
Seoul, Korea Selatan
Cuaca hari ini mencapai 2°c, Dingin menyelimuti kota tersebut. Anna memilih menyewa hotel untuk bermalam sebelum memikirkan apa yang akan di lakukannya selanjutnya.
Dia telah sampai di Negara itu dua jam yang lalu. Anna sangat berterimakasih pada Tomi karena telah membantunya mengurus segala keperluannya untuk berangkat kesini.
Kamarnya cukup luas, pemandangan memperlihatkan gedung-gedung tinggi dengan dihiasi lampu-lampu yang menerangi gemerlapnya malam itu.
"Semoga Ini adalah awal yang baik untukku. Selamat datang kehidupan yang baru."
Setelah puas menikmati dinginnya malam Anna bergegas membersihkan tubuhnya, dan bergegas untuk tidur. Menyambut hari esok dengan hari yang indah.
********
"Tuan, saya telah menghancurkan perusahaan keluarga Vani, Tapi sepertinya Vani sudah di kirim keluarganya ke luar Negeri. Jadi kami tidak bisa membawanya ke hadapan Tuan sekarang" ucap Jack
"hmm tetap cari dia sampai ketemu, dan bagaimana dengan istriku, Apa kamu sudah menemukan kabar tentangnya?"
"Kami belum mengetahui keberadaannya tuan, akan tetapi kami menemukan seseorang telah membantu mengurus semua keperluannya untuk pergi ke luar negeri."
"siapa yang membantunya??" ucap Bima berusaha menahan emosi.
"Namanya Tomi, sahabat nona muda waktu kuliah dulu, menurut info dia menyukai nona muda secara diam-diam. Dan lagi dia juga membantu Vani untuk menyusun rencana menjebak tuan di club kemarin." ucap jack panjang lebar
"Cari dan bawa dia untukku, istriku harus segera di temukan."
__ADS_1
"Baik Tuan, saya undur diri"
"Hmm"
klek. Pintu tertutup setelah Jack keluar dari ruangan itu. Bima mengambil rokok di kantongnya, kemudian mengambil korek untuk menyalakan rokok tersebut. Bima menghisap rokok tersebut dalam-dalam kemudian gembulan asap keluar dari mulutnya dan segera terbang di dalam ruangan.
Entah sudah berapa lama dia melepas rokok dari kehidupannya, mungkin setelah mengenal Anna namun hari ini dia kembali menghisapnya hanya untuk meringankan sedikit beban pikirannya.
drrrttt drrrttt drrrttt
Ponsel yang terletak di mejanya bergetar menandakan ada orang menghubunginya.
Dokter Carli
"Ya Dok, apa sesuatu terjadi pada adik saya" ucapnya setelah panggilan tersambung, suaranya sangat khawatir
"Anda tenang dulu Tuan, ini kabar baik adik Anda sudah sadar" ucap Dokter.
"Benarkah?, baiklah saya akan segera kesana Dokter tolong jaga adik saya sebelum saya datang" ucap Bima bahagia
"Baik Tuan"
panggilan berakhir.
Bima berlari ke bawah dan segera menuju mobilnya, kemudian melajukannya menuju rumah sakit.
__ADS_1
*********
"Apa maksudmu?!, bagaimana bisa anak buah tuan Bima mencarimu? aku sudah menyembunyikan hal yang berkaitan tentang mu dari kejadian itu" Vani yang sedang bersantai di apartemennya sangat kaget.
Bagaimana bisa?, Bukankah dia sudah menghanguskan semua bukti yang bersangkutan dengan Tomi, bahkan Dia sudah menyusun rencana sematang mungkin hingga keberangkatannya yang palsu keluar negeri.
"Aku juga tidak tau, tapi sekarang mereka sedang mencari aku. Apa yang harus aku lakukan?, ingat yahh jika sampai aku tertangkap maka aku akan memberitahukan tempat persembunyianmu."Ancam Tomi
"Kau diam dulu, aku akan cari cara mengeluarkanmu dari kota itu, kau siap-siap saja aku akan mengurus perjalananmu keluar negeri."
"Kenapa harus keluar negeri?!"
" Bukankah kau selalu menginginkan Anna?, maka aku akan segera membiarkan kamu menyusulnya" kata Vani
"Baguslah, terimakasih atas bantuanmu"
"asal kau bisa jaga rahasia semua akan aman terkendali"
"Baik semuanya akan aman, rahasia kita aman padaku, senang bekerja sama denganmu nona Vani"
"Begitu juga denganmu Tuan muda Tomi."
Vani mengakhiri panggilan tersebut. Rencana berikutnya adalah menyuruh anak buahnya membantu Tomi keluar dari apartemennya.
"Anna jika aku tidak bisa memiliki hati samuel maka kamu juga tidak akan bisa memiliki hati Bima, apa baiknya dirimu bisa mendapatkan segalanya?" Vani tersenyum miring.
__ADS_1