
"An kau baik-baik saja?" Suara bariton Tomi membuyarkan lamunan Anna. Sudah satu bulan berlalu semenjak kedatangannya kesini, sudah banyak yang terjadi. Bahasa korea Anna Tidak se kaku dulu waktu pertama dia datang kesini. Kemudian perjumpaannya dengan Tomi secara Tidak sengaja lebih tepatnya di sengaja oleh Tomi tanpa se pengetahuan Anna. Anna juga sudah mempunyai pekerjaan baru dan satu kabar bahagia yang di terimanya pagi ini Anna positif hamil, yah kabar yang sungguh membuatnya bahagia sekaligus sedih dan terharu bercampur menjadi satu.
"Tomi aku Hamil." Ucap Anna dengan mata berkaca-kaca
"Kau hamil?!" Tomi memandang Anna sejenak. 'Tapi dengan siapa' batinnya.
"Iya, janinnya sudah berusia satu bulan"
"Tunggu.. maksudmu kau mengandung anaknya Bima??!" Tomi mengubah ekspresinya tidak percaya.
'Bagaima bisa? bagaimana dengan rencananya. Rencana yang sudah susah-susah susun Vani.' Batin Tomi dengan sangat terkejut.
"Apa maksud ekspresimu Tom? kau tak bahagia mendengar kehamilanku?" Anna memandang Tomi dengan kecewa.
"Bu-bukan bukan begitu, aku hanya kaget saja. Btw selamat untukmu he-he" ucap Tomi menyembunyikan ekspresi kesalnya.
"Aku pikir kau berpikiran buruk tentangku"
"Ahaha tentu saja tidak aku hanya kaget saja tadi. Oh iya jadi apa rencanamu dengan bayi itu."
"Apa maksudmu Tom, tentu saja aku akan menjaga kandunganku hingga dia lahir nanti." Kata Anna dengan yakin.
"Kenapa kau tidak menggugurkannya saja?" Tomi menatap Anna "Bukankah ayahnya sudah mengkhianatimu?"
"Anak ini tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan Ayahnya. Dan juga dia tidak bersalah. Dia akan menjadi alasan kebahagiaanku" sahut Anna mantap.
"Yah aku hanya bisa mendoakan kebahagianmu saja."
Dulu Tomi pikir dengan memisahkan Samuel dan Anna maka dia akan mudah merebut Anna, Akan tetapi Bima Hadir lagi dan Tomi dan Vani memisahkan mereka lagi.
Namun sekarang dia telah mencintai Vani. Seakan terjerat antara Vani dan Anna, Tomi tidak tau harus melakukan apa.
Haruskah dia mengkhianati persahabatannya dengan Anna lagi? ataukah dia harus mengikuti ucapan Vani yang telah dia cintai?. Sebulan Hidup di Negeri orang menyadarkan Tomi bahwa Anna jauh lebih baik dari perkiraannya dulu.
"Tom, Kau sedang memikirkan apasih?" Anna menatap Tomi intens.
"Ahh tidak. Aku tak memikirkan apapun!"
"Tapi kamu banyak termenung sedari tadi, apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?"
"Tidak An. mungkin masalah pekerjaan saja, Yasudah kalo gitu aku lanjut kerja dulu yah
__ADS_1
jam makan siang sudah akan berakhir."
"ahh Baiklah Tom. Aku juga mau lanjut kerja semangat buat kamu"
"Kamu juga".
***********
"Tuan ini rancangan barunya. Apa sekarang kita langsung ke ruang meeting atau Tuan masih butuh waktu sebentar untuk mengecek ulang Rancangannya?" Jack meletakkan lembaran kertas di atas meja Bima.
"Ahh kita langsung ke ruang meeting aja Jack" Sahut Bima datar.
"Tapi Tuan wajah Anda..."
"Saya akan ke kamar mandi sebentar. Bima berjalan ke arah kamar mandi.
Kamu duluan saja Nanti aku akan menyusul." Kata Bima dari dalam setengah berteriak.
"Baik Tuan." Jack mengambil lembaran kertasnya kembali dan berjalan menuju ruang meeting.
'apa betul Tuan Bima akan baik-baik saja yah?' Ucapnya dalam hati.
