
"Si***n ni anak gue belum selesai ngomong udah di matiin aja telfon nya". Helana mengumpat kesal.
sesampai nya di mobil Helana malah tidak mendapati Andika di dalam mobil nya.
" Kurang a**r ni anak mau nya apa si, seharus nya gue nyari taxi aja dari tadi".
"udah gak usah ngumpat terus" Andika tiba-tiba berdiri di belakang nya.
"kyaa, Loooo.. kebiasaan banget ya suka ngagetin orang". Helana memukul kepala Andika.
"udah cepetan buka mobil nya gue udah cape banget,gara-gara lo kali gue pada lecet semua"
"Halah elo kenapa gak masuk aja duluan"
"emang g**a ya lo,emng lo fikir gue masuk dari mana kunci nya jelas-jelas sama Lo"
"ya elah Lo kan bisa nembus ni mobil kenapa mesti pake kunci segala"
"emng lo fikir gue seorang pencuri nembus-nembus mobil"
"ya bukan seorang pencuri juga,kan nama Lo Anambel pasti bisa lah nembus ni mobil tanpa harus ngancurin nya"
"emang lo fikir gue ini hantu apa?"
"gue gak ada bilang lo hantu ya, lo sendiri yang bilang kalau lo hantu".
"Dikaaaaa".
"iya-iya gue jalan sekarang"
Andika tidak lagi menggoda Helana, dan sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam sampai Helana akhir terlelap karena terlalu letih.
setiba nya di mansion keluarga Ricard,Andika lebih dulu keluar dari mobil nya dan membiarkan Helana tertidur pulas di dalam mobil. melihat Andika yang keluar hanya sendirian Malina ibu nya Helana bangkit dari duduk dan bertanya dengan Andika.
"di mana Helana"
"masih di mobil" Andika menjawab dengan polos nya.
"mengapa tidak kau bantu dia membawa koper" .Mayang ibu nya Andika ikut menimpali.
"capek bunda"
"kamu kan laki-laki harus kuat dong masa bantu Lana bawa koper aja capek"
"malas lah Bun, lagian orang nya aja masih enak-enakan tidur"
"Dikaaa, ya ampun dia bisa mati kehabisan oksigen Dika". Ibu nya memukul-mukul bokong nya tiada henti.
"ampun Bun,ampunnn.. iya Dika bangunin si Boneka itu.
__ADS_1
"Dikaaa"
"iya iya Bun"
Andika bangun dari duduk nya dan berjalan dengan malas menuju mobil nya.
"yang anak kandung bunda itu siapa si aku atau boneka Anambel itu? ah aku sudah seperti anak tiri bunda saja"
Andika berkata pada diri nya sendiri.
"ceklek, Hei lo gak mati kan?". Andika membangun kan Helana dengan menepuk-nepuk kuat pipi nya.
"Ahhh sakit Andikaaa"
"syukur lah lo masih hidup,cepat keluar keluarga udah pada nyariin lo"
"Dikaaa lo bisa gak si bangunin orang pelan-pelan".Helana berkata dengan kesal nya.
"bisa kok, tapi untuk lo gak bisa,udah gak usah bawel cepat keluar"
"Dika bawain koper gue"
"lo udah di kasi hati minta jantung ya"
"gue gak minta jantung kok,gue cuma nyuruh bawa koper aja"
"Blekk".Helana menjulurkan lidah nya,"kalau gak bawain koper nya gue aduin sama bunda Mayang lo kalau Lo udah nyuruh gue jalan jauh-jauh sampai kaki gue lecet"
Andika berteriak dengan kuat.
"Terserah".Helana melangkah masuk meninggalkan Andika.
"Ah gue udah seperti seorang budak yang selalu di suruh-suruh, ke depan nya kehidupan gue pasti selalu terancam, Ah dasar si boneka Anambel". Andika mengacak rambut nya dengan kasar dan dia pun ikut menyusul masuk sambil menyeret koper Helana.
Di ruang keluarga para keluarga sudah berkumpul menunggu kedatangan Helana dan salah satu nya adalah ibu Andika,melihat Helana sudah tiba di ruang keluarga dia langsung merentangkan tangan nya dan langsung memeluk Helana dengan hangat.
