Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
Bab 14


__ADS_3

"Dokter tolong selamatkan istri saya"


What??!!, istri??!!


apakah bima sudah mengakui anna??


perawat dan dokter segera membawa anna ke ruang UGD untuk di beri penanganan sedangkan bima menunggu di luar ruangan


dua puluh menit menunggu akhirnya dokter wanita lengkap dengan kerudung coklatnya keluar dari ruangan tersebut, melihat dokter yang sudah keluar bima menghujaninya dengan banyak pertanyaan


"dok gimana keadaan istri saya?"


"apakah parah?"


"semuanya baik-baik saja kan dok?"


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kan dok?"


"dok tolong jawab saya" tanya bima khawatir


"baik, baik pak silahkan bapak tarik nafas dulu saya akan jawab pertannyaan bapak satu persatu" ucap dokter dengan tersenyum


Tersenyum melihat betapa khawatirnya bima sekarang, dokter tidak tau saja bahwa lelaki di depannya adalah laki-laki yang suka menyiksa istrinya karna kesalah pahaman.


"jadi begini pak apakah istri bapak tenggelam di kolam renang sebelum dibawa kesini?"


deg


jantung bima berdegup lebih kencang dari sebelumnya


"iy-iya dok istri saya tidak sengaja terjatuh ke kolam renang dan dia tidak tau cara berenang sehingga dia tenggelam dan dia pingsan"

__ADS_1


baru kali ini bima berbicara panjang kali lebar dan berusaha untuk menjelaskan sesuatu terhadap orang lain


apakah se khawatir itu bima terhadap istrinya?, atau kah dirinya hanya takut saja jika dia sampai membunuh seorang manusia entalah hanya waktu yang bisa menjawab.


"baiklah pak bapak jangan terlalu khawatir istri bapak baik-baik saja dan iya pak sepertinya istri bapak mengalami kecapean dan stres tolong jaga istri bapak dengan baik yahh, istri bapak juga akan segera di pindahkan keruang inap tolong bapak urus administrasinya segera pak terimakasih"


"iya sama-sama dok"


"kalau begitu saya permisi dulu pak"


"baik terima kasih dok"


Dokter berlalu dari sana di ikuti bima yang langsung menuju meja resepsionis untuk menyelesaikan segala biayanya


sementara anna di pindahkan keruang vip sesuai anjuran bima.


*******


Samuel meneguk habis minuman beralkohol di depannya sepuluh botol sudah habis namun dia masih mau meminumnya


keadaannya sangat kacau, ruangan tempatnya berada berantakan dan kotor, botol-botol berserakan dimana-mana


bekas rokok dan sampah-sampah berkumpul jadi satu sebuah ruangan yang dipenuhi dengan bau tajam alkohol


pandangan Samuel tak lolos dari sebuah lukisan gadis cantik yang terletak di dingding


lukisan Anna, lukisan yang di lukisnya saat dia dan anna masih kuliah di universitas dulu


"Anna aku tidak berfikir kau akan menikah secepat itu dan sebegitu mudahnya kau melupakanku??" monolognya


"kenapa?? apa karna dia seorang pengusaha yang lebih kaya dariku?

__ADS_1


apa dia lebih tampan dariku"


"hiks andai aku tak datang ke club waktu itu aku sudah pasti hidup bahagia denganmu sekarang"


"mengapa An??, mengapa harus begini Aku sangat merindukanmu"


brak brak brak


Tiba-tiba gedoran piintu membuyarkan lamunan Samuel


"SAM BUKA PINTUNYA SAMPAI KAPAN KAU HARUS BEGINI PADAKU??"


Samuel bergegas berdiri dan membuka pintu dengan emosi, entah sudah berapa kali Vani mengganggunya


"APA MAUMU HA??!!, TIDAK PUAS KAMU SUDAH MENGHANCURKAN HIDUPKU VANI??" Samuel meninggikan suaranya


"APA BAGUSNYA SEORANG ANNA TIDAK BISAKAH KAMU MEMBUKA HATIMU UNTUKKU Lihat dirimu Sam, kau bukan Samuel yang ku kenal lagi" Vani berusaha bersikap lembut


"diam kamu!!, kalau tidak karnamu aku sudah bahagia dengan anna"


"Sam tidak bisakah kamu memberikan sedikit hatimu untukku??, jika tidak bisa setidaknya untuk anak kita" kata Vani sambil memeluk Samuel


bruuukk


baru sebentar saja vani memeluknya tapi samuel mendorong vani dengan keras ke lantai


"jangan pernah menyentuhku wanita s*alan" Ucap Samuel dan berlalu meninggalkan Vani


hissss


perut Vani terasa sakit dan darah mengalir membasahi lantai

__ADS_1


"Sam tolong anak kita" Vani berusaha meminta tolong namun Samuel sudah pergi terlalu jauh


"Aku membencimu ANNA"


__ADS_2