*Ruang Meeting
Satu jam meeting berlangsung, Akhirnya ruangan luas dengan kursi yang di tata melingkar dan meja bulat kaca yang super besar yg di letakkan di tengah lingkaran kursi itu, Akhirnya kosong juga menyisakan Bima dan Jack.
"Ada kabar terbaru Jack?" Bima bertannya sambil melihat Jack sekilas dan kemudian Fokus pada lembaran kertas di depannya.
"Ada Tuan. Dan ini kabar bagus untuk anda" Ucap Jack antusias
"Sebagus apa? akhir-akhir ini tidak ada kabar bagus yang menghampiriku" Ucap Bima sedikit lesu
"Ini adalah kabar yang paling bagus Tuan"
"Yasudah apa itu Jack, mengapa omonganmu dari tadi terus berputar-putar?, kau mau membuatku tambah pusing?"
"Karna ini kabar suprise Tuan, Jadi omongannya agak memutar dan oh iya jangan pusing Tuan nanti anda pingsan saya bakal repot Tuan" Ucap jack sambil tersenyum bodoh
"Kau mau mati Jack?" Bima memandang Jack dengan Tajam.
"Jangan bunuh saya Tuan. Saya masih jomblo"
__ADS_1
"Apa kaitan ke jombloan mu dengan kabar bagusnya jack?!!"
"Siapa tau Tuan mau mencarikan saya jodoh hehe"
"Jack bonus mu bulan ini di Hangus!!" Bima meninggikan sedikit volume suaranya.
"Yah Tuan kok gitu, anak-anak saya harus di beli baju baru Tuan. Tolong jangan potong Gaji saya Hiks"
"Kau punya pacar saja Tidak bagaimana mungkin kau punya anak, apa gajimu juga pengen di potong Jack. Ucapanmu membuatku semakin kesal"
"Hehe jangan marah-marah Tuan nanti lekas tua, terus nanti cepat meninggal siapa yang akan menjadi Bos saya"
"Jack!!!"
"ahahaha Baik Tuan. Kabar baiknya adalah Anak buah saya telah menemukan keberadaan Nona Anna Tuan" Ucap Jack
"Apa??!!!, Bagus Jack! kerja bagus Bonusmu tidak jadi Hangus, sekarang pastikan itu benar-benar sudah pasti setelah itu beritahu padaku Alamatnya. Aku akan ke rumah orang Tua Anna untuk menyampaikan kabar ini." Bima mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas meja dan beranjak dari kursinya.
"Tunggu Tuan" Jack terpaksa menghentikan langkahnya.
"Kenapa Jack?!"
"Apakah Mereka Tidak akan marah?" Tanya Jack hati-hati.
"Saya akan menyakinkan mereka!" Sahut Bima mantap
"Semoga berhasil Tuan."
"Terima kasih Jack" Bima melangkah menuju pintu. Namun belum juga pintu di buka Suara Jack kembali menghentikan langkahnya.
"Tunggu Tuan"
"Kenapa lagi Jack! kenapa lagi kau menghentikan langkahku" Ucap Bima yang sudah mulai geram
"Hehe maaf Boss. Aku cuma mau bilang Anakku bernama Katty dia seekor kucing, Jadi bukan anak Haram Tuan"
"Jack!!, Kau benar-benar!!" Bima membuka pintu dan menutupnya kembali dengan keras.
'Hahah maaf Tuan, aku hanya ingin membuatmu melupakan sedikit masalahmu' Batin Jack.
Ruangan itu kembali hening menyisakan Jack seorang diri. Langkah apa yang harus dia lakukan untuk mempertemukan dan menyelesaikan permasalahan kesalah pahaman di antara kedua orang tersebut?
__ADS_1
Kesalah pahaman yang membuat mereka berpisah dan menyiksa Hati sang Boss besar sekaligus sahabatnya itu. Sebenarnya Jack cukup Kasihan demi mengurus sang Bos dan Nona Bos dia harus rela menjomblo hingga sekarang, Di umur yang sudah menginjak 29 Tahun.
Ada yang mau jadikan Jack sebagai kekasih guys?, Lumayan dapet cowok cakep plus Tajir terus bonusnya dapat seekor anak si Katty๐๐๐