Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
bab 3


__ADS_3

kringgggggggg.......


Anna terbagun dari tidurnya mendengar suara Alarm berbunyi. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, Tanganya bergerak ke meja dekat tempat tidurnya mencari sosok benda pipih andalannya.


"Hoaammmm Sampai pagi gini Samuel Masih belom juga mengabariku, apa dia kecapean saat acara dengan teman-teman semalam dan dia langsung ketiduran yah" pikir Anna sambil menghapus air mata yang keluar dari pelupuk matanya saat menguap tadi.


"Ahh sudahlah lebih baik mandi dulu lahh nanti aku pergi ke rumahnya melihat keadaannya." Anna beranjak dari tempat tidurnya kemudian merapikannya kembali setelah selesai di berjalan menuju kamar mandi.


setelah selesai mandi dan berpakaian Anna kembali mengecek ponselnya jam sudah menunjukkan jam 5.45 WIB namun tak satu pun pesan masuk dari Samuel kemudian Anna berjalan menuju meja rias dan merias sedikit wajahnya dan merapikan rambutnya.


Setelahnya dia mengambil tas kecilnya dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya dia akan pergi ke rumah Samuel untuk melihat keadaannya.


Namun baru saja iya hendak melangkahkan kakinya ponselnya kembali berbunyi, Dengan cepat ia memeriksanya mungkin saja itu dari Samuel pikirnya.


Dan 'prakk' ponselnya jatuh ke lantai, bagaikan di sambar petir di siang hari Anna tak mampu mengucapkan satu kata pun lututnya gemetar matanya terasa panas dan cairan bening lolos keluar membasahi pipi mulusnya. Dia terduduk lemah di lantai seakan tak punya tenaga lagi untuk menopang tubuhnya.


Hatinya sakit bagaikan di hujam ribuan peluru Anna menagis sejadi-jadinya. Seakan Semuanya mimpi, Bagaimana mungkin itu terjadi??


Seluruh keluarga Anna yang mendengar tangisannya langsung berlari dengan cepat ke kamarnya mereka mendapati Anna duduk di lantai dengan tangan memeluk kedua kakinya erat sambil terisak. Melihat itu Mereka sangat mencemaskan keadaan Anna.


"Sayang kamu kenapa??" Ibu Anna datang sambil memeluknya dengan erat


"Samuel Bu Sam selingkuh dari Anna" Isak Anna sambil membenamkan kepalanya di dada sang Ibu.


"Apa yang kamu bilang nak, Samuel tak mungkin begitu nak" kata Ibunya sambil mengelus kepala Anna


"Anna tidak berbohong Bu lihat saja ponsel Anna" lirihnya dengan isakan.

__ADS_1


Kakaknya segera memungut ponsel Anna dari lantai memeriksa ponsel Anna. Dan benar saja disana terdapat foto Samuel tidur di satu ruangan dengan sahabat Anna, Vani sahabat yang sudah Anna anggap sebagai saudaranya. Sahabat yang telah melewati suka dan duka dengan Anna.


Mereka tidur di satu kasur tanpa pakaian yang lengkap dan saling berpelukan. Ibu Anna sangat geram dan langsung menarik Anna untuk memastikan hal yang sebenarnya.


Dengan di ikuti Ayah dan Saudara-Saudaranya mereka pergi ke tempat Vani dan Samuel berada.


*********


Sementara itu, Samuel yang baru terbagun dari tidurnya mendengar suara isakan tangis seorang perempuan, setelah berusaha mengumpulkan kesadarannya kembali dengan kepala yang masih pening Samuel bangun dan duduk di kasur dan begitu kagetnya ia melihat Vani menangis di sampingnya dengan menutupi tubuhnya dengan selimut.


Rasa takut dan cemas bercampur menjadi satu di kepalanya, Yah Samuel lupa apa sebenarnya yang terjadi semalam. Belum juga dia selesai mencerna keadaaan tiba-tiba pintu terbuka dengan keras.


Braaaakkk


Anna memasuki ruangan tersebut dengan telah di ikuti keluarganya yang telah berdiri calon mertua, dan calon abang dan kakak iparnya menatapnya penuh amarah dan kekecewaan.


Anna melangkah masuk ke dalam kamar dengan emosi yang memuncak dia menampar Samuel dengan keras.


