
Hari ini adalah jadwal operasi ibunya. Alea bangun pagi-pagi sekali karna para pekerja juga sudah bangun menjalankan aktifitas mereka masing-masing.
semalam setelah selesai membantu mbok inem menyiapkan makan malam Alea di ajak ke kamar bagian pembantu,ukuran yang sedang bagi Alea, tiga kali tiga meter.di dalam nya tersedia kipas angin,lemari pakaian,kasur busa dengan ukuran singgle juga tersedia wc.
"Mbok biasa nya pak Jerol sarapan apa?" Alea bertanya saat mereka berada di dapur.
"Tuan Jerol gak pernah cerewet,apa aja di hidang dia tetap makan non"
"saya ingin membuat nasi goreng dan ayam goreng,bagaimana menurut mbok?"
"boleh non.Tuan Jerol juga suka sarapan dengan nasi goreng".
Alea meracik masakkan dengan bersemangat walaupun pernikahan ini hanya sebatas perjanjian tapi semua itu tidak masalah bagi Alea,yang terpenting adalah dia tetap melayani suami nya dengan baik walaupun tidak untuk di ranjang.
setelah selesai menyajikan sarapan di meja tidak lupa Alea juga menyiapkan bekal untuk dia bawa ke rumah sakit dan satu nya lagi untuk Jerol.
Alea merilik jam dinding yang terpajang di dinding dapur yang menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh lima menit, Alea melepas celemek nya dan bergegas menuju lantai dua.
"tok tok tok, pak ayo bangun ini sudah siang" Alea memanggil dari luar sampai berulang kali, rasa nya malu sekali jika dia ingin masuk ke kamar pagi-pagi sekali seperti ini.
"Aduh kenapa pria itu tidak bangun-bangun juga".karena tak kunjung mendapat jawaban Alea dengan terpaksa membuka pintu kamar.
"oh ya Tuhan pria itu telah menodai mata ku" pemandangan pertama yang Alea lihat di pagi hari,melihat suami nya tidur dengan menggunakan celana pendek dan tanpa baju sehingga tubuh kekar nya terekspos dengan sempurna. Alea berkata sambil menutup kedua mata dengan kedua tangan nya tetapi masih tetap bisa melihat di antara sela-sela jarinya.
setelah menyiapkan air mandi dan juga pakaian kerja,Alea masih berusaha membangun kan Jerol.
"pak pak pak Jerol bangun" Alea memanggil dari sofa yang ada di kamar itu tetapi lelaki itu masih setia dengan tidurnya. karena kesal Jerol yang masih tak kunjung bangun juga Alea akhir nya mengumpulkan keberanian untuk membangun Jerol dengan jarak yang lebih dekat.
"pak pak Jerol bangun"Alea berusaha membangun kan dengan menggoyang-goyangkan badan nya,tetapi pria itu malah berbalik membelakangi Alea.
"kebakaran kebakaran kebakaran". Alea berteriak tepat di telinga Jerol.
" aaaa di mana kebakaran di mana kebakaran"Jerol melompat dari tidur nya dan berlari ke sana ke mari tapi yang dia dapat hanya seorang wanita yang tertawa dengan keras melihat kebodohan nya.
"berhenti tertawa"Jerol berteriak dengan keras.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan di dalam kamar ku ha?"
"saya ke sini membangunkan bapak".
"apa harus berteriak di telinga saya?"
"maaf saya sudah berusaha membangun kan bapak dengan menggoyang-goyangkan badan tapi bapak malah berbalik dan masih setia tetap tertidur"
"ah itu cuma alasan kau saja kan agar aku tidak marah"
"benar pak mana mungkin saya berbohong"
"ah sudah lah,jam berapa sekarang?"Jerol bertanya sambil berjalan menuju kamar mandi.
"sudah hampir jam delapan pagi pak"
"apaaa!, kenapa kau membangun kan jam segini ha? apa Deni tidak memberitahumu jam berapa membangunkan ku ha?"
"pak Deni tidak mengatakan jam berapa harus membangunkan yang dia bilang siapkan air mandi dan baju kerja untuk tuan Jerol.itu saja"
Jerol mengusir Alea dengan cara mendorong-dorong nya agar keluar dari kamar.
Alea pun pergi tanpa memperdulikan lagi si Tuan kutub itu, yang terpenting bagi nya dia harus segera mandi dan bersiap-siap pergi ke Rumah Sakit.
setelah selesai mandi Alea kembali ke dapur tapi bekal yang sudah di siapkan nya tidak di bawa oleh Jerol.
"mbok apa pak Jerol sudah sarapan?" Alea bertanya kepada mbok inem yang kebetulan baru keluar dari toilet.
"tadi Tuan Jerol gak sempat sarapan non dia hanya sempat minum susu saja kata nya udah terlambat soalnya ada meeting pagi ini"
"oh ya ampun dia pasti akan kelaparan"
karena kasihan melihat Jerol yang tidak sempat untuk sarapan Alea berinisiatif untuk mengantarkan bekal ke perusahaan,dia segera meraih handphone nya dan segera memesan gojek. tidak berselang lama gojek yang di pesan pun tiba.
"pak ke perusahaan Adipura Grup ya setelah itu lanjut ke Rumah Sakit XX".
__ADS_1
"baik nona"
setiba nya di perusahaan Alea langsung menuju resepsionis.
"Ada yang bisa kami bantu nona?"
"tentu,bisa kah anda memberikan ini kepada pak Jerol?"
"maaf nona sebelum nya ini apa dan siapa nama anda?"
"emm saya kurir makanan.pak Jerol biasa memesan makanan di tempat kami"
"sebentar ya nona saya hubungi sekertaris nya dulu".
"halo pak apakah bapak memesan makanan untuk pak Jerol? "
"dia mengatakan bahwa dia adalah kurir makanan langganan pak Jerol"
"oke pak baik".
setelah selesai menelpon resepsionis itu mengatakan sesuatu yang membuat Alea hampir harus pergi dan membawa kembali makanan yang sudah dia bawa.
"maaf nona sekertaris pak Jerol mengatakan bahwa pak Jerol tidak memesan makanan apa lagi melewati kurir, kami mohon maaf tolong di bawa kembali makanan nya"
"emm benarkah pak Deni berkata seperti itu? bagaimana kalau begini saja saya akan menulis dan membuat pesan di kotak makan ini dan berikan pada pak Jerol, beliau pasti akan tau jika sudah membaca tulisan ini"
"maaf tidak bisa nona sekertaris nya mengatakan bahwa dia tidak pernah memesan makanan lewat kurir,silahkan pergi nona sebelum kesabaran saya habis".
"baik lah saya akan pergi tapi setelah anda menyuruh saya pergi saya juga akan pastikan anda juga akan pergi dan kehilangan pekerjaan ini, anda tau makanan yang saya bawa ini adalah makanan kesukaan pak Jerol, jadi jika saya membawa kembali makanan ini anda sudah pasti tau bukan apa yang akan terjadi".
Alea berkata seolah-olah makanan yang dia bawa adalah makanan kesukaan Jerol padahal belum tentu Jerol menyukai makanan nya tapi dia tidak punya pilihan lain selain berbohong sedikit kepada resepsionis itu agar Jerol bisa makan setelah meeting selesai.
"emm baik lah jika begitu silahkan anda tulis pesan di kertas ini nanti akan saya berikan kepada Tuan Jerol"
"coba dari tadi anda memberikan kertas ini saya jadi tidak perlu menghabiskan tenaga saya hanya untuk berdebat dengan anda".
__ADS_1