Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
Bab 21


__ADS_3

Satu hari sebelumnya


Vani membuka laci meja riasnya. Sebuah pil obat perangsang yang tidak berbahaya telah menjadi simpanannya dari lima hari yang lalu. Fungsinya hanya memberikan rangsangan hebat di awal meminumnya dan akan menyebabkan orang yang meminumnya tertidur pulas kemudian setelah beberapa saat mengalami rangsangan.


Vani telah mempersiapkan rencananya dari lima hari yang lalu, namun tidak ada waktu yang tepat untuk melaksanakannya dan kali ini Tomi telah mengabari bahwa Bima berada di Club xx.


drrrt drrtt


Sebuah panggilan masuk ke ponselnya


"Iya katakan apa semuanya sudah kau persiapkan?" ucap Vani


"Aku sudah menyiapkan satu pelayan yang akan membantumu melaksanakan rencanamu, dan soal uang bayarannya aku tidak ambil alih. Dan yang pasti jangan sangkut pautkan aku dengan urusanmu lagi ini yang terakhir."


"Terimakasih sayang, itu baru pekerjaan yang bagus, Aku akan meneleponmu besok tidak ada kata penolakan untukku." ucap Vani dengan senyum smirknya


"apa lagi yang kau inginkan?"


"Cukup ikuti saja perintahku, dan jangan banyak tanya. Kau masih mau perusahaanmu berdiri bukan?"


"Terserah kau saja."


panggilan dimatikan.


*******


Bima berjalan menusuri ruangan yang cukup luas itu dengan di ikuti jack dan beberapa pengawal pribadi lainnya. Mata tajamnya seakan menusuk bagai anak panah bagi siapapun yang melihatnya.

__ADS_1


"Jack dimana kau sekap pelayan itu." Ucap Bima tanpa menghentikan langkahnya


"Di ruangan paling ujung Tuan, saya sengaja menyekapnya disana supaya tidak ada orang yang mengetahuinya." Jack menjawab sambil berjalan mendahului Bima untuk menunjukkan jalan.


Setelah sampai di depan pintu, Jack membuka pintu untuk Bima. Bima memasuki ruangan tersebut, pandangannya tertuju pada seorang yang di kenalnya siapa lagi kalau bukan pelayan yang telah di bayar oleh Vani untuk mengantarnya ke kamar semalam. Tubuhnya masih lemah tak bertenaga sedangkan kaki dan tangannya masih terikat kuat.


"Bangunkan dia."


"Baik boss"


Jack mengambil seember air yang telah di persiapkannya sedari tadi, menyiram tubuh pelayan tersebut layaknya air pancuran yang jatuh dari atas.


"aaakkhhh" Pelayan tersebut bangun dengan tubuh yang menggigil.


Pandangannya menusuri ruangan tersebut seakan bertanya dimana dirinya.


"Kau?" matanya berkali-kali mengerjap


"yah aku, kenapa kau kaget?" kata Bima sambil tersenyum remeh


"untuk apa kau disini?, apa maumu??"


"Wahh, kau bertanyaannya apa mauku" Kata Bima sambil tertawa menepuk-nepuk tangannya.


prook prook prok


"Hebat sekali, kau lupa ingatan. Perlu ku bantu untuk mengingat perbuatan yang kau lakukan semalam?." Lanjut Bima.

__ADS_1


"aku, aku butuh uang jadi aku hanya mengikuti perintah seseorang" ucap pelayan tersebut dengan suara gemetar.


"Hahahaha, Kau sungguh tidak setia pada tuanmu, hanya sekali ancam saja kau langsung membuka rahasia. ck ck ck sungguh ironis sekali perbuatanmu."


"jangan sakiti saya, kumohon."


"ohh sekarang baru menyesal dan memohon, lalu bagaimana menurutmu? apakah aku harus mengikuti kemauanmu?"


"Tolong ampuni saya tuan, kumohon. Aku akan mengikuti apapun keinginnanmu tuan kumohon"


"ohhh benarkah kau akan mengikuti segala perintahku?. Akan tetapi aku tak mempercayaimu" ucap Bima sambil mengeluarkan sebuah senjata api dari saku jasnya.


"Tuan kumohon, apapun akan saya lakukan untuk anda kumohon" kata pelayan tersebut sambil berderai air mata.


"Keinginanku adalah kau menghilang dari Bumi ini" ucap Bima sambil mengarahkan pistol ke arah pelayan tersebut.


"Tuan kumohon hiks hiks"


"Berdoalah supaya dosamu di ampuni"


dor dor


Timah panas menembus kulit pelayan tersebut di ikuti jatuhnya tubuhnya ke lantai.


"Jack bereskan semuanya." ucap Bima sambil berlalu dari ruangan tersebut.


"Kau sudah berubah Tuan" Batin Jack

__ADS_1


__ADS_2