"Ini yang kau sebut dengan merayakan penyambutan pernikahan, dasar laki-laki brengsek" marah Anna menampar pipi Samuel kembali tak cukup sampai di situ anna menyeret Vani dengan kasar dan menjatuhkannya di lantai.


"Dasar perempuan ****** perempuan pelakor teganya kau melakukan ini padaku padahal aku telah menganggapmu sebagai saudaraku sendiri" Anna menangis. Hatinya benar-benar hancur melihat kenyataan yang ada, tadi dia masih berharap bahwa foto itu editan dan harapannya berbanding terbalik dengan kenyataan.


"Anna maafkan aku aku tidak sengaja melakukannya aku tidak mengkhianatimu. Semalam kami minum terlalu banyak dan kami mabuk dan kami tidak sadar apa yang kami lakukan percayalah padaku aku mohon padamu." Mohon Samuel sambil memegang tangan Anna


"aku tidak percaya padamu aku percaya pada apa yang ku lihat" ucap Anna marah sambil menepis tangan Samuel


"aku mohon percaya padaku ini tidak seperti yang kamu lihat"

__ADS_1


"tidak seperti yang ku lihat terus ini apa??!" Bentak Anna menunjuk bekas merah di leher Vani.


"Dan setelahnya kau akan pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab pada Vani begitu??" bentak Anna kembali.


Tidak bisa di pungkiri walaupun Vani telah merebut kekasihnya namun Anna tetap saja memikirkan kondisi Vani nantinya, sementara Vani tidak sedikit pun memikirkan tentang keadaan Anna.


"Anna tolong dengarin penjelasan aku, Aku tidak mengerti apa yang terjadi. Aku tidak mengingat apapun. Tolong percayalah denganku" Samuel menatap Anna tulus sambil berlinang air mata, siapapun tau bahwa itu adalah ungkapan tulus dari dalam hati.


"Maaf Samuel, Tante lebih percaya dengan apa yang kami lihat!!" Lisa Angkat Bicara dengan suara meninggi.


Agung memandang Samuel sekilas, Rasa kecewa tersirat jelas di wajahnya. Tapi Agung kenal betul bagaimana Sosok Samuel, sehingga dia memilih Diam. Dia lebih mengkhawatirkan putrinya apa yang akan terjadi pada putri Bontotnya selanjutnya. Sebab dia Tahu bahwa Anna sangat mencintai Samuel. Seorang Ayah adalah orang pertama yang paling sedih saat mengetahui kabar yang kurang baik mengenai putrinya, meski Dia diam akan tetapi Dia lah yang paling peduli.


"Tante,Om, Kakak, Anna tolong dengarin penjelasannya Aku. Beri aku kesempatan menjelaskan sekali saja." Ucap Samuel lirih


"Stop Samuel Stop!!. Kau jangan cari alasan lagi mulai sekarang kita putus dan aku membatalkan pernikahan kita dan ingat jangan pernah Hadir di depan ku lagi!." Ucap Anna sambil berlalu dari sana yang di ikuti keluarganya selain abangnya.


Sementara Vani hanya mampu memainkan drama tangisnya tanpa melakukan satu hal pun dia hanya mampu bersandiwara menangis sambil berpura-pura tertunduk melihat dan merasakan kemenangannya.


buk bak buk


Pukulan bertubi-tubi di layangkan Abang Anna pada Samuel.


"aku telah mempercayakan adikku padamu dan ini adalah balasanmu" Marah Abang Anna dari sudut bibir Samuel keluar darah segar.


"Abang maafkan aku, aku benaran tidak sengaja"lirih Samuel.


"mulai sekarang jauhi adikku dan jangan pernah mendekatinya lagi" ancam Abang Anna dengan pandangan Tajam.

__ADS_1


Ayah, Ibu dan Kakak Anna memandang Samuel dengan kecewa mereka menarik dan membawa Anna pulang ke rumah meninggalkan Vani dan Samuel yang terduduk tak berdaya di lantai meratapi kebodohannya, di satu sisi keinginannya sangat besar untuk menikahi Anna namun di sisi lain ia sangat kasihan dengan Vani.


Biar bagaimanapun Samuel merasa bahwa ini adalah kesalahannya yang telah lepas kendali. Tanpa menyadari bahwa itu adalah rencana Vani si muka dua.


__ADS_2