuka lebar dan kamar dalam keadaan gelap karna lampu tidak di hidupkan.


"ah aku seperti masuk ke rumah hantu saja dan dia juga sudah seperti hewan buas yang mengintai mangsa nya, ah kali ini aku pasti akan m**i dengan sia-sia".Alea bermonolog dalam hati nya sambil bergidik ngeri.


tok tok tok Alea mengetuk pintu beberapa kali.


"permisi pak apa kah bapak ada di dalam?" Alea berusaha memanggil tetapi sedikit pun tak ada sahutan dari dalam kamar.


"pak,pak Jerol apakah bapak ada di dalam?".


Alea masuk perlahan ke dalam kamar sambil mencoba mencari tombol saklar lampu.


suara bariton itu mengagetkan Alea.


"maaf pak saya kira bapak tidak ada di dalam kamar"


"tutup pintu nya"


"ba ba baiik pak".Alea berusaha menghilangkan rasa takut nya pasal nya Jerol sudah mengkode untuk menutup pintu.


"berdiri di dekat dipan ranjang"


"pak saya tidak tau di mana dipan nya, di sini gelap sekali saya tidak bisa melihat"


"apa tangan mu tidak bisa di gunakan untuk meraba-raba? berdiri di dekat dipan kata ku!" Jerol berteriak dengan keras.


"lakukan dengan baik dan jangan membuat gaduh"


"ba baik pak". akhir nya Alea pun meraba-raba dengan kedua tangan nya tetapi dia malah berjalan menuju meja hias sehingga barang-barang yang ada di atas meja jatuh berserakan dan pecah.


gedebuk!prang...

__ADS_1


suara benda jatuh dan pecah terdengar begitu nyaring.


"kau!aku bilang lakukan dengan baik, mengapa kau membuat kegaduhan ha?". Jerol berteriak dengan keras, dan melempar gelas yang ada di hadapan nya tepat di kepala Alea.


"Ah oh" .Alea juga berteriak dengan keras,pasalnya gelas itu begitu kuat menghantam kening nya membuat gelas jadi pecah berkeping- keping dan darah segar terus bercucuran keluar dari kening nya.


"sia**n, kau sudah berani meneriaki saya juga haaa??"


"maaf pak". Alea berusaha menahan tangis nya kepala nya juga sangat sakit sekali sekarang.


"sekarang berjalan menuju dipan kata ku,cepat! jika kau membuat kegaduhan lagi akan kau rasa akibat nya".


Alea pun berjalan dengan perlahan takut jika akan membuat kegaduhan lagi.


"pak,saya sudah menemukan dipan nya".


"bagus, sekarang kau jawab dengan jujur pertanyaan ku"


"baik pak"


"apa yang kau lakukan hari ini?"


"tidak ada yang saya lakukan hari ini"


"kau! apa yang kau lakukan hari ini ha?,aku bilang jawab dengan jujur!!"


"saya hanya pergi ke Rumah Sakit dan menunggu ibu selesai operasi dan pak Deni menelfon agar saya segera pulang ke mansion"


"kau berani sekali kau, aku sudah katakan bicara dengan jujur"


"aku sudah bicara jujur pak". Alea berbicara sambil menangis segukkan.


"sia**n kau berani-berani nya mempermainkan aku ha". Jerol berjalan mendekati Alea dan menarik ikat pinggang nya, walaupun gelap tapi Jerol dengan santai berjalan menghampiri Alea karna dia sudah begitu hapal dengan seluk beluk kamar itu.


syut,syut,syut...


suara ikat pinggang yang di ayun-ayun kan Jerol untuk mencambuk Alea terdengar sendu namun menyakitkan.


"ah sakit pak, ah sakit"


"masih tau mengatakan sakit ha?aku sudah katakan bukan bicara dengan jujur".


"aku sudah bisa dengan jujur pak"


"sia**n kau memang tak bisa di beri ampun!"


syut,syut,syut

__ADS_1


"ampun pak ampun, tolong jangan pel*sah saya lagi".


tetapi Jerol tak memperdulikan rintihan Alea. di dalam fikiran nya hanya ada nama Helana yang membuat dia meluapkan segala kekesalan nya terhadap Alea. bagi nya semua wanita itu sama, sama-sama mempermainkan hati nya dan berkencan dengan laki-laki lain,padahal Jerol tidak tau Alea baru bertemu dua kali dengan Andika dan itu pun tanpa di sengaja dan mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa.


__ADS_2