Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
pendekatan Jerol


__ADS_3

satu minggu telah berlalu,Alea juga sudah bisa beraktifitas kembali seperti biasa nya dan perawat Saskia juga sudah kembali sejak tiga hari yang lalu.


semenjak kejadian seminggu yang lalu Alea sama sekali belum melihat Jerol padahal dia ingin sekali mengunjungi ibu nya tapi takut akan melakukan kesalahan lagi jika tidak minta ijin.


"ah seharus nya aku minta saja nomor nya pada mbok inem dia pasti punya nomor nya pak Jerol".


Alea yang sudah selesai menyirami tanaman pun beranjak pergi menemui mbok inem di dapur.


"mbok mbok mbok". Alea memanggil mbok inem sambil berlari ke arah nya.


"aduh nduk jangan lari-lari nanti jatuh"


"bruk dup, aduh mbok tolongin Alea".


Alea jatuh terduduk di samping meja makan.


"ya ampun nduk kan udah di bilangin jangan lari-lari"


"aduh mbok bo*ong Alea sakit mbok"


"ya ampun nduk jalan yo kan bisa pelan-pelan gak perlu lari-lari kan jadi nya jatuh"


"iya mbok maafin Alea"


"Yo wes sini tak bantuin bangun"


setelah di bantu berdiri dan duduk,mbok inem pun juga membantu Alea memijit pinggang dan juga bok*ng nya.


"mbok makasih ya udah bantu pijitin pinggang dan bok*ng Alea


"iyaa sama-sama, wong kamu itu loh kaya sama siapa aja"


Alea pun hanya tersenyum menanggapi ucapan mbok inem.


"emang ada apa toh kamu lari-lari kaya gitu?"


"oh iya aku baru ingat, mbok ada nomor nya pak Jerol"


"tuan Jerol?"


"iya nomor telfon nya pak Jerol"


"Yo mana ada si mbok nyimpan nomor nya si tuan atuh,kalau nomor nya den Deni ada"


"kalau pak Deni, Alea juga punya"


"kenapa gak si nduk minta aja sama si den Deni aja no nya Tuan?"


"ah benar juga ya kenapa Alea bisa lupa"


"itu pasti karena kebanyakan makan mi*in nduk"

__ADS_1


mbok inem menggoda Alea tapi Alea malah menganggap omongan mbok inem serius.


"benaran itu mbok?"


"Yo gak benar"


"ih si mbok Alea udah serius banget ini tau"


"udah gak usah manyun muka nya mending bantuin si mbok siapin bahan untuk makan siang nanti"


Alea pun hanya bisa menurut saat mbok inem menarik lembut tangan nya.


....................


Di tempat yang berbeda, Jerol rupanya sedang berada di Rumah Sakit untuk mengurus keberangkatan ibunya Alea ke luar negeri agar mendapat kan perawatan dan juga alat medis yang lebih lengkap serta lebih modern.


"bagaimana apakah sudah siap segala perlengkapan nya Den?"


"sudah tuan, segala Dokter dan juga perawat yang akan menemani di pesawat juga sudah siap dan tak ada kendala apapun untuk keberangkatan sore ini"


"baik lah, Aku percayakan semua kepada mu"


Setelah berkata demikian kepada Deni Jerol pun bangkit dari duduk nya dan Deni juga mengikuti Jerol dari belakang.


"apakah tuan akan pulang ke apartemen lagi hari ini?"


"tidak, aku akan pulang ke mansion hari ini"


"baik lah tuan,apa perlu saya temani tuan?"


"baik tuan hati-hati di jalan". Deni membungkuk kan badan nya.


"ya kau juga hati-hati, lapor kan segera apapun yang terjadi di sana dan pastikan para Dokter di sana memberikan yang terbaik agar wanita itu segera bangun dari koma nya"


"sudah pasti itu tuan akan saya rekomendasikan Dokter spesialis terbaik untuk merawat ibu nona Alea"


"ya sudah kalau begitu saya pergi dulu,kau akan lama di sana jadi jaga lah dirimu baik-baik di sana. ah aku pasti akan rindu pada mu eni".


