Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Benih Cinta


__ADS_3

"makanan pembuka seperti apa?,apa seperti kue atau pun roti?". Alea bertanya dengan rasa penasaran nya


"bisa jadi seperti itu".


Jerol hanya menjawab sekenanya saja pertanyaan Alea,karna saat ini jiwa kelakian nya benar-benar sudah berkobar kuat.


"kalau begitu jangan saja. ambilkan nasi saja,saya tidak perlu lah makanan pembuka segala,sungguh saya sudah sangat lapar pak"


"tapi saya perlu makanan pembuka Alea". Jerol berkata di telinga Alea dengan nada yang berat .


"pak saya sudah sangat kelaparan ini,bagaimana jika kakek tau anda tidak memperlakukan saya dengan baik dan membiarkan saya kelaparan seperti ini".


mendengar sebutan kakek membuat kesadaran Jerol yang awal nya di penuhi hal-hal yang negatif akhirnya beranggsur-angsur normal.


"pak apa bapak tidak jadi turun mengambil makanan?,kalau tidak jadi biar saya saja yang turun ke bawah".


Alea yang tidak sabaran pun berjalan mendekati pintu,tapi sebelum mencapai pintu Jerol lebih dulu menarik tangan nya.


"Alea berhenti dulu"


tetapi Alea tidak menanggapi perkataan Jerol dan terus melangkah menuju daun pintu.


"Alea saya bilang berhentiiii".


Jerol berteriak dengan keras,membuat Alea diam membeku di tempat nya.


"apa kamu tidak waras hah pergi ke dapur dengan pakaian seperti ini?"


"saya sudah sangat kelaparan pak, tubuh saya juga sudah bergetar. saya hanya makan sekali saja hari ini dan itu pun saat makan pagi saja,bagaimana jika saya sudah tidak kuat dan pingsan? apa bapak mau tanggung jawab?, dengan tega nya bapak meneriaki dan juga membentak saya tanpa mau mendengar penjelasan dari saya terlebih dahulu,hiks hiks hiks".


mendengar penjelasan dan juga tangisan Alea membuat Jerol menjadi tak tega sekaligus merasa bersalah telah menunda mengambil makanan dan malah berfikiran negatif serat juga telah membentak nya.


"ya sudah saya minta maaf karna sudah membentak kamu,sekarang berhenti menangis dan tunggu di sini saya akan ambilkan nasi untuk kamu".


Alea pun hanya mengangguk kan saja kepala nya tanda setuju dengan perkataan Jerol.


...............................


"ah saya sudah seperti ayah yang mengurus anak nya saja,ah apa lagi dengan panggilan bapak,oh benar-benar...lama-lama bisa gil* jika seperti ini terus".


sepanjang perjalanan menuju dapur Jerol terus-menerus menggaruk serta meremas kepala nya.


setiba nya di dapur Jerol mendapati makanan sudah tidak ada yang tersisa,apalagi ini sudah hampir menginjak waktu tengah malam dan Jerol juga selalu membuat aturan jika makanan yang di masak malam hari harus di habiskan dan tidak boleh di simpan atau pun di panaskan lagi, jika pun tidak mampu menghabiskan nya langsung saja di buang.


"ah aku harus memasak apa".

__ADS_1


Jerol membuka kulkas di sana banyak sekali bahan makanan yang memang di jadikan sebagai stok,juga ada buah-buahan seperti anggur dan juga apel dan juga ada puding.tetapi Jerol bingung ingin memasak apa karna dia tidak punya skil untuk memasak jadi dia mengambil bahan seperlu nya saja dan mengambil puding serta buah-buahan.


"ah masak mie instan saja, membangun kan mbok inem di tengah malam begini kasian juga".


kemudian dia beralih ke lemari lain dan mengambil mie instan di sana.


setelah berkutat cukup lama di dapur akhir nya Jerol selesai juga,dan karena bawaan nya terlalu banyak Jerol mengambil kereta dorong makanan dan membawa nya menuju lift agar mudah membawa makanan nya.


"Taraaaa, spesial untuk anak bapak ini".


