Menaklukkan Hati CEO Kejam

Menaklukkan Hati CEO Kejam
Hampir keceplosan


__ADS_3

setelah saling larut dalam diam akhirnya Andika membuka suara nya.


"sudah jangan terlalu di fikirkan,ibu mu pasti akan segera bangun yang terpenting selalu panjatkan doa insyaallah pasti terkabulkan"


"terimakasih atas nasehat nya mas"


"hah?". Andika seolah merasa pendengaran nya bermasalah,karna Alea memanggil nya dengan sebutan"mas".


"terimakasih atas nasehat nya"


"bukan,bukan yang itu yang nona katakan tadi saya agak kurang jelas mendengar nya".


Alea mengerut kan kening nya


"itu yang saya katakan tadi,terimakasih atas nasehat nya mas"


"aaa itu yang mau saya dengar,ada mas nya itu, ah saya sangat suka dengan panggilan itu"


Alea hanya tersenyum sipu.


"oh ya apa Merpati sudah makan?"


"Belum"


"ah sudah saya duga kalau Merpati pasti belum makan"


"ayo saya traktir makan". Andika berusaha menarik tangan Alea tetapi Alea berusaha menghindari nya.


"maaf saya tidak bermaksud lancang,saya terlalu bersemangat sampai tidak sengaja akan memegang tangan merpati"


"emm ya tidak apa-apa".


Alea menatap pintu ruang operasi dan tidak lama para perawat mendorong brankar menuju ruang ICU,Alea pun dengan sigap mengikuti brankar ibunya di susul juga dengan Andika.


setiba nya di depan ruangan ICU Alea hanya bisa berdiri menatap ruangan tersebut pasalnya para perawat melarang nya untuk masuk ke dalam karna jam kunjung pasien sudah selesai.


"ayo!". Andika membuyarkan lamunan Alea.


"ke mana?"


"makan!".Andika mencoba memberi penjelasan tetapi Alea kembali melihat pintu ruangan ibu nya seolah-olah dia mengatakan "bagaimana dengan ibu ku siapa yang akan menjaga nya".


"sudah jangan di fikirkan, saya akan menyewa perawat agar dia selalu memantau perkembangan ibu mu, lagi pula jika kamu ada di sini pun kamu tidak akan bisa memantau nya langsung"


"saya tidak punya uang untuk menyewa perawat". Alea menunduk meneteskan air mata nya.


"kan saya sudah bilang, saya yang akan membayar nya. anggap saja ini hadiah untuk pertemanan kita".Andika berbicara sambil menampilkan senyum termanis nya.

__ADS_1


tetapi Alea masih diam membeku di tempat nya sambil menatap Andika.


"jangan menatap saya seperti itu saya bisa mati berdiri di sini karna grogi" . Alea hanya tersenyum saja dari tadi untuk bercanda dengan Andika saja mulut nya tak mampu berucap lagi, tubuh nya benar-benar lemah karna belum makan dari pagi.


"ayo jangan diam saja, Merpati harus makan yang banyak karna saat ibu mu sudah bangun nanti dia akan sedih melihat anak nya kurus karna tidak mau makan".


Andika menggenggam tangan mungil Alea. kali ini dia tidak canggung lagi karna Alea pun tidak menolak saat Andika menggenggam tangan nya.


"Jangan di lepas saya hanya ingin mengiring Merpati berjalan". akhirnya Alea pun berjalan sambil bergandengan dengan Andika, tetapi sebelum keluar dari rumah sakit Andika berbicara sebentar dengan Dokter yang menangani ibunya Alea dan juga meminta perawat terus memantau keadaan ibunya.


Setiba nya di parkiran Andika dengan sigap membukakan pintu untuk Alea.


"silahkan masuk tuan putri!"


Alea hanya mampu tersenyum sipu melihat kelakuan Andika.


setelah memastikan Alea sudah masuk Andika juga ikut menyusul masuk dan memastikan sabuk pengaman sudah terpasang dengan benar,tetapi Alea terus kesusahan memasang sabuk pengaman nya jadi Andika berinisiatif membantu Alea memasang nya.


