Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Berusaha memperbaiki diri


__ADS_3

setelah keluar dari ruangan Jerol dengan membanting kuat pintu nya,tangan Adit masih setia memegang gagang pintu darah nya masih berdesir dengan kuat dan emosi nya juga masih memuncak di ubun-ubun nya. semua itu karna dia mempunyai sahabat yang begitu tergila-gila hanya dengan seorang wanita yang telah menyakiti nya sampai dia melampiaskan amarah kepada wanita lain dan menganggap nya sama saja.


"Dokter apa dokter sudah selesai berdiskusi dengan tuan Jerol?".


Deni menyapa Adit dengan cara menggoda nya.


"Hei ingatkan tuan mu itu untuk melupakan wanita ibli* itu dan berhenti lah menyiksa orang lain hanya karna mengingat kembali kenangan pahit itu".


"maaf Dokter saya tidak berani mengatakan itu semua"


"ah benar kau hanya seorang asisten yang hanya bisa berdiri saja di belakang majikan dan menjalan tugas apa saja yang di berikan tanpa memilah baik atau buruk nya tugas itu". Adit meluapkan semua kekesalan nya dan melampiaskan nyap ke pada Deni.


"Dokter Adit anda juga jadi sama seperti Tuan Jerol yang sama-sama melampiaskan sesuatu kepada orang lain".


Deni barkata sambil menskakmat Adit.


"ah sudahlah lebih baik gue balik, otak gua akan geser juga jika berlama-lama bertemu dengan kalian di sini".


Adit beranjak pergi meninggalkan Deni yang dari tadi terus tersenyum senang karna sudah berhasil menggoda Adit.


di dalam ruang kerja nya Jerol masih terus memikirkan kata-kata yang Adit ucapkan barusan sungguh kata-kata nya itu selalu terngiang di benak Jerol.


"apakah aku harus mengikuti saran dari Adit"


Jerol bermonolog sendiri sambil berfikir dengan keras.


"ah anak itu jika sudah berbicara pasti selalu saja membuat orang lain jadi selalu memikirkan terus kata-kata nya".


Jerol meremas rambut nya dengan kuat, tiba-tiba dia jadi teringat sesuatu dan segera mengambil telfon genggam nya.


"halo"


"segera masuk ke ruang kerja sekarang"


"baik tuan".


Deni yang dari tadi berdiri di depan ruang kerja langsung saja masuk saat Jerol menghubungi nya untuk masuk ke dalam ruang kerja.


"permisi Tuan". Deni berkata sambil membuka pintu sedikit.


"ya masuk"


"apa yang membuat anda memanggil saya tuan?"

__ADS_1


"Den kau selidiki siapa laki-laki yang bersama Alea waktu di Rumah Sakit itu"


"Nama nya Andika tuan dia sepupu nya Helana"


"apa? kau sudah lebih dulu tau identitas nya tanpa memberitahu lebih dulu kepada aku?"


"maaf tuan saya sudah mencoba menjelas kan nya tetapi anda bilang tidak perlu memberi penjelasan karna yang di lihat lebih jelas"


"ahhh".Jerol meremas rambut nya.


"selain itu apa lagi yang kau tau?"


"yang saya tau nona Alea baru bertemu dua kali dengan Andika tuan, yang pertama saat anda menurun kan nona Alea di jalan dan meminta saya membawa nya tapi Andika lebih dulu datang .setelah kejadian itu saya menyewa detektif untuk memantau terus bagaimana kedekatan nona Alea dan Andika sampai pertemuan nya di rumah sakit tanpa di sengaja,karna Andika sedang menjenguk teman nya yang sedang di rawat karna kecelakaan dan saat pulang bertemu dengan nona Alea yang sedang menunggu ibunya operasi".


"lalu apa mereka sudah lama kenal atau baru itu?"


"untuk kepastian nya saya masih belum mendapat kejelasan yang pasti, tapi prediksi saya mereka baru bertemu karna saat pertama kali bertemu nona Alea seperti enggan masuk ke dalam mobil dan dia seolah membuat ancang-ancang melakukan perlawanan dengan melepas heels dan mengangkat tinggi heels nya sambil di ayun-ayun kan"


"hanya itu saja?"


