
Bima membuka pintu mobilnya dan turun dari sana kemudian membuka pintu mobil Anna
menarik tangan anna dengan kasar,Anna tersentak kaget namun tetap mengikuti langkah kaki besar bima yang menarik tangannya cukup kuat hingga membuat pergelangan tangannya memerah.
Baru selangkah anna memasuki rumah tersebut tubuhnya bergetar hebat.
aura dingin dan sepi tidak ada cahaya hanya gelap,
yah bima sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari meliburkan semua pekerja yang ada di rumahnya supaya dia dengan leluasa membalaskan dendamnya pada anna
Bima menyeret tubuh anna sampai ke dalam rumah
clak
ruangan seketika terang bima menyalakan lampu
Bima menutup pintu dan menguncinya dengan rapat
tatapan mata tajamnya seakan ingin melahap hidup-hidup tubuh anna.
anna yang takut hanya bisa menunduk menahan air matanya
__ADS_1
Bima mendorong tubuh anna dengan keras ke arah tangga menyebabkan kepalanya terbentur sudut tangga dan mengeluarkan darah segar dari kepalanya,anna histeris dimana letak kesalahannya kenapa suaminya memperlakukannya seperti itu
"sudah siap tertawanya saat di acara pernikahan tadi??,biarkan aku memberimu sedikit kejutan" kata bima sambil mengeluarkan pisau kecil dari kantongnya.
"ap apa salah saya mas" kata anna gugup dan air mata sudah membasahi pipi mulusnya.
Bima yang geram langsung menghampiri anna dan menjambak rambutnya dengan tangan kiri bima
"kenapa???,apa kamu perlu tau??!!!,jangan bertingkah sok polos di depan saya" bentak bima
"dan satu lagi jangan panggil aku dengan sebutan mejijikkan dari mulutmu itu,panggil aku tuan dan sekarang kau akan merasakan seperti yang telah kurasakan" kata bima sambil tangan kanannya mengangkat dagu anna dengan pisau kecil yang berada di tangannya.
"kau tidak akan paham maksudku karna wanita iblis sepertimu tidak memiliki hati" bentak bima
ditariknya dengan keras rambut anna,kemudian dia memotong setengah rambut panjang anna dengan pisau kecilnya
"tuan saya mohon,jangan seperti ini" mohon anna sambil tersedu
plak plak plak plak
Bima menampar wajah anna dengan keras membuat kuping anna berdengung
__ADS_1
"jangan pernah mengatur saya wanita sialann!!!" bentak bima dan mencampakkan rambut anna yang sudah di potongnya ke semberang arah
"jangan coba-coba untuk mengadu ke keluargamu,kalau tidak akan ku buat mereka sama menderitanya denganmu" ancam bima sambil berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.
Anna meringis kesakitan di rabanya kepalanya yang sudah berlumuran darah
anna ketakutan setengah mati dengan tubuh bergetar hebat
dengan sisa-sisa tenaga dia melangkah menuju kamar yang bisa di tempatinya.
*di dalam kamar bima
"hahh tak sia-sia aku menghabiskan waktu dengan pernikahan sialan ini dendamku sedikit demi sedikit akan terbalaskan" kata bima sambil mengambil handuk membersihkan tubuhnya
sementara itu anna menemukan kamar yang bisa di bilang sederhana mungkin itu adalah sebuah kamar pembantu,kemudian dia membersihkan tubuhnya walaupun perih tapi tetap di paksakan, setelah semuanya siap dia membalut lukanya dengan hati-hati
air mata kembali lolos dari kedua matanya
entah apa salahnya,kenapa kedua pria yang hadir dalam hidupnya bersama-sama menyakiti hatinya dan anna tidak paham akan semua ini
anna menidurkan tubuhnya di kasur kecil yang berada di kamar tersebut akhirnya dia terlelap karna capek menangis.
__ADS_1