Jerol tersenyum sambil membuka lebar kedua tangan nya serta memain-mainkan mata nya kepada Alea.


"ish pak Jerol ada-ada aja deh"


"kenapa? kamu kan selalu memanggil saya bapak"


"itu kan karna bapak sudah tua"


"ya sudah justru itu kamu jadi anak saya saja"


"jangannnnnn".


Alea berteriak dengan keras.


"akkkk telinga ku, tolong bicara yang pelan saja jangan berteriak. lama-lama saya akan tuli oleh kamu"


"aish,, tadi kamu bilang tidak mau jadi anak saya,tapi kenapa sekarang malah mengakui"


"saya tidak mengatakan "tidak mau" yang saya katakan hanya "jangan" itu saja kan"


"memang nya apa bedanya tidak mau dan jangan?"


"emmmm,tidak tau"


"ah sudah lah jangan lagi di bahas,ayo kita makan"


"emmm tunggu pak"


"ada apa lagi?"


"ituuu,,di mana kita akan makan?"


"ah kau benar juga,kenapa aku sampai melupakan hal itu".


Jerol nampak menggaruk-garukkan kepala nya yang tidak gatal.

__ADS_1


"ya sudah pakai ini saja".


Alea membuka sprei dan membentangkan nya di lantai.


"ah kamu memang sudah tidak waras,bagaimana kita akan tidur jika kamu menggunakan sprei itu?"


"sudah nanti saja memikirkan nya yang penting kita makan saja dulu"


"oke lah".


Jerol pun menurut saat Alea sudah memindahkan makanan mereka di lantai dengan beralaskan sprei.


"mie instan?"


"em eee".Jerol hanya menjawab singkat saja perkataan Alea dan dia kembali serius dengan makanan nya.


"apakah tidak ada makanan yang lain di bawah"


"sudah jangan cerewet,makan saja apa yang ada.jika masih belum kenyang makan saja buah dan puding itu"


"baik lah".


Alea akhirnya menurut juga dan menghabiskan makanan nya,terlebih porsi nya lebih banyak dari pada Jerol karna buah-buahan yang Jerol bawa hampir habis begitu pula dengan puding nya.


"ah ternyata makanan mu banyak juga ya, saya sudah seperti memberi makan tiga orang hanya dalam satu tubuh mu saja"


"cih anda anda orang kaya yang sungguh perhitungan"


"bukan perhitungan tapi kamu harus bisa mengontrol diri,apa kamu mau tubuh mu akan menjadi derum jika makan sebanyak itu terus?"


"biarkan saja tubuh saya menjadi derum,memang nya kenapa?"


"aish kamu tanya mengapa?, jika tubuh mu menjadi derum tidak akan ada laki-laki yang akan mau mendekati mu"


"syukurlah jika tidak ada lagi pula aturan yang bapak buat juga memang melarang saya dekat laki-laki lain jadi itu tidak masalah bagi saya".


Alea berkata dengan santai nya membuat Jerol langsung meneguk ludah nya dengan susah payah,pasalnya apa kata orang jika dia punya istri yang sebesar derum.


"emm maksud saya tidak begitu juga,emm kalau kamu sedikit diet kan lebih baik kelihatan nya"


"bapak tidak perlu cemas, lagi pula ini pernikahan sementara bukan jika saya sudah sebesar derum talak saja saya, gampang kan"


"oh kamu sengaja ya ingin membuat badan mu sebesar derum agar saya bosan dan cepat melepaskan kamu? heh... tapi jangan harap bisa bebas dengan mudah karna kamu punya banyak hutang dan juga ibu mu lebih butuh banyak uang untuk biaya pengobatan bukan? jadi jangan berfikir untuk bebas lebih awal!!!!"


Jerol yang mendengar kata pernikahan sementara membuat nya jadi marah besar terhadap Alea, tanpa Jerol sadari bahwa benih cinta mulai tumbuh di hati nya sampai dia tidak ingin kehilangan Alea.

__ADS_1


Hai Sabahat MHCK apa kabar nya?semoga selalu sehat ya biar bisa tetap tinggalkan jejak di cerita Jerol dan Alea. salam sehat🄰


__ADS_2