"sini biar saya bantu"


"maaf,ini sangat susah". Alea berbicara dengan gugup, aroma parfum dan tubuh Andika begitu tercium dengan pekat pasalnya mereka begitu berdekatan saat ini membuat jantung Alea berdegup dengan kencang.


"tidak masalah ini sangat mudah"


Andika mengangkat kepala nya dan mendapati wajah mereka begitu berdekatan jiwa kelakian nya pun berkobar di tambah wajah Alea yang cantik dan bibir merah merona nya, Andika semakin mendekatkan wajah nya ke wajah Alea, Alea pun memejamkan mata nya tetapi saat bi**r mereka akan bersatu Alea langsung menutup mulut dengan kedua tangan nya.


"ini sudah salah mas".


"tidak apa-apa mas, saya juga yang sudah salah karna ikut terbawa suasana"


"Merpati maaf kan saya"


"iya mas tidak apa-apa, ayo kata nya akan mentraktir saya"


"em iya baik lah".


Di dalam perjalanan kedua nya saling diam memikirkan kejadian yang barusan telah terjadi.


mobil yang di kemudi Andika pun terus melaju membelah jalanan tanpa tau akan tujuan utama mereka adalah mencari makanan.


"Mas bisa kah kita kembali saja ke Rumah Sakit?"


"ha? kenapa begitu? kita belum makan apa-apa, sebentar saya cari Restaurant dulu". setelah berkendara cukup jauh akhir nya mereka berhenti di sebuah Restaurant elit bergaya khas Eropa di kota nya.


"silahkan di lihat buku menu nya Tuan dan Nona?". seorang pramuniaga menyerahkan buku menu kepada mereka.


"Tuan dan Nona akan memesan apa?" .

__ADS_1


"Merpati mau pesan apa?"


"terserah mas saja mau pesan apa saya mengikut saja"


"baik lah, saya pesan Gnocchi dua dan untuk penutup nya saya pesan tiramisu"


"Minuman nya Merpati mau ap?"


"saya ikut mas saja"


"minuman nya aperetivo dua"


"baik,pesanan nya akan segera sampai"


setelah selesai menyantap makanan mereka Alea pun memulai obrolan mereka


"Saya seperti nya akan kembali ke Rumah Sakit"


"mengapa begitu? saya sudah menyiapkan para perawat di sana untuk terus memantau perkembangan ibu mu".


"tidak saya hanya ingin menemani ibu saja di sana"


"apa Merpati yakin? di sana tidak akan bisaa tidur nyenyak lagi pula Merpati harus istirahat bukan? kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga ibumu?. tetapi Alea hanya diam menunduk saja.


"maaf jika tadi saya lancang. sungguh itu di luar kendali saya"


"jangan berbicara seperti itu mas,saya sudah melupakan kejadian itu"


"ah oke baik lah,terima kasih karna sudah mengerti keadaan saya"


Karena sudah merasa lama berbincang-bincang akhir nya Andika pulang dengan mengantar kan Alea kembali ke Rumah Sakit.


"Terima kasih karna sudah mentaktir saya makan"


Alea berkata setelah mereka tiba di Rumah Sakit.


"ah ya itu tidak masalah".


"kalau begitu saya ijin masuk ke dalam dulu".


"ya silahkan".


ketika mobil Andika sudah mulai menjauh, Alea merogoh tas nya mengambil telfon genggam nya dan menghubungi taxi, sebelum taxi tiba Alea kembali masuk ke dalam Rumah sakit untuk melihat ibu nya walau dia hanya bisa memandang dari kaca pintu saja tapi Alea sangat senang sekali karna akhir nya sang ibu telah selesai menjalani operasi nya.


"Bu cepat sembuh ya,Alea sudah tidak sabar mengajak ibu berkeliling dan pergi menyantap makanan kesukaan ibu".


Alea berbicara pelan sambil terus memperhatikan ibu nya, dia selalu lemah jika bertemu sang ibu, di tambah sekarang dia sedang koma membuat Alea semakin rapuh tak berdaya.

__ADS_1


.............


mohon dukungan nya ya teman-teman,salam sehat..


__ADS_2