
Tidak peduli itu kapan dan tidak peduli itu dimana, kadang cinta datang tanpa kita sadari
cinta yang muncul saat seseorang selalu hadir dan tampak dalam penglihatanmu setiap hari.
sebesar apapun kamu menolaknya dan sekuat apapun kamu menyingkirkannya jika itu adalah takdirmu maka kamu tidak bisa menghindarinya
Seseorang yang kadang membuatmu merasa sangat membencinya dan di balik kebencianmu sifatnya tak menunjukkan bahwa dia layak untuk di benci, seakan-akan kamu salah jika membencinya.
Bima merasa resah untuk hari ini mulutnya berkata bahwa dia sangat membenci Anna dan dia layak untuk merasakan siksaan darinya namun seakan ada rasa bersalah jika dia melihat Anna merasakan kesakitan dan meneteskan airmatanya.
"Jack tolong selidiki kembali kasus kecelakaan yang melibatkan Roni" Bima yang sudah lama termenung di kursi kerja di kantornya akhirnya membuka suara
"syukurlah Tuan akhirnya mau berbicara, kakiku sudah merasa pegal berdiri sejak tadi" batin Jack
"saya akan menyelidikinya tuan tapi saya butuh waktu banyak untuk menyelidikinya"
"Berapa lama??"
"setengah bulan saya akan usahakan setengah bulan tuan"
"baik aku percayakan tugas ini untukmu, dan kamu carikan penggantimu untuk menggantikan segala pekerjaanmu setengah bulan ini, pastikan penggantimu seorang laki-laki dan kamu fokus untuk penyelidikannya saja"
"Baik tuan saya akan melaksanakannya sebaik mungkin"
"bagus kau boleh keluar sekarang"
__ADS_1
"Baik Tuan kalau begitu saya pergi dulu"
"hmm"
Pintu tertutup rapat dan kembali keheningan menyelimuti ruangan itu
"Aku berharap aku tidak salah menilaimu Anna"
********
"Bagaimana keadaan janin saya dok"
"maaf bu, kami harus mengucapkan berita sedih ini, kami tidak bisa menyelamatkannya kondisinya terlalu lemah sehingga gugur"
Vani terdiam tak sanggup mengucapkan apapun, harapan satu-satunya yang bisa menyatukannya dengan samuel hancur sudah
Dokter yang melihat Vani yang terdiam memilih pergi dari ruangan tersebut, namun terlebih dahulu dia minta ijin dari Vani namun karna tidak ada jawaban akhirnya Dokter tersebut keluar dari ruangan itu.
Vani mengalihkan pandangannya dan mengambil ponsel di meja samping kasurnya
kemudian mengutak-atik nomor kontak di ponselnya, setelah di rasa menemukan yang di carinya, segera dia menghubungi nomor tersebut
tut panggilan tersambung
"Halo ini aku Vani"
__ADS_1
"Hai sayang sudah lama kamu tidak menghubungiku, apa kamu kangen padaku?" sapa orang di seberang
"aku tidak suka basa-basi, aku hanya meminta bantuanmu saja"
"ahahahahaha bantuan apa yang di butuhkan oleh seorang vani admajaya??"
"aku butuh semua informasi tentang Bima"
"Bima??, apa kau sedang mengejarnya??"
"kau tak perlu tau, itu urusanku"
"ohhh, jelas itu urusanku sayang"
"Kau mau perusahaanmu bangkrut??" Ancam Vani
"wahh, apa kau mengancamku??"
"Anggap saja begitu, dan ingat aku butuh secepatnya dan jangan beritahu siapapun, jika sampai orang lain tau maka perusahaanmu akan aku hancurkan, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku"
tut Vani mematikan sambungan telepon secara sepihak
Vani tersenyum licik, Dia tau bahwa Tomi tidak akan bisa membantah ucapannya karena perusahaan keluarganya ada di bawah kendali perusahaan keluarga vani
yah orang yang di hubungi Vani adalah Tomi laki-laki yang mencintai Anna, dan sekaligus sahabat terbaik samuel dulu yang telah mengkhianati kepercayaan samuel padanya
__ADS_1
"DASAR WANITA ******" Tomi melempar ponselnya ke lantai hingga hancur berkeping-keping.