Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
Bab 12


__ADS_3

Anna membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air shower luka yang belum sembuh terasa perih di kulit namun di biarkannya begitu saja.


Darah mengalir dari tubuhnya dibarengi dengan air yang mengalir melewati tubuhnya.


"semangat anna you can do it" ucapnya sambil tersenyum


lima belas menit anna selesai dengan ritual mandinya, dia bergegas memakai pakaiannya dan membalut semua luka di tubuhnya.


Ini hari baru ayo semangat semua kekerasaan akan luluh dengan kelembutan yang tulus.


anna memasak sarapan untuknya dan juga untuk bima dengan penuh kasih sayang.


hari ini dia berencana mengelilingi semua isi rumah ini jika tiba-tiba dia di suruh oleh si suami kejam maka dia dapat dengan cepat menemukan jalan ke tempat yang di tuju.


setelah sarapan dia meletakkan sebuah kertas yang di tempel di meja dan memulai aktivitasnya sendiri.


*************


Bima membuka pintu mobil dengan santai, setelah menjenguk adiknya dia pulang ke rumah gak mungkin ke kantor kan? apa kata orang nanti baru nikah kemaren masa udah kerja aja.


pandangannya mengedar mencari sosok anna entah dimana wanita itu sekarang


tapi bodo amatlah yang penting dia mengisi perut dulu, soal anna nanti saja. Bima melangkah menuju ruang makan, matanya terpaku pada sebuah surat di atas meja


"sarapan yang banyak suami, aku sedang mengelilingi isi rumah jangan kangen aku yahh๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰"


tulisan besar di meja sungguh membuat bima muak membacanya.


"dasar wanita ****** sudah berani dia menunjukkan sifat aslinya" kata bima sambil meremas kuat kertas tersebut.


seketika nafsu makannya menghilang dan bergegas mencari anna

__ADS_1


"sedang apa kau disini??" tatapan bima menajam setelah menemukan anna di taman belakang


"kau sudah pulang aku sedang menikmati pemandangan disini" ucap anna dengan lembut


"ohhh benarkah?, santai sekali hidupmu" ucap bima dengan nada dingin


"aku..."


belum sempat anna melanjutkan kata-katanya namun tangannya sudah ditarik kasar oleh bima


"kau mau membawaku kemana??"


"DIAM"


"aku mohon lepaskan tanganku sakit" ucap anna lirih


"oh sakit?, kau tau artinya sakit??


"sebenarnya apa sal..."


plak


"DIAM...,"


tamparan mendarat di pipi putih itu dan tidak cukup hanya itu bima mencengkram kuat leher anna hingga yang punya sesak bernafas


"Dengar wanita sialan semua kejahatanmu akan kubalas satu persatu-satu"


"le le-pas a-ku mo hon"ucap anna sambil menangis


bruk

__ADS_1


bima melepaskan cengkraman di leher anna hingga tubuh anna terjatuh di lantai


menyesal??, tentu tidak seluruh isi hati bima telah di tutup dengan kebencian


bima berlalu dan meninggalkan anna seorang diri, meninggalkan seorang wanita yang tersiksa oleh kesalahan yang di lakukan oleh orang lain


menanggung segala kesalahan yang bukan seharusnya di tanggungnya.


"hiks hiks bisakah seseorang menjelaskan apa sebenarnya kesalahanku??" anna memeluk tubuhnya


"Tuhan takdir macam apa ini??, kenapa harus aku kenapa??"


"kesedihan apa lagi yang harus saya tahan??"


"hiks hiks"


***********


Malam telah tiba, namun seseorang yang di tunggu oleh anna tidak juga menampakkan batang hidungnya


"entah bagaimana keadaannya dan sekarang dia dimana saya juga tidak tau"


"istri macam apa aku??, tak bisa menjaga suami sendiri"


anna sungguh khawatir biar gimanapun dia tetaplah suami anna dan dia sudah janji akan menjaganya.


klak


anna menoleh ke pintu, wajahnya seketika bahagia ketika orang yg di tunggu sampai di depan matanya.


"ya ampun bim kamu dari mana saja, kamu membuatku khawatir" ucap anna sambil menghampiri bima

__ADS_1


"ga usah sok peduli wanita si muka dua sepertimu ga usah acting di depan saya"


__ADS_2