Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
bab 4


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu sejak kejadian itu dan satu bulan itu juga Anna mengurung dirinya di dalam kamar, Rasa sakit hatinya belum mampu terobati. Pengkhianatan yang dilakukan oleh kekasihnya dengan sahabat baiknya membekas jelas di dalam hatinya. Yang hanya dilakukannya adalah diam dan mengurung diri. Makan? tentu saja tapi makanannya di antar sebatas pintu selanjutnya dia sendiri akan mengambilnya jika lapar. Dan kembali lagi meratapi nasib dan mengurung diri.


Terlebih lagi Vani dan Samuel telah menikah dan Kemudian Anna menerima pesan dari Vani yang menyatakan dia telah mengandung anaknya Samuel yang sudah berusia empat minggu di sertakan foto hasil USG anaknya menambah lagi kesakitan hati Anna dan tak mampu lagi untuk merebut Samuel darinya. Sebenarnya merebut Samuel kembali hanyalah angan-angan belaka karna Anna tidak akan sanggup melakukannya. Haruskah dia merebut Samuel kembali? Atau haruskah dia melakukan seperti cara Vani. Bukankah jika dia melakukannya maka akan sama saja dirinya dengan Vani. Sudalah cara terbaik ialah merelakan dan mendoakan kebahagiaan mereka.


Keluarganya sangat khawatir pada Anna berulang kali mereka membujuk Anna untuk keluar dari kamarnya dan melihat hal yang lebih indah di bandingkan dengan pengkhianatan sahabat dan kekasihnya dan mencari lelaki yang lebih baik dari Samuel namun Anna tak pernah menghiraukannya.


hatinya seakan tertutup rapat membeku dan tidak mau lagi merasakan cinta.


Anna seorang gadis cantik dan cerdas berumur 25 tahun seorang wanita pekerja keras dan mandiri,di umurnya yang tergolong muda dia mampu mendirikan usahanya sendiri tanpa bergantung kepada orangtuanya.


Gadis yang tulus dan lugu anak bungsu orangtuanya.


******


Di dalam kamar kembali Anna menatap dirinya di lihatnya wajahnya yang semakin tirus dan badannya yang semakin kurus


"apa aku akan terus seperti ini?. Apa ini kemauanku yang sebenarnya. Anna, Anna Orang lain begitu bahagia dan bagaimana denganmu hidupmu sendiri?. Aku harus semangat mereka sudah bahagia dan aku tidak boleh menghancurkan kebahagiaan mereka maka dari itu aku harus bangkit dan aku harus bahagia" kata Anna semangat. Tekadnya sudah bulat dia akan memperbaiki kesalahan yang berlalu dan melihat ke depan, ada masa depan yang cerah telah menanti.


"Ayo semangat Anna mari kita lihat Cerahnya matahari di luar, keluar dari rasa pecundangmu dan zona nyamanmu!!!! " Ucap Anna sambil menepuk dadanya layaknya pasukan tentara yang menyemangati jiwa mereka.


*********


Anna melangkah menuruni tangga rumahnya di lihatnya ayah dan ibu dan saudara-saudarinya tengah bersiap di ruang makan dengan wajah lesu seperti tidak bertenaga.


"Aku rasa mereka sedih karna diriku" batin anna sambil melangkah ke meja makan. Serempak empat pasang Mata melihat kearahnya.

__ADS_1


Anna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Selamat pagi semua" ucap anna sambil tersenyum canggung.


"Anna... " Lisa memegang tangan Anna erat.


"Ini benaran Anna anak ibu" ucapnya sambil memeluk Anna.


"Kak Bunga coba cubit Ibu Nak, Ibu sedang tidak bermimpi kan. Ini Anna anak bontot Ibu" lanjutnya sambil melepas pelukannya kepada Anna.


"Iya bu. Ini Anna anak ibu" Ucap Bunga sambik menangis terharu. Semuanya menangis terharu dan saling berpelukan. Terjadilah Drama di pagi hari. Setelah Drama tersebut selesai mereka melanjutkan sarapannya.


Suara riuh dan canda tawa dipadukan dengan suara sendok dan piring yang saling bersahutan. canda tawa terdengar dari rumah keluarga Anna, rumah ini seakan hidup kembali.


