Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
Bab 29


__ADS_3

Matahari tidak dapat hadir atau akan absen pagi hari ini, di tutupi oleh awan yang mengeluarkan tetesan air matanya dari langit. Cuaca mendung di tambah udara yang dingin mengurungkan niat untuk beraktivitas di luar. Sama dengan rencana pagi ini sepertinya Lucas akan mengundur jadwal jalan-jalan bersama Bima. Siap dengan segala ritual Pagi Bima menyusul Lucas yang sudah duluan menata makanan di meja makan.


Lucas memandang rintik hujan dari kaca jendela yang menembus pemandangan kolam bundar di luar. "Bim Kamu masih ingat ga dulu waktu pertama kali kamu berkunjung kesini bersama Dita, kalian berdua itu kayak anak kecil keluar rumah cuma untuk main hujan doang, se bucin itu dulu kamu Bim".Ucap Lucas sambil melirik Bima. Sedangkan yang di lirik hanya melanjutkan suapan makanan ke mulut yang telah di siapkan oleh Lucas.


"widihh diam mulu luh, orang ngajak bicara juga" Serasa ga di gubris Lucas malah tambah cerewet.


"Bim jangan bilang sekarang lo datang kesini cuma mau nyari si Dita, atau jangan-jangan lo udah nikah sama Dita trus lo ga ngabarin gw, atau jangan-jangan si Dita istri lo yang salah paham sama lu."


Emang dasar pikun dehh si Lucas, semalam bahkan Bima udah cerita panjang kali lebar di tambah tinggi di kurangi berat, ehhh malah lupa udah gitu pake bahas-bahas mantan yang harusnya jangan di bahas lagi. Tapi emang kalo efek dengarin teman cerita pas lagi mabuk berat begitulah jadinya.


Bima memandang Lucas dengan pandangan datar, yah kalo bisa di bilang emosi sih pasti. Tapi mau gimana lagi Namanya juga sahabat yang harus sabar-sabar ajalah.


"Lucas Jhonatan Mark, Bisa ga sih kalo makan ya makan aja ga usah bahas-bahas yang lain. Lagian semalam gw udah ceritain semuanya lohh." Ucap Bima jengkel


"Hoohh kapan aku ga ingat tuuh." Ucap Lucas sambil memiringkan kepalanya.

__ADS_1


"Dari sebelum masehi gw dah cerita. Yodah lu makan aja pamali makan sambil ngomong, entar lo keselek langsung mati, kasihan gw nanti ga punya teman yang selalu bikin kesel kek luhh. Tapi sebenarnya gapapa juga sihh palingan gw nya ga ribet. makanya jangan cepat-cepat pikun Lucas. Masih muda kok udah pikun aja" Ucap Bima sinis.


"Idihh ngeledek teruss. Tapi sumpah deh Bim gw lupa lo ceritanya kapan?"


"Kan gw dah bilang Dari sebelum Masehi"


"Canda terus mah ihh. Seriusan dong Bim"


"Bodo amat!! Cari tau dan ingat aja sendiri kapan Gw cerita gitu. Dan untuk ke depannya lo jangan bahas-bahas Dita di depan gw."


"ihh sensian orangnya"


"Mmm Bimm mm mmmmm mmm"


"lo ngomong apasih? hmm hmm"

__ADS_1


"yahh lagian lu nyumpalin makanan ke mulut gw" Ucap Lucas sambil memakan makanan yang di sumpalin Bima ke mulutnya.


"Kan bisa di makan dulu Lucas, hadehh untung sayang kalo ga udah ku cekik dari kemaren-kemaren."


"iiihhh seram Bima jadi Psikopat rrrrrr." Ucap Lucas sambil berlagak merinding yang langsung dapat pandangan mematikan dari Bima.


"Makan ga?!!"


"Ahahhaha siap komandan" Kata Lucas sambil mengangkat tangan kanannya membentuk sikap menghormat.


'Gini banget punya Teman' batin Bima dengan muka tertekan.


"Bim Bim Btw..."


"Lucas kau mau mati"

__ADS_1


"ahahha maaf komandan."


Begitulah perjumpaan Dua sahabat yang sebenarnya tidak cocok jadi sahabat jika di lihat sekilas. Bagaimana tidak? kelakuan mereka layaknya Tom and jerry bukan upin dan ipin. Satu selalu Bikin kesal yang satunya Emosian, Namun di balik semua itu Lucas dan Bima adalah dua orang yang saling support walau banyak perbedaan di antara mereka. Yah seperti ungkapan yang mengatakan perbedaan bukan penghalang untuk meraih kebahagiaan.


__ADS_2