Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
Bab 20


__ADS_3

Bima membuka matanya secara perlahan dan mendapati dirinya tidur di sebuah ranjang yang berukuran lumayan besar. Tempat yang asing dari kamarnya, Matanya memutari setiap sudut kamar. Siapa yang telah membawanya kesini?? Memutar otak dan berusaha mengingat setiap detail kejadian semalam.


Yah dia ingat kembali seorang pelayan membawanya kesini, menahan hasrat mati-matian hingga dia tertidur pulas, Tapi tunggu Bima tidak pernah mengalami hal seperti itu jika mabuk berat sekalipun, Hasrat yang sangat menggebu-gebu.


Bima merogoh saku jasnya dan mengambil benda pipih dari sana, menekan sebuah nomor


"Jack selidiki apa yang telah terjadi terhadapku semalam dan siapa yang berani memberikan obat perangsang untukku"


"baik bos"


*********


**Bandara Seokarno-Hatta


Pesawat yang di tumpangi oleh Anna akhirnya lepas landas, setelah menunggu hampir satu jam. Anna tidak memberitahukan kepergiannya pada siapun termasuk bima dan keluarga besarnya, teman-teman bahkan orangtua dan saudara/saudarinya.


Tujuan utamanya sekarang iyalah pergi sejauh mungkin dari kehidupan Bima. Dia pergi menuju Seoul, Korea Selatan.


"jika perjalanan hidupku adalah sebuah takdir maka tak akan kubiarkan takdir itu mempermainkan ku, melawan adalah cara terbaik. Hadir atau tidak hadirnya dia dalam kehidupanku tak akan jadi sebuah penghalang untuk melanjutkan hidupku."


"terkadang takdirlah yang membawa kita kepada seseorang namun takdir jugalah yang memisahkan kita dari orang tersebut. Sampai berjumpa kembali."

__ADS_1


*************


"Tuan nyonnya anna tidak ada di kamarnya, baju-bajunya pun sudah dibawa pergi" seorang pelayan Rumah melapor pada Bima. Baru saja Bima sampai di rumah sudah langsung mendengar kabar tidak bagus.


"apa maksudmu??, kemana dia pergi??"


"maaf Tuan, tadi pagi setelah sampai di sini saya mengecek keadaan rumah sudah sepi, saya mencari nyonnya muda di seluruh rumah bahkan di pekarangan tapi tak menemukan nyonnya. Akhirnya saya memberanikan diri membuka lemari pakaian nyonnya, seluruh pakaian Nyonnya tidak ada di lemari tuan." pelayan menjelaskan dengan cemas. Yah Bima memang mempekerjakan pelayan kembali untuk berencana membantu meringankan pekerjaan Anna.


"kenapa bisa begini? kemana anna pergi?" Bima meremas rambutnya frustasi, sebenarnya apa yang terjadi.


drrrt drrttt


ponsel Bima berbunyi


"kita harus bertemu tuan, saya perlu memperlihatkan sebuah video pada anda"


"kirimkan saja Jack aku sedang tidak ada tenaga untuk keluar dari rumah sekarang"


"Apakah Anda baik-baik saja tuan?, apa saya perlu panggilkan dokter."


"Tidak, tidak usah aku baik-baik saja. Kirimkan saja videonya dan tolong tangani urusan di kantor hari ini."

__ADS_1


"baik tuan, kalo begitu saya tutup dulu"


"ya"


Bima menonton video yang di kirimkan oleh Jack, video CCTV club semalam. Sekilas saja dia sudah tau bahwa itu semua ulah mantan teman Anna. Kakinya lemas sehingga tidak dapat lagi menopang berat tubuhnya, seketika tubuhnya terduduk di lantai saat melihat Anna memasuki kamar yang telah di pakainya semalam.


Selanjutnya dia tahu apa yang terjadi karna sebelumnya juga vani telah memasuki kamar itu dan di susul oleh dirinya yang di antar oleh seorang pelayan.


"Anna telah salah sangka padaku, kenapa kamu tidak membiarkan aku menjelaskannya An, Kenapa ketika aku telah mencintaimu kamu malah pergi meninggalkanku. Mungkinkah ini hukuman untukku karna tak memberikan waktu padamu dulu untuk menjelaskan setiap kejadian yang terjadi waktu itu?."


Bima mengakhiri video yang di tontonnya dan membuka aplikasi berwarna hijau dan segera menelpon Jack.


"Ya Tuan, apa yang perlu saya bantu?"


"aku mau hari ini juga kamu menghancurkan semua perusahaan keluarga vani"


"Baik Tuan akan saya laksanakan"


"lakukan secepatnya dan satu lagi periksa kemana Anna pergi"


"Baik Tuan"

__ADS_1


tut panggilan di akhiri.


__ADS_2