"Mah, Pah aku sudah memutuskan akan bekerja di kantor" kata Anna santai


mereka semua saling bertatapan seakan mencari jawaban atas pernyataan anna biar gimana pun mereka sangat mengkhawatirkannya, Jika terjadi sesuatu atau Samuel Nekad menemuinya sehingga membuka luka lama gimana?


Raka mengelus rambut Anna lembut "Kok secepat itu sih dek, ga mau istirahat dulu adeknya abang?" Ucapnya lembut.


"Benar dek. Kakak masih khawatir sama kamu Ayah, Ibu juga Kita semua khawatir sama kamu sayang." Ucap Bunga menimpali ucapan Raka.


"Iya nak, Ayah juga belum setuju"


"Iya Ibu juga" Jawab Lisa dan Agung serempak.


"Isss Anna baik-baik saja loh. Anna bosan di rumah mulu. Lagian Anna janji kalo ada apa-apa pasti langsung kabarin keluarga, Pliss boleh yah yah yah.. " Jawab Anna dengan wajah Imut menyakinkan keluarganya.

__ADS_1


"Baiklah tapi kamu juga harus menjaga dirimu baik-baik nak" ucap Ayah. Siapa yang bisa menolak Ucapan Anna jika sudah bertingkah Imut seperti itu


"Tentu Ayah" Ucap anna tersenyum.


Acara sarapan pagi sudah siap,seluruh keluarga kembali dengan kesibukan masing-masing tak terkecuali Anna


dia juga berangkat ke tempat usahanya.


*******


Samuel membuang lembaran Gambar CCTV ke arah Vani, Matanya membulat sempurna dan giginya mengatup kuat menahan emosinya "Apa ini Van, teganya kau membohongiku!! Aku sudah memperlakukanmu dengan baik tapi ini balasan yang kau berikan?!! " Teriaknya lantang.


Vani berlulut di lantai seraya memohon sambil memegang kaki Samuel.


"Maafin aku Sam, Tapi aku tidak rela jika kamu harus menikah dengan Anna" ucapnya terisak.


Samuel duduk dan meremas dagu Vani kuat.


"Kenapa? kenapa hah??!! " Suara Samuel meninggi.


"Karna aku mencintaimu Sam, tidak bisakah kamu melihatnya??!! kenapa di matamu hanya ada Anna?!. Apa bedanya aku dengannya, Aku sayang sama kamu Samuel. Tolong lihatlah aku juga. Tolong lihat bahwa aku mencintaimu lebih dari siapapun termasuk Anna" Teriak Vani tak kalah keras


Samuel tersenyum miring. " Jangan Samakan Manusia bodoh sepertimu dengannya, Karna aku tidak akan pernah mencintaimu. Kalaupun Aku meninggal sekalipun aku tidak akan pernah mencintai wanita busuk sepertimu. Yang rela mengkhianati persahabatan demi cinta. Mulai sekarang jangan pernah muncul di depanku. Dan jangan pernah hubungi aku " Ucap samuel penuh penekanan dan pergi dari sana, meninggalkan Vani seorang diri terduduk di lantai dengan kertas yang bertebaran.


Kedua keluarga telah menikahkan Vani dan Samuel sebelumnya dengan pernikahan tertutup, Sampai akhirnya Samuel mengingat semuanya. Namun, apa boleh buat pernikahan telah berlangsung selama satu Bulan.

__ADS_1


Vani mengepal tangannya dengan kuat, Matanya di penuhi rasa dendam" Anna Kenapa sebanyak Apapun cara yang kulakukan pasti tidak berguna, dan Pada akhirnya Semua yang aku inginkan pasti kamu yang pertama mendapatkannya. Kenapa? prestasi, kecantikan, kepopuleran dari dulu kamu selalu mendapatkannya. K, napa di mata orang lain hanya ada Kamu kamu dan KAMU?!!. Kenapa mereka tak bisa melihatku KENAPA ANNA. AKU SANGAT MEMBENCIMU ANNA SANGAT BENCI KAMU!!! " Teriak Vani kencang.


Vani melempar semua pajangan yang mengganggu pandangannya ke lantai hingga semuanya berantakan. "Aku akan mendapatkan apa yang ku inginkan. Aku akan merebut semuanya darimu tanpa tersisa satu pun. TANPA TERSISA SATU PUN!!! " Teriak Vani dengan mata memerah.


__ADS_2