Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
Bab 17


__ADS_3

Hampir tiga minggu lamanya Anna menjalani pernikahannya dengan Bima, tidak ada yang berubah Bima tetap kasar seperti biasanya, bahkan makin menjadi-jadi, Bima sering menyiksa Anna dengan menyiram air panas ke tubuhnya jika pekerjaanya tidak selesai.


Berulang kali Bima menyakinkan diri untuk tidak menyiksa Anna namun jika ingat adik dan ibunya maka dia tidak tahan untuk menyakiti Anna


Hal yang paling menyakitkan adalah Anna tak pernah sekalipun melawan Bima, dia selalu menuruti suaminya bahkan Anna akan selalu bersikap lembut padanya walaupun Bima sudah memperlakukannya dengan kasar dan kadang-kadang Bima akan diam-diam tertawa dengan sikap konyol Anna


tapi Bima selalu memperlakukan Anna seperti pembantu Walau setiap kali Bima melakukannya akhirnya juga akan berujung penyesalan untuknya.


Sesudah Bima menyiksa Anna maka dia akan melampiaskan rasa bersalahnya ke puluhan botol minuman keras, Dia bahkan menghabiskan waktunya di bar seperti orang gila hanya jack lah temannya yang paling setia menemani Bima, biar sekalipun Bima menyuruh jack untuk fokus melakukan tugasnya saja dan banyak hal yang harus di urusnya namun dia tak tega membiarkan Bima sendirian


dalam keterpurukan Bima justru waktu inilah yang paling tepat untuk menemani bossnya itu tidak akan di biarkan bosnya menangis sendirian jika ingin menangislah bersama


Jack bahkan mengetahui bahwa bossnya telah jatuh cinta, Jatuh cinta pada Anna

__ADS_1


Jack menyaksikan semuanya bagaimana bossnya menyiksa diri dan melampiaskan rasa bersalahnya, Bagaima dia akan mengucapkan ratusan kata maaf dari mulutnya untuk Anna yang tidak pernah sebelumnya di ucapkannya untuk orang lain walau itu hanya berlaku saat di belakang Anna dan jika di depan Anna Maka Bima tidak akan dapat menahan diri untuk menyakiti Anna dan itu menyakiti hatinya juga.


Malam semakin larut seperti biasanya Anna akan menunggu Bima pulang, Namun lagi-lagi dia sepertinya akan kecewa tak ada tanda-tanda bahwa Bima akan pulang.


"Ya Tuhan tolong lindungi suami hamba dimana pun berada" monolog Anna dalam hati


rasa khawatir tersirat jelas di wajahnya, entahlah tidak peduli berapa puluh kali Bima memperlakukannya dengan buruk dan tidak peduli berapa kali Bima menolak akan kehadirannya namun hatinya tetap mencintai Bima.


Jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, Namun Anna masih terjaga di bawah matanya bahkan sudah di penuhi lingkar hitam tapi dia tak peduli akan hal itu


Akhirnya penantiannya untuk yang kesekian kalinya tidak sia-sia, Dari luar terdengar suara mobil Bima, begitu bahagianya Anna yang langsung membuka pintu rumah dan menghampirinya ke depan


Anna melihat Jack yang membantu Bima berjalan sepertinya dia mabuk berat bahkan jalannya saja sudah sempoyongan, aroma khas minuman keras menusuk hidung.

__ADS_1


"Ya Tuhan, Tuan bagaimana bisa keadaan anda jadi seperti ini" ucap Anna sedih


" nyonnya muda tuan sedang mabuk berat tubuhnya juga panas " Jack yang sedari tadi membantu Bima menjelaskan


mata jack terpaku pada lingkaran mata hitam Anna


" apakah selama ini nyonnya selalu menunggu tuan bahkan wajahnya saja begitu khawatir? " batin jack


" yasudah tolong bantu bawakan ke kamarnya, saya akan mengambil kompresan dulu " ucap Anna sambil berlari ke dapur membawa air dan handuk kecil untuk kompresan.


Sesampainya di kamar Anna menyuruh Jack untuk pulang dia akan bertanggung jawab menjaga suaminya itu dan jack hanya mengiakan saja dengan pasrah.


Anna meletakkan kain yang sudah di basahi dengan air di dahi Bima secara berulang-ulang, Anna merawat Bima dengan penuh kasih sayang hingga badannya yang panas menurun, karena ngantuk anna akhirnya tertidur di samping Bima dengan keadaan duduk di lantai dan tangannya menggenggam tangan bima dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2