Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
bab 7


__ADS_3

Tiga puluh menit lebih anna dan keluarganya menyelesaikan makan malam mereka


"o iya anna kami mau bicara denganmu kita ke ruang tamu yok" kata mama.


*ruang tamu


"ada apa sih mah,keknya serius amat" kata anna penasaran


Papa memandang Anna lembut. "gini anna, kami sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan anak sahabatnya papa sama mama dan aku harap kamu tidak menolak, papa sudah kenal dengan anaknya sahabat mama sama papa dia orangnya baik dan bertanggung jawab cocok untuk menjadi suami kamu dan menjaga kamu" ucap papa menjelaskan


"tapi ayah anna belum siap" ucap anda sedih


"siap atau belum kamu harus siap sayang aku tidak mau kejadian kemaren terulang lagi, mama sama papa juga sudah tua kami harus memastikan kamu menikah dengan orang yang baik sayang" mama berusaha memberikan pengertian pada anna,


dia sudah tak mampu lagi menolak jika itu sudah keputusan sang papa.


"dua hari sebelumnya juga mama sama papa sudah bicara dengan sahabat kami" ucap ayah lagi


#flashback on


Mama bima datang berkunjung ke rumah sahabatnya yang tak lain adalah mamanya anna.


"hai lisa, agung lama tidak berjumpa" kata yang sudah sampai di rumah sahabatnya sambil memeluk mereka bergantian


"baik kok tisa, seperti yang kamu lihat" jawab mereka serempak


"gimana kabarmu akhir-akhir ini tisa,apakah lancar-lancar saja??" tanya agung kemudian


"aku baik kok gung, tapi gimana kabar anak gadismu


aku turut sedih yah atas hal gagalnya pernikahannya." ucap tisa

__ADS_1


"makasih tis, maka dari itu juga aku mengundangmu kesini bagaimana kalo kita menjodohkan anak-anak kita


bima juga masih belum ada kekasih kan??" tanya lisa dengan hati-hati


"iya lis,aku juga punya pikiran yang sama soalnya anakku jarang sekali mempunyai teman perempuan sejauh yang kutahu dia hanya punya satu mantan padahal usianya sudah menginjak kepala tiga" kata tisa


"wah ide bagus tuhh,anak gadis ku juga sepertinya tidak punya niat lagi untuk pacaran,gimana pah kamu setuju ga" tanya lisa.


"apapun yang membuat kalian senang" ucap agung


"yeyy kita akan segera jadi besan lis" ucap tisa riang sambil mereka berpelukan


"iya tis aku senang sekali" kata lisa dengan tersenyum di ikuti oleh agung yang hanya geleng-geleng kepala.


#flashback off


ayah dan ibu menceritakan semua pada anna terlihat jelas bahwa perkataan mereka tidak bisa di ganggu gugat, anna hanya mampu mengiakan keputusan orangtuanya anna tidak mau jika orang tuanya mengkhawatirkan dirinya lagi.


"bima kamu dari mana saja nak??" kata tisa dengan suara lemah.


"aku dari kantor polisi mah menannya soal penabrak roni" ucap bima berusaha menahan amarah.


"lupakan saja hal itu nak,uruslah adikmu dengan bagus jaga dia dengan baik ya nak" ucap tisa


"iya mah bima janji kok, mama juga harus cepat sembuh" ucap bima sambil menggenggam tangan sang mama.


"mama mau memberitahu sesuatu padamu nak, tapi kamu tidak boleh menolak ini permintaan mama"


"apapun itu aku akan berusaha menyanggupinya ma yang penting mama cepat sembuh" jawab bima


"terimakasih nak,ibu mau kamu menikah dengan anak gadis teman mama kami telah menjodohkan kalian kamu pasti menyanggupinya kan nak??" tanya tisa

__ADS_1


"tapi mah aku belum berfikir untuk kesana" ucap bima


"tolong setujui permintaan mama" kata tisa lemah.


Bima tidak sanggup melihat ibunya terbaring lemah jadi dia menginyakan ucapan sang mama


"iya mah bima mau asalkan mama bahagia dan cepat sembuh" ucap bima tersenyum


"mama bahagia kok nak terimakasih telah menyetujui permintaan mama" ucap mama lirih


"yaudah mah aku ambil makanan mama dulu yah" ucap bima sambil berdiri


namun baru selangkah dia melangkahkan kakinya tiba-tiba jantung mona berhenti berdetak dia meninggal dengan wajah tersenyum.


Bima yang melihatnya langsung menggenggam tangan ibunya memastikan bahwa jantung sang ibu masih berdetak namun hasilnya tidak ada tanda-tanda detak jantung disana.


Bima berteriak sekuat tenaga memanggil dokter namun sekuat apapun dia berteriak dan menangis keadaan tak bisa di rubah lagi


Bima terjatuh ke lantai dengan lemas,pikirannya kacau hatinya sangat sedih dia belum bisa menerima kenyataan kedua orangtuanya kini telah tiada,


adiknya satu-satunya juga sedang koma Bima sungguh tak mampu untuk melangkahkan kakinya lagi bahkan tubuhnya sudah tak mampu menopangnya lagi


"kenapa??,kenapa keadaan tidak pernah berpihak padaku" tangis bima pecah


airmata sudah membanjiri kedua matanya


tak ada tenaga hatinya beku pikirannya kacau kenapa dengan keadaan


kenapa tidak pernah memihak sesuai dengan keinginan???


kenapa seakan semuanya tidak ada yang mengeerti??.

__ADS_1


__ADS_2