
Anna terbagun dengan kaget dari tidurnya saat siraman air mengenai mukanya hal pertama yang di lihatnya adalah suami kejamnya
kemudian dia mengalihkan pandangannya pada jam di sampingnya jam menunjukkan pukul setengah lima pagi,anna merasa seluruh tubuhnya sakit,wajahnya bengkak dan lebam kepalanya juga terasa nyeri dan pening,pandangannya masih belum jelas
"bangun kau wanita ******" kata bima sambil menyiramkan air ke dua kalinya ke muka anna,seketika pandangan anna kembali jelas.
"siapkan makanan untukku" lanjut bima dan segera berlalu.
anna mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil yang tergantung di samping tempat tidurnya.
dan segera berlari kecil menuju dapur menyusul bima yang sudah mendahuluinya
"dasar siput, bisa cepat sedikit tidak jalannya kalo tidak bisa potong saja kakimu,dasar tidak berguna" gerutu Bima kesal
lagi-lagi bentakan dan makian yang keluar dari mulut bima.
"apakah aku boleh bertannya??" kata anna memberanikan diri
"oohh,hal apa yang perlu di tanyakan oleh perempuan ****** sepertimu??" kata bima dengan sinis
"kenapa kamu menikahiku??" anna menelan air liurnya dengan susah payah
"kenapa???!!,kau tak perlu tahu alasannya" sisnis bima
__ADS_1
"terus kenapa kamu menyiksaku??!!,kenapa kamu dendam padaku??,katakan alasannya!!!" bentak anna di sudah kehabisan kesabarannya.
"kau berani berteriak padaku perempuan pembunuh!!!"
deg
jantung anna seakan berhenti berdetak,dadanya sesak airmata yang sudah susah-susah di tahannya akhirnya lolos keluar dari kedua kelopak matanya.
"kapan??,kapan aku melakukannya??" kata anna lirih
plak
tamparan keras mengenai pipi mulus anna
"aku tidak akan mengakuinya karna aku bukan seorang pembunuh!!!" anna berteriak sungguh hatinya benar-benar sakit bagaikan di hujam ratusan anak panah
Bima menarik rambut anna dengan kuat dan menyeret anna ke arah kolam renang
srraaasshhhhh
bima mendorong tubuh anna masuk ke dalam kolam renang, kemudian dia berjongkok memperhatikan anna yang sudah menggigil untunglah kolamnya dangkal
"maling tidak akan pernah mengaku maling, sama dengan perempuan ****** sepertimu" kata bima dan berlalu dengan tersenyum.
__ADS_1
"ayah,ibu anna benar-benar sakit anna benar-benar tersiksa anna tak kuat, ayah ibu benarkah aku seorang pembunuh tapi kapan??,apa saat aku kecil??,ayah,ibu kenapa anakmu selalu bernasib malang" anna meratapi nasibnya
"aku tak boleh lemah aku harus kuat aku harus mengubah pandangan bima padaku bahwa aku bukan seperti yang di tuduhkannya"
anna berlalu dari kolam menuju kamarnya dengan tubuh yang menggigil dia membasuh seluruh tubuhnya
*****************
Bima melajukan mobil mewahnya ke rumah sakit tempat roni di rawat tak lupa juga dia mampir ke toko bunga untuk membeli se ikat bunga hidup untuk di letakkan di ruang rawat roni
sedikit senyuman nampak dari bibir merah bima sungguh tampan jika dia tidak marah.
"selamat pagi adek kesayangannya kakak" kata bima dengan tersenyum lembut ke arah roni
namun yang di sapa tetap tertidur tidak ada respon sama sekali
"kamu harus cepat sembuh ron,biar wanita ****** itu segera di penjara" lirih bima
tanpa sadar air matanya jatuh membasahi pipinya
"kenapa ada orang se jahat itu??,orangtua yang ku punya satu-satunya sudah pergi dan adikku satu-satunya juga harus terbaring lemah disini" bima semakin marah mengingat semuanya
dendamnya pun bertambah semakin menjadi.
__ADS_1