"Tuan saya laki-laki yang normal,tolong jangan memanggil saya dengan sebutan Eni, itu terdengar sangat menggelikan sekali"


"ah aku tidak yakin jika kau adalah lelaki normal, bukti nya sampai sekarang kau masih saja setia menjomblo"


"saya memang laki-laki normal tuan, hanya saja jodoh saya masih Tuhan seleksi maka nya saya masih menjomblo sekarang"


"ah kau sudah seperti penceramah saja.


aku akan pulang, jika berbicara dengan mu tidak akan ada habis nya sampai besok"


"baik tuan. hati-hati di jalan"


"hemm".

__ADS_1


Jerol pul hanya menjawab singkat sapaan dari Deni dan melangkah pergi meninggal kan Rumah Sakit.


...........................


saat tiba di mansion dua orang satpam yang sudah di bagi tugas nya segera membuka pagar sedangkan yang satu nya lagi bertugas sebagai pengumpul segala pekerja rumah untuk menyambut kedatangan Jerol.


"pak tidak perlu penyambutan untuk hari ini". Jerol berkata kepada satpam yang bertugas sebagai pengumpul para pekerja.


" baik tuan". satpam itu menundukkan kepala nya.


..........


Di dalam mansion Alea dan mbok inem sedang asik bercengkrama dan sesekali temakanrtawa sambil menyiapkan menu untuk siang. tanpa mereka sadari Jerol sudah duduk santai di meja makan.


"apa yang sedang kalian bicara kan? kelihatan nya seru sekali".


"oh ya Gusti"


"astagaaa". Alea dan mbok inem berucap bersamaan.


"Tuan",mbok inem membungkukkan badan nya."kapan anda tiba?, maaf karna kami tidak melakukan penyambutan karna kami tidak di beri tau jika anda sudah tiba"


"tidak apa aku sengaja menyuruh untuk tidak ada penyambutan"


"ah begitu,apa kah tuan perlu sesuatu? ingin kopi atau susu misalnya?"


"ya sudah kopi saja"


" maaf jika jika makan siang nya akan siap dalam setengah jam lagi tuan"


"ya tidak masalah. lanjutkan saja memasak nya".


setelah mengatakan jika makan siang akan siap dalam setengah jam mbok inem langsung menyiapkan kopi,sementara Alea juga hanya mengikuti nya saja dari tadi.


"oh kamu saja yang membuatkan kopi untuk tuan Jerol, si mbok harus lanjut memasak lagi"


"saya saja mbok yang lanjut memasak nya, si mbok saja yang buat kan kopi nya"


"ah kamu saja yang buatkan kopi nya nanti selesai buat kan kopi baru kamu menyusul bantu si mbok ya,mbok harus cepat-cepat ini soalnya tuan akan makan siang dalam setengah jam lagi".


mbok inem berbicara sambil berbisik-bisik dengan Alea karna saat ini Jerol masih duduk di meja makan sambil menatap mereka. dan Alea pun yang tidak punya pilihan lain hanya bisa menurut saja saat mbok inem menyuruh nya membuat kan kopi untuk Jerol.


"Tuan ini kopi nya". Alea hanya bisa menundukkan kepala nya saat dia memberikan kopi untuk Jerol, sungguh pengalaman nya seminggu yang lalu membuat diri nya takut akan membuat kesalahan lagi.


"duduk"


"ha?"


"duduk di situ dan temani saya minum kopi"


"emm ba baik tuan".

__ADS_1


Alea hanya bisa menurut saja, sungguh bukan nya merasa bahagia saat di suruh duduk bersama di meja makan. tapi lebih ke perasaan takut jika dia akan di pukuli lagi.


Hai-hai sahabat MHCK jangan lupa tinggal kan jejak kalian di kolom komentar ya. salam sehat🄰


__ADS_2