"untuk sementara hanya itu saja informasi yang saya dapat kan tuan"


"suruh orang mu untuk selalu memantau kegiatan yang di lakukan Andika, aku curiga jika mereka sengaja merencanakan sesuatu untuk membuat aku lebih hancur lagi"


"ya. aku sungguh berharap pada mu"


"itu pasti tuan saya akan laporkan jika ada hal yang kiranya mencurigakan atas gerak gerik mereka"


"ya lakukan pekerjaan dengan baik"


"baik tuan,apakah masih ada lagi yang tuan perlukan?"


"tidak ad lagi"


"jika tidak ada lagi yang tuan perlukan saya pamit undur diri"


"ya terimakasih untuk hari ini, istirahat lah di sini jangan pulang karna ini sudah terlalu larut"


"baik tuan".


setelah memastikan Deni keluar Jerol pun merebah kan tubuh nya di sofa ruang kerja nya. malam ini dia akan tidur ruangan kerja saja karna mengingat kamar nya di pakai untuk Alea, dia juga sedang malas tidur di kamar lain nya jadi lebih memilih tidur di ruang kerja saja.


........................

__ADS_1


malam panjang telah berganti pagi. fajar telah bersinar tepat pada waktu nya,para pekerja juga sudah mengambil alih pekerjaan nya masing-masing.


Di dalam kamar Jerol,Alea yang kemarin belum sadarkan diri kini sudah mulai membuka mata nya perlahan tubuh nya memar di mana-mana dia jadi sulit menggerakkan badan nya,kepala nya juga di perban.


"ahh".Alea melenguh kesakitan.


"Nona apa yang anda perlukan? saya akan membantu"


" saya ingin buang air kecil,tapi badan dan kepala saya terasa sakit semua"


"ayo saya bantu anda ke toilet, jangan sungkan saya memang di tugaskan menjaga anda"


"siapa yang meminta anda menjaga saya di sini? apa kah pak Jerol?"


"ah bukan nona, saya adalah sekertaris Dokter Adit dan dia meminta saya untuk menjaga nona"


"oh begitu". Alea memasang wajah sendu nya, dia fikir Jerol meminta orang lain untuk menjaga nya karna dia sudah menyiks* Alea kemarin tetapi dugaan nya salah ternyata orang lain yang lebih memperhatikan nya dari pada suami nya sendiri.


" ayo nona, mari saya antar ke toilet".


Alea pun hanya bisa menurut saat perawat wanita itu membantu memapah nya menuju toilet.


"terima kasih suster karna sudah bersedia menjaga saya". Alea merasa bersyukur karna dengan adanya perawat wanita itu dia tidak terlalu susah jika ingin pergi ke toilet.


"sama-sama nona anda tidak perlu berterima kasih itu sudah menjadi tugas saya"


"tidak apa-apa saya sangat tulus berterima kasih pada suster, oh ya ngomong-ngomong siapa nama suster?"


"nama saya Saskia nona, rekan kerja saya biasa nya memanggil dengan sebutan Koa, tapi terserah nona ingin memanggil saya bagaimana"


"nama yang bagus, emm bagaimana jika saya memanggil dengan sebutan kak Kia? karna anda lebih tua dari saya boleh kah jika saya memanggil anda dengan sebutan kakak?"


"Ah tentu saja boleh nona saya sangat menghargai setiap orang yang ingin memanggil saya dengan sebutan lain selain Kia atau pun Sas, atau pun kakak Kia. tapi asal jangan melenceng dari itu ya?" Saskia tersenyum menggoda Alea.


"haha kakak bisa saja, juga jangan memanggil ku dengan sebutan nona,panggil saja dengan sebutan Alea"


"ah saya mana berani nona, nona adalah istri dari tuan Jerol". Saskia tau jika Alea adalah istri Jerol karna sebelum nya Adit sudah memberitahu siapa Alea di rumah itu"


"ya sudah panggil saja Alea jika orang lain tidak ada"


"oke baik lah nona ah maksud saya Alea". Akhirnya mereka berdua pun sepakat untuk saling memanggil dengan sebutan yang di anggap enak di dengar.


Hai-hai sahabat MHCK terima kasih karna masih setia membaca MHCK .semoga kita sahabat MHCK tetap selalu sehat ya agar bisa terus membaca MHCK dan juga komen ya untuk setiap bab yang udah di buat karna masukkan dari kalian juga sangat membantu untuk menjadikan novel MHCK ini semakin menarik. salam sehat🄰

__ADS_1


__ADS_2