"oh sayang kemarilah,bunda sangat rindu pada mu"
"aku pun sangat rindu pada bunda"
"cih aku bahkan tidak bunda peluk seperti itu saat pulang dari luar negeri"
"kamu itu anak laki-laki mana pantas di perlakukan seperti ini". Helana menjawab perkataan Andika.
"aku tidak berbicara pada mu".Andika memandang jutek pada Helana.
"sudah-sudah jangan bertengkar ayo kita makan bersama dulu mbok Surti sudah selesai menghidangkan makanan".
Malina menengahi pertengkaran mereka.
__ADS_1
mereka pun menurut dan makan dalam keheningan karna sudah aturan keluarga jika makan tidak ada yang boleh berbicara.
setelah selesai menyantap makanan Andika berjalan menuju teras dan para anggota lain nya melanjutkan bercengkrama di ruang keluarga.
......................
sementara itu, di Rumah Sakit Alea begitu gelisah pasal nya operasi yang harus nya selesai tiga sampai empat jam tapi sekarang sudah lebih dari enam jam tapi lampu merah masih belum berubah menjadi lampu hijau. di tengah kegelisahan nya Alea tiba-tiba di datangi seseorang.
"Haii Merpati". lelaki itu melambai-lambai kan tangan nya tepat di hadapan Alea, Alea yang menutup wajah dengan kedua tangan nya spontan membuka nya.
"ehh, nama saya Alea, ngomong-ngomong sedang ada urusan apa anda di sini?" .Alea bertanya mengenai kedatangan Andika yang tiba-tiba.
"oh tadi saya sedang menjenguk teman kebetulan melihat Merpati di sini"
"sudah saya katakan nama saya A L E A".Alea mencoba mengeja nama nya
"oke,tapi saya lebih suka memanggil dengan sebutan itu".Andika mengedip-ngedip kan mata nya.
"itu nama pemberian ibu ku jangan di ubah"
" saya tidak mengubah nya tapi itu adalah panggilan untuk orang yang spesial dan saya akan berpamitan kepada ibu mu untuk memanggil dengan sebutan spesial itu, bagaimana?". tapi Alea tak menjawab,kata-kata Andika seolah menusuk jantung nya. bukan Andika menyakiti nya tetapi kata-kata berpamitan kepada ibu itu seolah selalu terngiang di telinga Alea, mungkin kah dia bisa bertemu ibu nya atau sebalik nya.
karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Alea,Andika membuka obrolan lagi.
"ngomong-ngomong sedang apa di sini?". Andika mencoba berbasa-basi pasalnya dia tau sebenarnya itu adalah ruang operasi tapi tak tau siapa yang sedang Alea tunggu.
"sedang menunggu ibu ku". Alea berbicara dengan nada yang begitu rendah suara nya seolah tercekat di tenggorokan,dia berusaha untuk tetap tegar tapi tak bisa tanpa sadar air mata nya menetes.
"maaf" satu kata yang mampu Andika ucapkan untuk mewakili rasa bersalah karna telah membahas tentang ibunya.
"tidak masalah".Alea menghapus air mata nya dengan kasar.
lampu merah telah berganti bewarna hijau Alea bangkit dari duduk nya,tidak berselang lama dokter keluar dari dalam ruangan.
"Dokter, bagaimana operasi ibu saya?"
"operasi nya berhasil walau tadi banyak sekali kendala"
"Alhamdulillah" Andika dan Alea berucap bersamaan.
"terus bagaimana keadaan beliau?"
"untuk paska operasi pada tumor otak biasa nya mereka akan mengalami koma empat sampai delapan Minggu atau mungkin lebih tapi tergantung masing-masing orang nya lagi ada yang cepat ada juga yang lambat"
"ya Dokter terima kasih penjelasan dan juga kerja keras nya"
"ya sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu".
"ya Dokter, sekali lagi terima kasih".Alea membungkuk kan badan nya berulang kali sebagai tanda terimakasih nya. tak lupa juga dia mengucap syukur kepada yang maha pencipta atas pertolongan yang telah dia beri kan kepada ibu nya.
__ADS_1
Andika juga menatap Alea dengan rasa haru beruntung dia masih mempunyai keluarga yang lengkap, ternyata kehangatan itu juga di dapat saat kita bisa berkumpul bersama keluarga tercinta.